Menteri Mukhtarudin dan Menteri Yandri bersinergi terkait program Desa Migran Emas & Desa Tematik bagi PMI

, JAKARTA – Menteri PerlindunganPekerja Migran Indonesia(P2MI) Mukhtarudin menerima pertemuan dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Yandri Susanto di kantor KemenP2MI, Jakarta, Selasa 16 Desember 2025.

Sesi ini membahas arah kebijakan pembangunan dan penguatan masyarakat desa dalam upaya pengelolaan serta perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Bacaan Lainnya

Pada pertemuan tersebut, Menteri Yandri Susanto menekankan perlunya pengelolaan yang serius terhadap Pekerja Migran yang berasal dari desa agar menciptakan dampak positif, baik saat mereka berangkat maupun setelah kembali sebagai purna migran.

“Kami ingin memberikan dampak positif baik saat mereka pergi maupun kembali ke desa, sehingga dampak positif tersebut terasa,” kata Yandri.

Yandri juga menawarkan kerja sama yang lebih erat antara Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam mengintegrasikanprogram Desa Migran Emasdari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenP2MI) bersama Desa Tematik dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

“Kita bekerja sama dengan Desa Migran Emas dari KP2MI dan Desa Tematik dari Kemendes PDTT,” kata Yandri.

Yandri mengakui tantangan yang sering dialami adalah uang remitansi Pekerja migran habis akibat minimnya kesempatan kerja ketika kembali, sehingga diperlukan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Yandri juga mengundang Menteri Mukhtarudin untuk hadir dalam perayaan Hari Desa Nasional yang akan diadakan pada 15 Januari 2026 di Boyolali, Jawa Tengah.

“Harap hadir, Pak Menteri,” tutup Yandri Susanto.

Sementara itu, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan komitmen KP2MI dalam mempermudah, mengurangi biaya, serta meningkatkan keamanan penempatan kerja bagi pekerja migran Indonesia.

Menteri P2MI Mukhtarudin menghadiri pertemuan dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Yandri Susanto di kantor KemenP2MI, Jakarta, Selasa 16 Desember 2025. Foto: Humas Kementerian P2MI

Hal ini diungkapkan Mukhtarudin dalam upaya memperkuat peraturan dan program pemberdayaan yang saat ini sedang digencarkan oleh Kementerian P2MI.

“Penempatan kerja resmi harus mudah, terjangkau, dan aman. Itulah yang sedang kita lakukan, dalam konteks tersebut, kita juga telah menyusun peraturan menteri agar kebijakan ini memiliki dasar regulasi yang kuat,” ujarMenteri Mukhtarudin.

Salah satu inisiatif utama yang akan segera diumumkan adalah Desa Migran Emas, yang direncanakan akan diluncurkan pada Hari Migran Internasional tanggal 18 Desember 2025 mendatang di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Selanjutnya, program tersebut akan bekerja sama dengan Desa Tematik yang berasal dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes), serta melibatkan kerja sama antar kementerian, termasuk perjanjian kerja sama dengan Kementerian Perdagangan guna mendukung Desa Ekspor.

“Program Desa Migran Emas nantinya akan kita tampilkan bersama. Dalam konteks pemberdayaan mantan migran, hal ini juga akan saya lanjutkan, bahkan bisa kita tingkatkan,” tambah Mukhtarudin.

Menteri Mukhtarudin juga menekankan betapa pentingnya literasi keuangan bagi para pekerja migran serta anggota keluarganya.

Saat ini, sekitar 70 persen dari dana remitansi yang dikirim kembali bersifat untuk kebutuhan konsumsi, sedangkan hanya 30 persen yang digunakan secara produktif.

Selanjutnya, menurut Menteri Mukhtarudin, KP2MI berharap mengubah pola ini sehingga bagian yang produktif lebih besar dengan melalui pendidikan dalam membuka usaha, pengelolaan keuangan, serta perencanaan ekonomi.

” Literasi keuangan ini bertujuan agar para pekerja migran lebih cerdas dalam mengelola dan memanfaatkan uang mereka. Materi tentang literasi ini telah dicetak, telah disosialisasikan, serta disampaikan melalui berbagai wawancara dan forum resmi,” kata Menteri Mukhtarudin.

Maknanya, menurut Mukhtarudun, literasi keuangan tidak hanya disampaikan selama Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP), vokasi, dan pelatihan, tetapi juga diberikan kepada keluarga pekerja migran.

“Karena sering kali uang yang dikirimkan justru digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Terdapat contoh kasus uang dikirimkan kepada keluarga, namun tidak dikelola dengan benar, bahkan menyebabkan masalah baru dalam lingkungan keluarga,” kata Menteri.

Selain itu, Menteri Mukhtarudin menyatakan bahwa sosialisasi “Migran Aman dari Daerah” sangat penting, mengingat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 Pasal 42 menegaskan tanggung jawab daerah dalam melindungi migran.

Salah satu hal krusial yang ditekankan Mukhtarudin adalah penguatan komunikasi dan sinergi, mengingat masih banyak calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang menjadi korban penipuan akibat iklan pekerjaan ilegal di media sosial.

“Edukasi migran aman dimulai dari tingkat desa, agar bisa menghindari tindakan penipuan,” tegas Menteri Mukhtarudin.

Pada Peringatan Hari Migran Internasional tanggal 18 Desember 2025, KP2MI juga mengatur pemberangkatan sekitar 1.035 pekerja migran secara resmi ke negara tujuan pada waktu itu.

“Ayo kita bekerja sama untuk kesejahteraan para pekerja migran. Kita berkolaborasi antara Desa Migran Emas dari KemenP2MI dan Desa Tematik dari Kemendes PDTT,” ujar Menteri Mukhtarudin.

Program-program ini selaras dengan visi pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menjadikan tenaga kerja migran Indonesia sebagai pengusaha devisa yang sejahtera, aman, dan berkontribusi bagi Indonesia Emas 2045 di masa depan.(fri/jpnn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *