Helmud Hontong, Wakil Bupati Sangihe periode 2017-2021, dikenal sebagai tokoh yang keras menentang kegiatan pertambangan emas di wilayahnya. Ia meninggal dunia di pesawat pada bulan Juni 2021 saat sedang dalam perjalanan dari Bali.
—
hadir di channel whatsapp, ikuti dan peroleh berita terkini kami di sini
—
Online.com –Kematian Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Helmud Hontong, pada 9 Juni 2021 benar-benar menarik perhatian masyarakat. Bagaimana tidak, Helmud yang terkenal sebagai tokoh yang sangat menentang pertambangan emas di daerahnya ditemukan meninggal dunia di dalam pesawat.
Saat itu, Helmud sedang dalam perjalanan pesawat dari Denpasar ke Manado dan melakukan penerbangan lanjutan di Makassar, Sulawesi Selatan.
Kematian Helmud menimbulkan kejutan di kalangan masyarakat Indonesia. Kekuatan sikapnya dalam menolak rencana pertambangan emas di Pulau Sangihe memicu berbagai spekulasi terkait kematian tersebut.
Seperti yang dilaporkan oleh Kompas.com, Helmud adalah satu-satunya pejabat pemerintahan daerah yang secara resmi menyatakan penolakan terhadap kegiatan penambangan emas. Selain itu, “Penerbangan Lion Air JT 740 dari Denpasar menuju Maros, Sulawesi Selatan, merupakan perjalanan terakhirnya,” tulis Kompas.com.
Saat penerbangan berlangsung, Helmud mengeluhkan rasa sakit di lehernya kepada ajudannya, Harmen Kontu, yang duduk di sebelahnya. Beberapa laporan menyebutkan bahwa dia juga merasakan gatal di bagian tenggorokan.
Tidak lama setelah itu, Helmud meminta minum air. Namun, setelah meminumnya, dia malah batuk hebat. Darah dilaporkan keluar dari hidung dan mulutnya sebelum akhirnya dia pingsan.
Meskipun kru kabin dibantu oleh seorang dokter yang ikut dalam penerbangan tersebut sempat memberikan pertolongan pertama, nyawa Helmud Hontong tidak berhasil diselamatkan. Orang-orang mulai penasaran dengan penyebab kematian Helmud.
Oleh karena itu, berbagai spekulasi liar muncul dari kalangan publik, termasuk dari pihak Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), yang menyatakan adanya hubungan antara kematian Helmud dengan faktor di luar aspek medis. Mengenai spekulasi tersebut, pihak kepolisian segera meminta masyarakat untuk tidak menyebarluaskan isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Namun demikian, Kapolres Sangihe menyatakan kesiapan untuk menangani kasus tersebut jika keluarga meminta proses hukum atau penyelidikan lebih lanjut. Beberapa pihak menganggap kematian Helmud terlihat tidak wajar. Terlebih lagi, Helmud dilaporkan tidak mengeluhkan kondisi kesehatannya sama sekali sebelum naik pesawat.
Namun sekitar 20 menit setelah penerbangan berlangsung, Helmud mengakui merasa pusing dan meminta diolesi minyak kayu putih di bagian punggung dan lehernya. Tidak lama kemudian, dia mengalami batuk parah hingga mengeluarkan darah dari mulutnya.
Kematian Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong, dianggap memiliki kejanggalan oleh Jaringan Advokasi Tambang (Jatam). Mereka meminta pihak kepolisian untuk turun tangan dan melakukan penyelidikan terkait kematian Helmud Hontong.
Tekanan ini diajukan guna memastikan kematian Helmud tidak terkait dengan faktor lain selain aspek medis. Jatam menganggap Helmud sebagai sosok yang tetap dan tekun menentang penerbitan izin pertambangan emas di wilayah Sangihe.
Menurut Jatam, sikap tersebut jelas bertentangan dengan pandangan beberapa pejabat yang cenderung memberi ruang bagi kegiatan pertambangan. Oleh karena itu, Jatam menilai penting dilakukannya penyelidikan menyeluruh agar penyebab kematian Helmud terungkap dan tidak meninggalkan keraguan di kalangan masyarakat.
Tidak hanya Jatam, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) juga mengajak pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan guna menghindari munculnya spekulasi di kalangan masyarakat. Mengenai tuntutan pengusutan ini, Koordinator Nasional Jatam, Merah Johansyah Ismail, memberikan penjelasan tentang alasan dan sikap organisasi dalam merespons kematian Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong.
Kemudian apa penjelasan dari pihak maskapai itu sendiri?
Mengenai hal tersebut, maskapai terkait, yaitu Lion Air, melalui Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan bahwa pesawat yang dinaiki Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong, lepas landas dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada pukul 15.08 WITA.
Penerbangan tersebut direncanakan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada pukul 16.08 WITA. Namun, sekitar pukul 15.40 WITA, salah satu penumpang, yaitu Helmud Hontong, dilaporkan memerlukan perawatan medis tambahan.
“Pada saat itu, terdapat satu penumpang yang membutuhkan bantuan medis tambahan,” kata Danang dalam keterangan tertulis yang dikutip dari Kompas.com, Kamis, 10 Juni 2021.
Mengenali situasi tersebut, kepala kru bersama anggota lainnya segera pergi ke Helmud untuk memeriksa kondisinya. Setelah melakukan pemeriksaan awal, kru kemudian memberi tahu seluruh penumpang agar bertanya apakah ada dokter atau tenaga medis di dalam pesawat.
Berdasarkan keterangan Danang, pada penerbangan JT-740 terdapat tenaga medis yang mampu menunjukkan surat tanda pengenal resmi. Sesuai dengan prosedur penanganan penumpang dalam keadaan darurat, crew kabin langsung memberikan tabung oksigen portabel (portable oxygen bottle/POB).
Beberapa langkah diambil, mulai dari melepas pakaian penumpang, membersihkan wajah, mencondongkan kursi, hingga memasang alat bantu pernapasan. Agar bisa memberikan layanan terbaik, kapten pesawat berkoordinasi dengan kru dan memutuskan untuk mendarat di bandara terdekat.
Saat itu, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, yang juga menjadi tujuan penerbangan, ditetapkan sebagai tempat mendarat. Informasi tentang adanya penumpang yang memerlukan perawatan medis segera disampaikan kepada petugas lalu lintas udara serta tim darat.
Pesawat akhirnya mendarat pada pukul 16.17 WITA. Setelah pesawat berhenti dengan sempurna di area apron, tim medis bersama petugas Lion Air melakukan pengambilan melalui pintu belakang pesawat untuk memberikan pemeriksaan dan bantuan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil penanganan tersebut, Lion Air mendapatkan informasi bahwa penumpang dengan inisial HH, yaitu Helmud Hontong, telah meninggal dunia. Danang menambahkan, manajemen serta seluruh karyawan Lion Air menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kematian Wakil Bupati Kepulauan Sangihe tersebut.
Dikenal low profile
Beberapa rekan kerjanya mengenal Helmud sebagai seseorang yang rendah hati dan gemar membantu masyarakat. Sifat kepribadiannya ini membuatnya disukai oleh masyarakat.
Selain itu, Helmud juga dikatakan sering turun langsung ke tengah masyarakat. Ia terkenal suka berinteraksi dan sangat dekat dengan rakyat.
Salah satu alasan Helmud Hontong terpilih sebagai anggota DPRD selama dua periode dan kemudian menjadi Wakil Bupati Kepulauan Sangihe adalah sikapnya yang rendah hati, menurut rekan kerjanya. Selain itu, dia senang membantu masyarakat yang mengalami kesulitan.
Saat menjabat sebagai DPRD, Helmud diketahui banyak memberikan bantuan kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang sakit di rumah sakit. Contohnya, ketika seseorang masuk ke rumah sakit tanpa biaya, Helmud akan membantunya.
Helmud lahir dari lingkungan yang biasa saja. Apa yang berhasil ia raih di masa depan dianggap sebagai buah dari usaha kerasnya serta kecerdasannya.







