Isi Artikel
Zulkifli Hasan, Mantan Menteri Kehutanan yang Kembali Viral
Video wawancara antara Zulkifli Hasan, mantan Menteri Kehutanan, dengan aktor Hollywood Harrison Ford kembali menjadi sorotan publik. Hal ini terjadi di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda Pulau Sumatra. Video tersebut merupakan bagian dari film dokumenter berjudul “Years of Living Dangerously” (2014) yang mengangkat isu kerusakan hutan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau.
Dalam wawancara tersebut, Harrison Ford mempertanyakan kondisi hutan yang rusak akibat illegal logging dan pembakaran hutan. Zulhas, yang dikenal sebagai pria yang akrab disapa Zulhas, sempat tertawa kecil saat menjawab pertanyaan Ford. Namun, Ford langsung memotongnya dengan wajah serius sambil berkata, “It’s not funny (Itu tidak lucu). Itu tidak lucu.”
Ford kemudian mengecam janji pemerintah dalam menangani kerusakan hutan. Ia bahkan menyebut adanya aliansi antara bisnis dan politik yang merusak hutan Indonesia. Video ini kembali viral setelah dibahas oleh netizen, sehingga membuat Zulhas angkat bicara.
Zulhas mengaku merasa dijebak saat diwawancarai oleh Harrison Ford. Ia mengatakan bahwa ia ingin mengadakan debat terbuka di depan 20 wartawan. “Saya ingin kita berbicara di depan media, karena saya gak di kantor. Saya lagi sidang kabinet. Kita seting di aula Kementerian Kehutanan, ada puluhan media, untuk kita debat terbuka, kalau kamu silahkan, tapi dia tidak mau rupanya,” kata Zulhas.
Setibanya di kantor, Zulhas menemukan ruang kerjanya sudah disetting menjadi lokasi shooting. “Saya datang ke kantor rupanya sudah disetting. Ruang kantor saya, orang kita yah kalau ada bintang terkenal gak ada aturan lagi sudah. Jadi kantor Menteri Kehutanan, 4×4, sudah dipasang 4 kamera, jadi saya duduk dia masuk sebagai wawancara,” katanya.
Zulhas baru sadar bahwa prosesi syuting itu dijalani dengan peran sebagai penjahat. “Belakangan saya baru tahu, oh ini syuting film, ini heronya (Ford), ya tentu ada penjahatnya kan, ya saya penjahatnya.” Ia juga menyatakan bahwa sejak awal merasa aneh. “Dari ruang tunggu sudah ada, sudah apalah, orang kita sudah melihat ini kok ada aneh sebetulnya. Tetapi sekali lagi orang kita negur aja gak berani, ini bintang terkenal.”
Zulhas membantah meremehkan isu tentang penebangan pohon di Taman Nasional Tesso Nilo. “Kenapa pemerintah diam saja Tesso Nilo dirambah begitu banyak orang. Saya kesannya meremehkan, bukan meremehkan. Saya bilang, bukan meremehkan. Dia menganggap Indonesia waktu itu seperti Amerika. Kok kamu kan menteri kenapa kalah itu sama perambah di Tesso Nilo itu,” kata Zulhas.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia berbeda dengan Amerika. “Bukan Amerika, Amerika sudah negara 200 tahun merdeka. Kita ini baru reformasi, pejabat takut sama rakyat, karena rakyat begitu kuasa. Dulu pilih DPR sekarang pilihan rakyat. Bayangkan, saya mau nangkap di Tesso Nilo itu, jangannkan nangkap masuk aja aja gak bisa karena ada 50 ribu orang di sana yang menguasai taman nasional.”
Harta Kekayaan Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp49.653.596.662 atau Rp49,6 Miliar. Harta tersebut terdaftar dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaporkannya terakhir kali pada 18 Desember 2024.
Hartanya terdiri dari beberapa kategori:
– Tanah dan Bangunan: Rp13.245.108.000
– Alat Transportasi dan Mesin: Rp1.000.000.000
– Harta Bergerak Lainnya: Rp13.912.815.000
– Surat Berharga: Rp4.990.000.000
– Kas dan Setara Kas: Rp16.505.673.662
Profil Singkat Zulkifli Hasan
Zulkifli Hasan lahir di Lampung Selatan pada 31 Agustus 1962. Dalam kehidupan pribadinya, Zulhas menikah dengan Soraya. Mereka dikaruniai empat anak, yakni Zita Anjani, Futri Zulya Savitri atau Putri Zulkifli Hasan, Muhammad Rafi Haikal, dan M. Farras Nugraha.
Karier Zulhas telah malang melintang di Indonesia. Sebelum menjabat di Kementerian, Zulhas menjadi wirausahawan dan pernah menjabat sebagai Presiden Direktur di beberapa perusahaan, seperti PT Batin Eka Perkasa dan PT Panamas Mitra Inti Lestari. Ia kemudian terjun ke dunia politik dengan bergabung ke Partai Amanat Nasional (PAN).
Zulhas sempat menduduki kursi DPR RI pada periode 2004-2009. Pria berusia 63 tahun itu juga pernah menduduki posisi sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI pada 2014–2019. Ia kemudian menjabat sebagai menteri pada tiga periode kepemimpinan Presiden Republik Indonesia.
Zulhas diamanahi menjadi Menteri Kehutanan di era Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2009-2014. Di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Zulhas dipercaya menjabat sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) selama 2022–2024. Ia juga bergabung dalam Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Pendidikan:
– SMA Negeri 53 Jakarta
– S1 Fakultas Ekonomi, Universitas Krisnadwipayana (Unkris)
– S2 Magister Manajemen dari PPM School of Management
Riwayat Jabatan:
– Presiden Direktur PT Batin Eka Perkasa, Jakarta (1988–2004)
– Presiden Direktur PT Panamas Mitra Inti Lestari, Jakarta (1997–2004)
– Presiden Direktur PT Sarana Bina Insani, Jakarta (2000–2004)
– Komisaris PT Hudaya Safari Utama, Jakarta (2000–2006)
– Komisaris Utama PT Batin Eka Perkasa, Jakarta (2004–2005)
– Ketua Lembaga Buruh Tani dan Nelayan PWM DKI (2000–2005)
– Ketua Departemen Logistik DPP PAN (2000–2005)
– Anggota DPR RI dan PAN (2004–2009)
– Sekjen Dewan Pimpinan Pusat PAN (2005–2010)
– Menteri Kehutanan (2009–2014)
– Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) (2014–2019)
– Menteri Perdagangan (2022–2024)
– Ketua PAN (2015-2029)







