, JAKARTA— Pertemuan besar para ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama sepakat mengadakan Muktamar Luar Biasa (MLB) dengan memperoleh dukungan 50+1 dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU).
“Poin MLB menjadi poin keempat dalam putusan forum. Hal ini berlaku jika kedua belah pihak juga tidak bersedia memberikan wewenang kepada Mustasyar,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH HM Abdul Muid Shohib, Senin (22/12/2025).
Menurut KH Abdul Muid, MLB diadakan paling lambat sebelum rombongan jamaah haji kloter pertama tahun 2026 berangkat, dan panitia penyelenggara dibentuk oleh serta dari Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dengan melibatkan pihak internal NU yang dianggap penting.
“Forum Musyawarah Kubro Alim Ulama menghasilkan empat pesan dan nasihat. Dari satu poin ke poin berikutnya terkait,” jelas dia.
Rapat ini diikuti oleh jajaran Mustasyar Pimpinan Pusat Nahdlatul Ulama, antara lain KH. Anwar Manshur, KH. Nurul Huda Djazuli, KH. Ma’ruf Amin, KH. Said Aqil Sirodj, KH. Muhammad Nuh Addawami, dan KH. Zaki Mubarok.
“Beserta jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, pimpinan lembaga serta badan otonom tingkat pusat, para pengasuh pondok pesantren, serta perwakilan PWNU dan PCNU dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pertemuan dihadiri oleh 601 peserta secara langsung dan 546 peserta secara online, yang mewakili 308 PWNU dan PCNU.
“Forum Musyawarah Kubro menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait meningkatnya ketegangan konflik internal di dalam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta peristiwa-peristiwa yang menyertainya, meskipun telah dilakukan berbagai upaya perbaikan melalui pertemuan para masyayikh dan tokoh NU, termasuk rapat di Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, dan Pesantren Tebuireng, Jombang,” ujarnya.
4 Seruan dan Taujihat
KH Abdul Muid menyampaikan, setelah memperhatikan petunjuk para kiai dan tokoh NU dari jajaran Mustasyar PBNU, serta mendengarkan pendapat dan usulan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, maka Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Tokoh Nahdlatul Ulama mengeluarkan seruan dan nasihat sebagai berikut:
Pertama,Pertemuan Pemimpin Tertinggi Ulama dan Tokoh Nahdlatul Ulama menyadari dan merasakan secara langsung bagaimana konflik yang terjadi di dalam jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama telah menghancurkan martabat dan kewibawaan organisasi, serta secara nyata telah menghilangkan kepercayaan masyarakat yang selama ini dibangun terhadap Nahdlatul Ulama.
Kedua,untuk menjaga kesejahteraan Jam’iyah dan memulihkan nama baik Nahdlatul Ulama, Forum Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Para Tokoh Tua Nahdlatul Ulama meminta kepada Yang Mulia Rais Am serta Ketua Umum Pengurus Pusat Nahdlatul Ulama untuk segera melakukan perbaikan paling lambat dalam waktu 3×24 jam sejak pukul 12.00 tanggal 21 Desember 2026.
Ketiga,jika kedua belah pihak tidak bersedia melakukan perdamaian, maka Musyawarah Kubro meminta kepada kedua belah pihak untuk menyerahkan wewenang dan kepercayaan kepada Mustasyar guna menyelenggarakan Muktamar Nahdlatul Ulama pada Tahun 2026, dalam jangka waktu 1×24 jam sejak berakhirnya masa tenggat melakukan perdamaian.
Keempat, jika kedua belah pihak juga tidak bersedia memberikan wewenang kepada Mustasyar sebagaimana yang telah disebutkan, Forum Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Sesepuh Nahdlatul Ulama sepakat mengadakan Muktamar Luar Biasa (MLB) dengan memperoleh dukungan 50+1 dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama.
MLB diadakan paling lambat sebelum rombongan jamaah haji kloter pertama tahun 2026 berangkat, dan panitia penyelenggara dibentuk oleh serta dari Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dengan melibatkan pihak internal NU yang dianggap penting.
Hasil Musyawarah Kubro Alim Ulama dan Para Tokoh Nahdlatul Ulama ini disampaikan sebagai bahan perhatian dan dijalankan secara bertanggung jawab demi menjaga persatuan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
“Semoga Allah SWT senantiasa melindungi, memberi petunjuk, dan membantu Nahdlatul Ulama,” ujarnya. (m27)







