Serapan Anggaran APBD Limapuluh Kota 2026 Masih Rendah, Belanja Pegawai Mendominasi
Realisasi Belanja APBD Limapuluh Kota 2026 Hingga Semester Pertama Tahun Ini
Realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Limapuluh Kota tahun 2026 hingga semester pertama tahun ini masih terbilang rendah. Data yang dirilis oleh DJPK Kemenkeu menyebutkan bahwa hingga tanggal 8 Juli 2026, realisasi belanja Limapuluh Kota mencapai Rp 480,17 miliar atau sebesar 38,27 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 1.254,73 miliar.
Serapan anggaran terbesar justru terjadi pada belanja pegawai, yang mencapai Rp 368,01 miliar atau 46,08 persen dari pagu sebesar Rp 798,67 miliar. Angka ini lebih besar dibandingkan belanja barang dan jasa yang hanya mencapai Rp 57,02 miliar atau 25,48 persen dari pagu sebesar Rp 223,74 miliar.
Dibandingkan dengan kota lain seperti Batam di Provinsi Kepulauan Riau, serapan APBD Limapuluh Kota 2026 masih tergolong rendah. Realisasi belanja APBD Batam 2026 hingga 8 Juli 2026 mencapai Rp 2.022,94 miliar atau 48,34 persen dari pagu sebesar Rp 4.184,42 miliar.
Realisasi Pendapatan APBD Limapuluh Kota 2026
Di sisi pendapatan, realisasi APBD Limapuluh Kota 2026 mencapai Rp 426,04 miliar atau 36,64 persen dari total pagu sebesar Rp 1.162,70 miliar. Pendapatan daerah ini ditopang oleh tiga komponen utama, yaitu:
-
Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp 42,46 miliar atau 28,26 persen dari pagu sebesar Rp 150,26 miliar.
- Pajak Daerah: Rp 25,55 miliar atau 36,42 persen dari pagu sebesar Rp 70,13 miliar.
- Retribusi Daerah: Rp 11,19 miliar atau 16,52 persen dari pagu sebesar Rp 67,73 miliar.
- Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Rp 4,22 miliar atau 76,49 persen dari pagu sebesar Rp 5,51 miliar.
- Lain-Lain PAD yang Sah: Rp 1,51 miliar atau 21,92 persen dari pagu sebesar Rp 6,88 miliar.
-
TKDD (Transfer Khusus Daerah): Rp 375,39 miliar atau 38,76 persen dari pagu sebesar Rp 968,55 miliar.
-
Pendapatan Lainnya: Rp 8,19 miliar atau 18,66 persen dari pagu sebesar Rp 43,89 miliar.
Rincian Realisasi APBD Limapuluh Kota 2026
Berikut adalah rincian realisasi APBD Limapuluh Kota 2026 berdasarkan komponen anggaran:
| Akun | Anggaran/Pagu | Realisasi | Persen |
|---|---|---|---|
| Pendapatan Daerah | 1.162,70 M | 426,04 M | 36.64 |
| PAD | 150,26 M | 42,46 M | 28.26 |
| Pajak Daerah | 70,13 M | 25,55 M | 36.42 |
| Retribusi Daerah | 67,73 M | 11,19 M | 16.52 |
| Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan | 5,51 M | 4,22 M | 76.49 |
| Lain-Lain PAD yang Sah | 6,88 M | 1,51 M | 21.92 |
| TKDD | 968,55 M | 375,39 M | 38.76 |
| Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat | 968,55 M | 375,39 M | 38.76 |
| Pendapatan Lainnya | 43,89 M | 8,19 M | 18.66 |
| Pendapatan Transfer Antar Daerah | 43,89 M | 8,19 M | 18.66 |
| Belanja Daerah | 1.254,73 M | 480,17 M | 38.27 |
| Belanja Pegawai | 798,67 M | 368,01 M | 46.08 |
| Belanja Barang dan Jasa | 223,74 M | 57,02 M | 25.48 |
| Belanja Modal | 54,63 M | 4,93 M | 9.02 |
| Belanja Lainnya | 177,68 M | 50,21 M | 28.26 |
| Belanja Bagi Hasil | 7,59 M | 0,00 M | 0.00 |
| Belanja Bantuan Keuangan | 139,93 M | 49,54 M | 35.41 |
| Belanja Hibah | 25,65 M | 0,55 M | 2.14 |
| Belanja Bantuan Sosial | 2,01 M | 0,03 M | 1.49 |
| Belanja Tidak Terduga | 2,50 M | 0,09 M | 3.40 |
| Pembiayaan Daerah | 0,00 M | 0,00 M | 0 |
| Penerimaan Pembiayaan Daerah | 92,02 M | 50,44 M | 54.81 |
| Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya | 92,02 M | 50,44 M | 54.81 |
Analisis Serapan Anggaran
Dari data di atas, terlihat bahwa realisasi belanja APBD Limapuluh Kota 2026 masih belum optimal. Meskipun belanja pegawai mendominasi realisasi anggaran, besarnya serapan pada belanja barang dan jasa serta belanja modal masih relatif rendah. Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam penggunaan anggaran yang perlu diperhatikan agar dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah daerah.
Selain itu, pendapatan daerah juga masih memerlukan peningkatan, terutama dalam hal PAD dan pendapatan lainnya. Dengan peningkatan pendapatan, pemerintah daerah dapat lebih leluasa dalam mengalokasikan anggaran untuk berbagai kebutuhan masyarakat.

