Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
, MAUMERE –Mari simak renungan Katolik Minggu 4 Januari 2026.
Tema renungan Katolik ““Emas, Kemenyan dan Mur””.
Renungan Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
Renungan Katolik untuk HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN, Beata Elisabeth Bayley Anna Seton, Janda, dengan warna liturgi putih.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Minggu 4 Januari 2026 adalah sebagai berikut:
Bacaan Pertama Yesaya 60:1-6
“Kemuliaan Tuhan terbit atasmu.”
Beginilah kata nabi kepada Yerusalem: Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya,
kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.
Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja menyongsong cahaya yang terbit bagimu.Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling!
Mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong.
Melihat itu, engkau akan heran dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan berbesar hati sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.
Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur Tuhan.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm. 72:1-2,7-8,10-11,12-13
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Ya Allah berikanlah hukum-Mu kepada Raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum.
Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari Sungai Efrat sampai ke ujung bumi.
Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan -persembahan. Kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti. Kiranya semua raja sujud menyembah kepada-Nya, dan segala bangsa menjadi hamba-Nya!
Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.
Bacaan Kedua Efesus 3:2-3a,5-6
“Rahasia Kristus kini telah diwahyukan dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian.”
Saudara-saudara, kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah yang telah dipercayakan kepadaku demi kamu, yakni bagaimana rahasianya telah dinyatakan kepadaku melalui wahyu.
Pada zaman angkatan-angkatan dahulu rahasia itu tidak diberitakan kepada umat manusia, tetapi sekarang dinyatakan dalam Roh kepada para rasul dan nabi-Nya yang kudus.
Berkat pewartaan Injil, orang-orang bukan Yahudi pun turut menjadi ahli waris, menjadi anggota-anggota tubuh serta peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Bait Pengantar Injil Matius 2:2,2/4
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Kami telah melihat bintang Tuhan, terbit di ufuk timur, dan kami datang menyembah.
Bacaan Injil Matius 2:1-12
“Kami datang dari timur untuk menyembah Sang Raja.”
Pada zaman pemerintahan raja Herodes, sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea, datanglah orang-orang majus dari timur ke Yerusalem.
Mereka bertanya-tanya, “Dimanakah Raja Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di ufuk timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”
Mendengar hal itu, terkejutlah Raja Herodes beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya kete-rangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
Mereka berkata kepadanya, “Di Betlehem di tanah Yudea, karena beginilah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau, Betlehem di tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”
Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu, dan dengan teliti bertanya kepada mereka kapan bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya, “Pergilah, dan selidikilah dengan saksama hal-ikhwal Anak itu!
Dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku, supaya aku pun datang menyembah Dia.” Setelah mendengar kata-kata Raja Herodes, berangkatlah para majus itu.
Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat di mana Anak itu berada. Melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu, dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya. Lalu mereka sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya, dan mempersembahkan persembahan kepada Anak itu, yaitu emas, kemenyan dan mur.
Kemudian, karena diperingatkan dalam mimpi supaya jangan kembali kepada Herodes, mereka pun pulang ke negerinya lewat jalan lain.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Emas, Kemenyan dan Mur”
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Salam sejahtera untuk kita semua. Pada hari ini, kita merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan, sebuah perayaan yang memperingati penyataan Yesus sebagai Mesias kepada semua bangsa. Bacaan dari Yesaya, Efesus, dan Matius mengajak kita untuk merenungkan makna kedatangan para Majus yang membawa persembahan emas, kemenyan, dan mur. Persembahan ini tidak hanya melambangkan penghormatan, tetapi juga mengungkapkan pengertian mendalam tentang siapa Yesus sebagai Raja, Penguasa, dan Juru Selamat.
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Pada bacaan pertama dari kitab Nabi Yesaya (60:1-6), Yesaya berbicara tentang terang yang bersinar, yang menggambarkan kehadiran Allah dan keselamatan yang diberikan kepada umat-Nya. Kedatangan bangsa-bangsa dari jauh dengan membawa persembahan adalah gambaran tentang pengharapan dan janji Allah kepada semua orang. Ini menjelaskan pentingnya Cahaya Kristus dalam kehidupan umat manusia. Dalam bacaan kedua dari surat Paulus kepada jemaat di Efesus (3:2-3a, 5-6), Paulus menegaskan bahwa misteri keselamatan, yang dulunya tersembunyi, kini dinyatakan kepada kita. Semua orang, termasuk bangsa-bangsa non-Yahudi, dipanggil untuk menjadi bagian dari tubuh Kristus. Ini menunjukkan bahwa kasih dan keselamatan Allah diperuntukkan bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Dan dari Injil Matius (2:1-12), menceritakan perjalanan para Majus dari Timur yang datang untuk melihat dan menyembah Yesus. Persembahan mereka yang berupa emas, kemenyan, dan mur bukan hanya simbol penghormatan, tetapi juga mencerminkan sifat dan misi Yesus. Emas melambangkan kerajaan-Nya, kemenyan melambangkan keilahian-Nya, dan mur merujuk pada penderitaan-Nya sebagai korban. Maka hasil permenungan kita dengan poin refleksi adalah “Mengakui Yesus sebagai Raja”: Persembahan emas oleh para Majus menunjukkan pengakuan mereka akan Yesus sebagai Raja. Sejauh mana kita mengakui Kristus sebagai Raja dalam hidup kita? Apakah kita membiarkan Dia memimpin segala aspek kehidupan kita? Renungkan cara-cara kita dapat lebih menyerahkan diri kepada pemerintahan-Nya. “Penghormatan kepada Keilahian Yesus”: Kemenyan sebagai simbol penghormatan menunjukkan pengakuan atas keilahian Yesus. Bagaimana kita menampilkan penghormatan ini dalam ibadah kita dan kehidupan sehari-hari? Apakah kita menghargai kehadiran Tuhan dalam doa dan persekutuan kita? “Penerimaan Terhadap Panggilan Universal”: Bacaan dari Efesus mengingatkan kita bahwa keselamatan diberikan kepada semua bangsa. Apakah kita membuka hati untuk menerima dan mencintai semua orang, terlepas dari latar belakang mereka? Renungkan cara-cara kita dapat menjembatani perbedaan dan membagikan kasih Kristus kepada semua orang.
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Pesan untuk kita, pertama: pada Hari Raya Penampakan Tuhan mengajak kita untuk merenungkan bagaimana Yesus diungkapkan sebagai terang bagi semua bangsa. Dengan persembahan emas, kemenyan, dan mur, kita diajak untuk memberikan yang terbaik dari diri kita kepada-Nya. Kedua, mari kita berkomitmen untuk mengenali Yesus dalam setiap aspek kehidupan kita, membagikan kasih-Nya kepada dunia, dan hidup dalam terang yang Ia bawa. Ketiga, semoga kita selalu siap untuk menyambut kehadiran Kristus yang membawa keselamatan bagi semua. Tuhan memberkati kita. (Sumber the katolik.com/kgg).
Berita Lainnya di Google News
