Pembunuh anak Maman Suherman ternyata karyawan perusahaan di Cilegon, gaji banyak, mengapa mencuri?

Ringkasan Berita:

  • HA (31) pelaku pembunuhan terhadap MAHM, anak politisi PKS Maman Suherman ternyata bukan pengangguran.
  • HA diketahui berstatus karyawan sebuah perusahaan ternama di Cilegon.
  • Punya gaji tak sedikit, alasan HA mencuri masih diselidiki.

Pelaku pembunuhan terhadap MAHM (9), anak dari anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Banten, Maman Suherman, diketahui berasal dari Palembang, Sumatra Selatan.

Bacaan Lainnya

Pelaku berinisial HA (31) disebut berstatus sebagai warga Palembang yang sehari-hari bekerja di Kota Cilegon.

HA berhasil diamankan aparat setelah aksinya mencuri di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri, terbongkar.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (28/12/2025), sebelum akhirnya pelaku ditangkap beberapa hari kemudian.

Penangkapan HA dilakukan di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, pada Jumat (3/1/2025).

Kasus ini pun menyita perhatian publik karena pelaku pencurian tersebut belakangan diketahui memiliki kaitan dengan kasus kematian anak seorang politikus PKS.

Kerabat Roisyudin Sayuri, Dede Rohana, yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Banten, mengungkapkan identitas pelaku.

Menurut Dede, HA tercatat sebagai karyawan swasta.

Berdasarkan data yang ditemukan dari Surat Izin Mengemudi (SIM) serta kartu anggota serikat pekerja, HA diketahui bekerja di salah satu perusahaan ternama yang beroperasi di wilayah Cilegon.

Fakta tersebut membuat Dede merasa heran.

Ia menilai, dengan penghasilan yang tergolong cukup dari perusahaan tempat HA bekerja, seharusnya pelaku tidak perlu melakukan aksi pencurian.

“Dilihat dari SIM dan kartu anggota serikat, dia seorang pekerja, karyawan (perusahaan ternama). Padahal gajinya lumayan, tapi kok mencuri,” kata Dede, Sabtu (3/1/2026), dikutip dari TribunBanten.com.

Dede juga mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa HA memiliki keterkaitan dengan kasus kematian MAHM, anak dari Maman Suherman.

Ia baru mengetahui hal tersebut setelah proses penangkapan berlangsung.

Lebih lanjut, Dede menjelaskan bahwa pelaku menjalankan aksinya saat kondisi rumah kerabatnya sedang dalam keadaan sepi.

Menurutnya, rumah milik Roisyudin Sayuri memang kerap kosong pada akhir pekan karena ditinggal pemiliknya menuju BSD, Tangerang.

“Soalnya setiap hari Sabtu–Minggu rumah itu kosong karena ditinggal ke BSD, karena punya rumah juga di BSD. Kalau hari Minggu itu memang tidak ada orang,” ungkap dia.

Aksi pencurian itu terekam kamera CCTV, yang kemudian dilaporkan ke Polsek Cilegon.

Dalam kejadian itu, sejumlah perhiasan hilang. Sementara sebuah brankas sempat dibawa keluar rumah menggunakan kursi roda.

Namun, brankas itu ditinggalkan pelaku karena belum sempat dibuka.

“Yang hilang perhiasan, dan brankas sudah berada di luar rumah dibawa menggunakan kursi roda, tetapi belum sempat diambil dan akhirnya ditinggalkan,” ucap Dede.

Brankas yang tertinggal itulah yang akhirnya membuat pelaku kembali lagi ke rumah tersebut untuk melakukan aksi pencurian kedua.

Pada Jumat siang, saat rumah kembali dalam kondisi sepi, pelaku masuk ke rumah dengan tujuan membongkar brankas tersebut.

Akan tetapi, aksinya kepergok oleh asisten rumah tangga (ART) yang sedang membersihkan rumah.

Pelaku yang panik berusaha melarikan diri.

“Pada hari Jumat itu, dia sampai membawa pemanas gembok, sepertinya penasaran ingin membongkar brankas.”

“Di dalam rumah dia sudah memegang semua kunci kamar, lalu ketahuan oleh ART yang sedang bersih-bersih. ART berteriak dan pelaku langsung lari,” tuturnya.

Saat berupaya melarikan diri, pelaku terpeleset dan jatuh.

ART lantas meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi pemilik rumah yang selanjutnya melapor ke polisi.

“Karena posisi rumah agak berbukit dan ada tangga, sepertinya dia terpeleset dan jatuh.”

“ART kemudian meminta tolong dan menelepon saudara saya yang sedang liburan di luar kota. Saudara saya lalu menghubungi warga, karyawan, termasuk menelepon polisi,” jelasnya.

Pelaku sempat sembunyi di dalam rumah yang berujung tidak bisa keluar.

Saat ditangkap, ditemukan darah di tubuh pelaku yang diduga akibat terjatuh dan membentur tangga.

Kronologi Penangkapan Versi Polisi

Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid mengatakan, HA ditangkap oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten, Jumat.

HA diringkus saat melakukan aksi pencurian di rumah Roisyudin Sayuri yang berada di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus.

“Jadi, informasi dari pembantu yang ada di rumah tersebut, sekitar pukul 11.55 WIB, melihat ada seorang laki-laki yang tidak dikenal berada di ruang tamu,” kata Firman kepada TribunBanten.com, Sabtu (3/1/2026).

Menyadari aksinya diketahui, pelaku langsung panik dan mengejar ART tersebut sambil mengancam. Pelaku bahkan membawa senjata tajam jenis pisau.

Beruntung, ART tersebut berhasil keluar dari rumah melalui pintu samping.

“Dia berteriak, kemudian pelaku mengancam menggunakan pisau, tetapi pembantu itu berhasil melarikan diri. Setelah itu, warga melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek,” ungkapnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas piket Polsek Cilegon bersama personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimob yang sedang berjaga langsung menuju lokasi kejadian perkara.

Sekira pukul 13.15 WIB, petugas gabungan melakukan penyisiran menyeluruh ke setiap ruangan dan area rumah. 

Pelaku akhirnya berhasil diamankan saat bersembunyi di bawah kolong mobil milik pemilik rumah yang terparkir di garasi.

“Selanjutnya, Resmob Polres Cilegon dan Resmob Polda Banten yang dipimpin Kasubbid Polda membawa pelaku untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.”

“Setelah diperiksa, ternyata pelaku ini juga yang melakukan aksi pembunuhan di BBS III,” tutup Firman.

Pembunuhan Anak Politisi PKS

MAHM ditemukan tewas di rumah mewah yang berada di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Selasa (16/12/2025).

Peristiwa itu diketahui sekira pukul 14.20 WIB, saat ayah korban, Maman menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D.

Di telepon itu, D berteriak meminta pertolongan kepada ayahnya, melansir TribunBanten.com.

Mendapat kabar itu, Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah.

Setibanya di rumah, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon, namun korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Polisi memastikan, tewasnya MAHM bukan karena perampokan. Sebab, tidak ada barang-barang berharga di rumah korban yang hilang.

Kepastian itu didapat setelah petugas melakukan pemeriksaan dan mendengar keterangan dari pemilik rumah.

(TribunTrends/Tribunnews)

Jangan lewatkan berita-berita tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook

Pos terkait