– Usai viral menyajikan minuman dengan kemasan infus yang menyerupai hasil produk PT Otsuka Indonesia, Buba Tea Bali kini mengubah kemasannya.
Meski masih menggunakan gimik kemasan minuman dengan alat infus lengkap, kini dalam unggahan terbarunya, para pelanggan Buba Tea Bali memperlihatkan kemasan infus itu sudah tak ada keterangan diproduksi PT Otsuka Indonesia.
Sejumlah keterangan detail lain seperti kandungan hingga persetujuan BPOM dan sertifikat halal dari MUI pun menghilang dari kemasan tersebut.
Kini, kemasan infus yang digunakan untuk minuman itu hanya bertuliskan Buba Tea Bali dengan di bagian bawah barisan huruf alfabet dari A-Z.
Namun, belum ada keterangan resmi dari kafe tersebut terkait keamanan penggunaan kemasan infus yang digunakan untuk minuman itu.
Sebelumnya, PT Otsuka Indonesia menyebut bahwa Buba Tea Bali terindikasi melakukan penyalahgunaan merek atas gimik penyajian minuman yang menggunakan kemasan menyerupai kantong infus. Pasalnya, kantong infus itu menuliskan nama PT Otsuka Indonesia sebagai pemroduksinya.
Sudarmadi Widodo, Human Capital & Corporate Affairs Director PT Otsuka Indonesia, menegaskan bahwa kantong infus yang digunakan Buba Tea Bali bukan merupakan produk resmi Otsuka.
“Sehubungan dengan beredarnya produk minuman Buba Tea yang menggunakan kemasan infus di media sosial, bersama ini kami sampaikan bahwa produk tersebut bukan produk Otsuka. Oleh karena itu, segala risiko yang timbul sepenuhnya bukan merupakan tanggung jawab PT Otsuka Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi di media sosial, dikutip Senin (5/1).
Otsuka juga menilai penggunaan kemasan tersebut mengarah pada indikasi pelanggaran.
“Hal tersebut terindikasi sebagai penyalahgunaan merek dan kemasan dari salah satu produk cairan infus Otsuka,” tegas Sudarmadi.
Ia menegaskan seluruh produk yang diproduksi perusahaan telah melalui standar ketat.
“Seluruh produk Otsuka diproduksi dengan penerapan GMP dan mengikuti kaidah CPOB dari BPOM,” ucapnya.
Atas hal itu, Sudarmadi menyatakan akan mengambil langkah lanjutan untuk melindungi nama baik perusahaan
“Kami akan menempuh langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi dan menjaga merek serta reputasi perusahaan,” tuturnya.
Sudarmadi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dalam mengonsumsi produk makanan dan minuman yang beredar.
“Kami menghimbau agar konsumen selalu berhati-hati dalam mengonsumsi produk dengan memperhatikan higienitas produk,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sebuah gimik penyajian minuman matcha di Bali mendadak viral dan memicu kontroversi di media sosial. Pasalnya, matcha tersebut disajikan menyerupai cairan infus medis lengkap dengan kantong infusan dan selang, sehingga menimbulkan kekhawatiran publik soal keamanan, kebersihan, hingga asal-usul alat yang digunakan.
Dari video yang beredar, terlihat cairan matcha berwarna hijau muda dimasukkan ke dalam kantong infus bertuliskan “Otsu – D5 Dextrose monohydrate Intravenous Infusion” berukuran 500 ml. Kantong tersebut digantung layaknya infus di rumah sakit, lengkap dengan skala takaran dan selang di bagian bawah.
Gimik penyajian minuman dengan alat infus itu diketahui dilakukan sebuah kafe bernama Buba Tea Bali.
Sejumlah netizen pun mempertanyakan asal kantong infus tersebut lantaran persis menyerupai infus asli. Sehingga, banyak yang mempertanyakan bahwa itu merupakan limbah medis atau produk asli yang seharusnya hanya digunakan untuk keperluan kesehatan.
“Kalau limbah medis, dapet dr mana? Kalau beneran D5 (D5 selain via infusan, hanya untuk px sonde) dan gimana caranya bisa beli D5 dlm jmlh banyak (kalau beneran). Siapa distributor yang menyalurkan? Menurutku, ini bukan kemasan tiruan sih, soalnya plek ketiplek se no reg-nya dll,” tulis akun X @sereineid, dikutip Senin (5/1).







