Juli 12, 2026

AS serang Iran, gempur 80 target setelah serangan tanker di Selat Hormuz

0

Serangan Militer AS ke Iran Memicu Kecaman dan Ketegangan

Amerika Serikat (AS) kembali melakukan serangan militer besar-besaran terhadap Iran setelah tiga kapal tanker diserang di Selat Hormuz. Jalur pelayaran minyak ini merupakan salah satu yang paling vital di dunia, sehingga insiden tersebut memicu reaksi dari berbagai pihak.

Komando Pusat Militer AS atau US Central Command (Centcom) mengklaim telah menyerang lebih dari 80 target, termasuk lebih dari 60 kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Serangan ini dilakukan sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di perairan internasional. Menurut Centcom, operasi militer tersebut bertujuan memberikan konsekuensi berat kepada pihak yang menyerang kapal dagang.

“Serangan ini dilakukan untuk memberikan biaya yang sangat besar kepada pihak yang menargetkan dan menyerang kapal-kapal komersial yang diawaki warga sipil tak bersalah di jalur pelayaran internasional,” demikian pernyataan Centcom.

Selain menghancurkan lebih dari 60 kapal cepat IRGC, militer AS juga melaporkan penyerangan terhadap lokasi peluncuran rudal dan pusat komando Iran. Namun, Washington tidak mengungkapkan secara rinci lokasi target yang diserang.

Iran Menganggap Serangan AS Melanggar Kesepakatan

Pemerintah Iran mengecam serangan militer AS dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap memorandum of understanding (MoU) yang baru saja ditandatangani antara kedua negara bulan lalu. Wakil Menteri Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Iran akan mengambil tindakan tegas sebagai respons.

Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam keputusan AS mencabut pengecualian sementara terhadap sanksi minyak Iran, yang sebelumnya menjadi bagian dari kesepakatan kedua negara. Dalam pernyataannya, kementerian menyebut langkah Washington menunjukkan “itikad buruk, inkonsistensi, dan ketidakdapatdipercayaan pemerintah Amerika Serikat”.

“Iran menegaskan akan mengambil langkah apa pun yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan nasional dan keamanan nasionalnya,” demikian pernyataan Teheran.

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan militer AS menghantam Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Sirik. Sejumlah warga dilaporkan mengalami luka akibat serpihan ledakan. Meski demikian, hingga kini Iran belum secara langsung mengakui bertanggung jawab atas serangan terhadap tiga kapal tanker yang menjadi alasan utama operasi militer AS.

Qatar dan Arab Saudi Menuding Iran

Ketegangan semakin meningkat setelah Qatar dan Arab Saudi menyatakan bahwa kapal tanker milik masing-masing negara menjadi sasaran ketika melintas di sekitar Selat Hormuz.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, mengatakan negaranya menganggap Iran “bertanggung jawab penuh” atas dugaan serangan terhadap kapal Al-Rekayyat. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi melalui media sosial menyatakan Iran telah menargetkan kapal tanker Wadyan saat melintasi selat tersebut.

Namun tuduhan itu dibantah Teheran. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyebut tuduhan Qatar bertentangan dengan prinsip hubungan bertetangga yang baik. Menurut Baghaei, kapal-kapal komersial yang menggunakan jalur tanpa koordinasi dengan Iran atau memanipulasi sistem pelacakan berisiko mengalami tabrakan dan mengganggu upaya Iran dalam memfasilitasi pelayaran yang aman di Selat Hormuz.

Insiden Lain di Selat Hormuz

United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) sebelumnya melaporkan sebuah kapal tanker mengalami kebakaran setelah ruang mesinnya terkena proyektil tak dikenal pada Senin. Dalam dua insiden terpisah pada Selasa, satu kapal tanker dilaporkan terkena serangan saat keluar dari Selat Hormuz tetapi masih dapat melanjutkan pelayaran menuju pelabuhan tujuan. Kapal lainnya mengalami kerusakan struktural ringan setelah terkena serangan.

Insiden-insiden ini menunjukkan bahwa situasi di Selat Hormuz semakin memburuk, dengan potensi ancaman terhadap keamanan maritim dan stabilitas regional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *