Tag: perbedaan ideologi pancasila dengan liberalisme di bidang politik
-

Pemilu Myanmar berlangsung di tengah perang saudara, apa yang perlu diketahui?
YANGON, – Myanmar menggelar pemilu pertama sejak penggulingan pemerintahan Aung San Suu Kyi, hari ini, Minggu (28/12/2025). Namun, pemilu ini berlangsung di tengah perang saudara, dengan kelompok-kelompok bersenjata etnis dan milisi oposisi bertempur melawan militer untuk menguasai wilayah. Kendati demikian, pemilu kali ini menuai kecaman karena dianggap sebagai upaya untuk melegitimasi pemerintahan militer yang membatalkan…
-

Opini: Hari Antikorupsi Sedunia dan Literasi Integritas
Oleh: Inosensius Enryco Mokos Dosen Ilmu Komunikasi dan Filsafat ISBI Bandung Setiap tanggal 9 Desember, dunia memperingati Hari Anti-Korupsi Sedunia sebagai momentum untuk meneguhkan komitmen global melawan kejahatan yang merusak sendi-sendi negara. Namun, di tengah terungkapnya berbagai kasus mega korupsi dan meningkatnya Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia, patut kita renungkan: sudahkah sistem pendidikan kita membekali…
-

Etika profesi kian retak saat kekuasaan mengalahkan hati nurani
Ketika Etika Tak Lagi Menjadi Kompas Etika profesi sejatinya adalah kompas moral yang menuntun setiap individu dalam menjalankan keahliannya. Ia bukan sekadar aturan tertulis atau sumpah jabatan yang diucapkan di awal karier, melainkan nilai yang hidup dalam keputusan sehari-hari. Namun, dalam realitas sosial hari ini, etika profesi kian sering terdengar sebagai jargon normatif—indah diucapkan, mudah…
-

Berbagai mudarat pilkada lewat DPRD
WACANA mengembalikan sistem pemilihan kepala daerah atau pilkada melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kian mencuat. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan usulan tersebut saat peringatan Hari Lahir PKB pada 23 Juli 2025 lalu. Ide ini semakin menggelinding ketika Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia melontarkannya di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam…
-

Kaleidoskop politik Sulut 2025: Mode kembali ke laptop di tahun konsolidasi
Ringkasan Berita: Parpol yang telah bertarung habis-habisan dalam Pemilu 2024 di Sulut kini memasuki fase pemulihan Olly Dondokambey kembali memegang tampuk pimpinan DPD PDIP Sulut Mor Bastian come back, langsung jadi ketua definitif – Jika 2024 adalah tahun perang total, maka 2025 layak disebut sebagai tahun konsolidasi. Partai politik (Parpol) yang telah bertarung habis-habisan…
-

China Sanksi Boeing Cs setelah AS Jual Senjata ke Taiwan
– Pemerintah China menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah perusahaan pertahanan Amerika Serikat (AS), termasuk Boeing, setelah Presiden Donald Trump menyetujui penjualan senjata AS ke Taiwan. Kementerian Luar Negeri China pada Jumat (26/12/2025) menyatakan, sanksi tersebut dikenakan terhadap 10 individu dan 20 perusahaan AS. Salah satu yang terdampak adalah pusat produksi Boeing di St Louis, Missouri. Langkah…
-

Tidak ada islah bagi pelanggar qonun asasi dan AD-ART
*Penulis adalah Alumni Pesantren Lirboyo, Pengasuh PP Babakan Ciwaringin Cirebon
-

Sidang pertama korupsi Chromebook ungkap peran Nadiem: arahan hingga dugaan pengayaan pribadi
Latar Belakang Kasus Nadiem Makarim Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim belum menghadapi sidang secara langsung, namun sejumlah perbuatan dan arahannya terungkap melalui surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam proses ini, tiga orang terdakwa di antaranya adalah Sri Wahyuningsih, Ibrahim Arief, dan Mulyatsyah. Mereka dituduh terlibat dalam pengadaan laptop…
-

Komentar Pengamat soal ‘Orang Besar’ di Balik Isu Ijazah Palsu Jokowi
Ringkasan Berita: Pernyataan Jokowi mengenai adanya ‘orang penting’ di balik isu ijazah palsu yang ditujukan kepadanya, mendapat perhatian dari berbagai pakar. Para pengamat mengatakan bahwa tabuhan perang telah dimulai oleh Jokowi di akhir tahun ini. Saat ini, yang tersisa adalah pihak-pihak yang merespons bel perang tersebut. https://mediahariini.com– Pernyataan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo…
-

Belajar dari Bencana Aceh, Dedi Mulyadi Tegaskan Pembangunan Jawa Barat Berbasis Ekologi
https://mediahariini.comBeberapa waktu yang lalu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pernah mengunjungi tempat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh serta Sumatera. Pada kunjungannya, Dedi Mulyadi memberikan bantuan sebesar Rp 7 miliar, termasuk memperhatikan warga Jawa Barat yang terisolir. Tidak hanya itu, setelah pulang dari lokasi bencana Aceh dan Sumatera, Dedi Mulyadi mengatakan mendapatkan pelajaran penting.…