Alih Fungsi Lahan Teh, Dedi Mulyadi Minta Usut Pelaku Utama

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadimendorong aparat terus menyelidiki kasus tersebutalih fungsi lahan tehdi area perkebunan di Pengalengan, Kabupaten Bandung.

Dedi meminta aparat untuk menemukan pelaku utama di balik tindakan perusakan lahan teh seluas 14 hektare. Ia menyatakan bahwa penanganan kasus ini berada dalam kewenangan Polda Jawa Barat dan Balai Penegakan Hukum Kehutanan.

Bacaan Lainnya

“Tetapi, harapan saya, tindakan tidak boleh berhenti hanya pada tenaga kerja lapangan. Harus ditemukan siapa aktor utama yang bertanggung jawab,” ujar Dedi di Pangalengan, Selasa (16/12).

Seseorang yang pernah menjadi anggota DPR RI menganggap bahwa pengungkapan pihak-pihak utama menjadi kunci untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa depan.

Menurut Dedi, penegakan hukum perlu dilakukan secara menyeluruh dan adil, dengan tetap memperhatikan bukti-bukti yang ada.

“Pasti semuanya tergantung pada alat bukti yang dimiliki oleh aparat penegak hukum,” ujarnya.

Sebelumnya, usaha peralihan lahan kebun teh menjadi lahan tanaman sayuran kembali muncul di Kecamatan Pangalengan.

Lokasi perkebunan teh Malabar, Blok Pahlawan, menjadi salah satu yang mengalami kerusakan.

Kerusakan tersebut sempat memicu aksi protes dari sejumlah pekerja perkebunan teh dan menyebar di media sosial Instagram beberapa waktu lalu.

Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, pada 22 April 2025, beberapa karyawan perkebunan teh melakukan tindakan serupa.

Diketahui, aksi demonstrasi dilakukan oleh Serikat Pekerja Perkebunan Teh Korwil Cinyiruan dan Kertasari.

Mereka setuju untuk menolak usaha perpindahan tersebut, lalu melakukan demonstrasi di pabrik teh Malabar guna meminta perlindungan dari PTPN dan tindakan tegas dalam menghentikan pengambilalihan kebun teh.

Meskipun polisi telah menangkap beberapa tersangka Walaupun pihak kepolisian telah menangkap sejumlah pelaku Meski sudah ada beberapa pelaku yang ditangkap oleh aparat kepolisian Meski kepolisian telah mengamankan sejumlah orang terlibat Meski pihak berwajib telah menahan beberapa pelakuperusakanuntuk menghindari terjadinya kegiatan ilegal berkelanjutan, pemerintah juga telah menempatkan pos pengamanan di lokasi yang terkena dampak.

Pos tersebut dibuat untuk memastikan area tetap aman dan menghalangi masuknya orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Di tempat ini juga telah disediakan pos pengamanan untuk menjaga area agar tetap aman,” kata Dedi.

Sementara itu, enam orang yang diduga melakukan perusakan lahan kebun teh, yaitu AM (42), UI (28), AS (43), US (38), AD (44) dan AB (55) ditangkap oleh jajaran Polresta Bandung, pada hari Rabu (10/12) lalu.

Kepala Kepolisian Resor Kota Bandung, Kombes Aldi, menyampaikan bahwa penunjukan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan berbagai bukti dan keterangan dari saksi.

Ia menyebut salah satu tersangka sebagai aktor utama yang bertindak sebagai donatur yang mendanai kegiatan alih fungsi lahan tersebut.

Menurut Aldi, tersangka AB memberikan uang kepada karyawan untuk melakukan penebangan dan pemotongan tanaman teh di wilayah PTPN.

Uang tersebut selanjutnya dialokasikan kepada para pekerja melalui seorang tukang kayu bernama AD yang juga ditetapkan sebagai tersangka.(mcr27/jpnn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *