Juli 12, 2026

BACH dan EMMI Resmi Terdaftar di BEI

0
AA1Sdf7j.jpg



PT Bach Multi Global Tbk (BACH) melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau melakukan Initial Public Offering (IPO) hari ini, Rabu (8/7). BACH menjadi perusahaan keempat yang melantai di BEI pada tahun 2026. Perusahaan ini bergerak dalam bidang penyedia solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi. Saat pencatatan perdananya, saham BACH mengalami kenaikan sebesar 24,43 persen atau 108 poin, dengan harga Rp 550 per saham.

Perseroan menawarkan sebanyak 615 juta saham baru, yang setara dengan 15,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran saham berada dalam kisaran Rp 400 hingga Rp 500 per saham, sehingga potensi pengumpulan dana mencapai Rp 307,5 miliar.

Direktur Utama BACH, Budi Kurniawan, menyatakan komitmennya untuk menjunjung tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, akuntabilitas, serta disiplin dalam pelaksanaan strategi bisnis. Ia percaya bahwa Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang sangat menjanjikan dalam jangka panjang.

Dana hasil IPO akan digunakan secara produktif untuk memperkuat pertumbuhan usaha. Sekitar 70 persen dana dialokasikan sebagai modal kerja, khususnya untuk pembelian genset guna memenuhi permintaan penjualan maupun penyewaan. Sementara sekitar 30 persen sisanya digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank, sehingga memperkuat struktur permodalan dan menurunkan tingkat leverage Perseroan.

Perusahaan Lain yang Melantai di BEI



PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) juga melantai di BEI atau melakukan IPO hari ini. EMMI menjadi perusahaan kelima yang melantai di BEI pada tahun 2026. Perusahaan ini bergerak dalam bidang penyedia solusi alat kesehatan terintegrasi.

Saat pencatatan perdananya, saham EMMI mengalami kenaikan sebesar 11,7 persen atau 55 poin, dengan harga Rp 525 per saham.

Melalui IPO, Perseroan menerbitkan sebanyak 522,86 juta saham baru, yang mewakili sekitar 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Dalam prospektus awal, Perseroan menawarkan saham pada kisaran harga Rp 446 hingga Rp 515 per saham.

Direktur Utama EMMI, Florian Chris Widjaja, menyatakan bahwa lewat IPO, Perseroan dapat memperoleh kesempatan untuk memperkuat fondasi bisnis, mendukung ekspansi usaha, memperkuat model kerja, dan meningkatkan kapasitas dalam melayani pelanggan dan mitra di sektor kesehatan.

Ia menegaskan bahwa sebagai generasi penerus, nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendiri tersebut akan terus dijaga dan dilanjutkan, sehingga Perseroan dapat berkembang menjadi perusahaan publik yang profesional dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat Indonesia.

Penggunaan Dana Hasil IPO

Dana hasil IPO akan difokuskan untuk tiga prioritas utama: penguatan struktur permodalan, pengembangan fasilitas produksi, dan penambahan modal kerja. Sebagian dana akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank, sebagian untuk pembangunan gedung pabrik baru di Cikupa, dan sisanya untuk pembelian persediaan serta kebutuhan modal kerja terkait proyek dan pengadaan alat kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *