Prabowo Lantik 6 Direktur BUMN Lulusan TNI Tahun Ini

Penunjukan Purnawirawan TNI sebagai Direktur Utama BUMN

Selama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto telah mengangkat enam orang yang memiliki latar belakang militer menjadi Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pengangkatan ini dimulai sejak Februari 2025 dan mencakup berbagai perusahaan BUMN dengan peran penting dalam perekonomian nasional. Berikut adalah rinciannya:

1. Dirut Agrinas Palma Nusantara: Letjen TNI (Purn) Agus Sutomo

Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) Agus Sutomo diangkat menjadi Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) pada Februari 2025. Dia adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1984 dan pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) serta memimpin Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres).

Bacaan Lainnya

Agus juga pernah menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemenhan) pada periode 2017-2018. Saat ini, dia dipercaya untuk memimpin Agrinas Palma Nusantara, yang sebelumnya bernama PT Indra Karya (Persero). Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang konsultan engineering dan pengembangan produk air minum dalam kemasan (AMDK).

2. Dirut MIND ID: Purnawirawan TNI AU Maroef Sjamsoeddin

Pada 3 Maret 2025, Purnawirawan TNI Angkatan Udara (AU) Maroef Sjamsoeddin diangkat menjadi Direktur Utama Mining Industry Indonesia (MIND ID). Maroef lahir pada 1 Januari 1957 dan merupakan anak dari Sjamsoeddin, seorang purnawirawan berpangkat Letnan Kolonel. Kakaknya, Letnan Jenderal TNI Sjafrie Sjamsoeddin, adalah Menteri Pertahanan (Menhan) dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Maroef lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1980 dan memiliki gelar Master of Business Administration dari Jakarta Institute Management Studies. Selama karier militernya, dia pernah menjabat sebagai Komandan Skadron 465 Paskhas, Atase Pertahanan RI untuk Brasil, serta Direktur Kontra Separatis BIN.

3. Dirut PT Timah: Purnawirawan TNI AD Restu Widiyantoro

Pada 2 Mei 2025, Purnawirawan TNI AD, Restu Widiyantoro diangkat menjadi Direktur Utama PT Timah Tbk (TINS). Restu merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1987 dan pernah menjabat sebagai Komandan Kontingen Garuda dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) UNIFIL di Lebanon.

Pada 2 Oktober 2025, Restu mendapatkan pangkat Brigadir Jenderal TNI Kehormatan dari Prabowo di sela acara Sailing Pass TNI AL Tahun 2025.

4. Dirut Perum Bulog: Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani

Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani diangkat menjadi Dirut Bulog pada 3 Juli 2025. Dia adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 dan memiliki pengalaman luas di berbagai bidang seperti intelijen, zeni, destruksi, hukum, dan pangan.

Ahmad pernah menjabat sebagai Asisten Deputi Koordinasi Pengelolaan Pemilihan Umum dan Penguatan Partai Politik di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), serta menjadi Komandan Satgas Bawah Kendali Operasi (BKO) Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan).

5. Dirut Garuda Indonesia: Mayjen TNI (Purn) Glenny Kairupan

Mayjen TNI (Purn) Glenny Kairupan diangkat menjadi Dirut Garuda Indonesia pada 15 Oktober 2025. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) Garuda Indonesia. Glenny adalah teman karib Presiden Prabowo Subianto dan lulusan Akmil 1970.

Glenny juga merupakan anggota Dewan Pembina Partai Gerindra dan Chairman PT Teknologi Militer Indonesia (TMI), sebuah perusahaan yang fokus pada pengembangan teknologi militer tingkat lanjut.

6. Dirut Antam: Purnawirawan TNI AD Untung Budiharto

Untung Budiharto ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam pada Senin, (15/12/2025). Untung adalah lulusan Akmil tahun 1988 dan pernah menjadi anggota Kopassus serta Tim Mawar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di akhir Orde Baru.

Tim Mawar bertugas memburu aktivis prodemokrasi jelang kejatuhan rezim militer Soeharto. Operasi tim ini terbongkar, dan beberapa anggota termasuk Kristiono dan 10 anggota Tim Mawar diseret ke Mahkamah Militer Tinggi II pada April 1999.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *