Pelabuhan Tanjungkalian Penuh Saat Nataru, Jadwal Kapal Tertunda

Kepadatan Penumpang di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok

Pada Rabu (24/12) sore, terlihat peningkatan jumlah penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua, dan kendaraan roda empat di Pelabuhan Tanjungkalian Mentok, Bangka Barat. Di setiap sudut pelabuhan, tampak ramai dengan para penumpang yang berkerumun. Ruang tunggu untuk pejalan kaki, kendaraan roda dua, maupun roda empat juga penuh sesak.

Meski demikian, sebagian penumpang masih mengeluhkan jadwal keberangkatan kapal Fery yang dinilai tidak sesuai dengan rencana. Beberapa penumpang menyebutkan bahwa jadwal keberangkatan yang seharusnya pukul 13.00 WIB mengalami keterlambatan hingga melewati waktu yang ditentukan. Hal ini membuat penumpang berharap adanya evaluasi terkait pelayanan yang dilakukan oleh pihak pelabuhan.

Bacaan Lainnya

Misba (30), penumpang asal Pangkalpinang yang hendak mudik ke Palembang, mengaku memilih berangkat pada Rabu (24/12) untuk menghindari kepadatan penumpang. Namun ia menilai kondisi pelabuhan masih terbilang ramai. “Tujuannya mudik, sekalian bertemu keluarga dan liburan,” kata Misba.

Ia berharap, adanya perbaikan layanan, khususnya terkait ketepatan waktu keberangkatan kapal. Menurutnya, jadwal keberangkatan yang seharusnya pukul 13.00 WIB hingga menjelang pukul 14.00 WIB belum juga ada informasi yang jelas kepada penumpang. “Yang pertama ketepatan waktu harus lebih diperhatikan. Selain itu, keselamatan dan kenyamanan penumpang juga penting,” ujarnya.

Sementara untuk pembelian tiket kapal, diakui Misba, melalui sistem pembelian tiket online. “Membeli tiket secara online, tidak ada calo, beli masing-masing,” katanya.

Pemeriksaan Ketat di Pelabuhan Tanjungkalian

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangka Barat bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melakukan pelaksanaan Operasi Patuh Karantina Tahun 2025, Selasa (23/12).

Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan terhadap aturan perkarantinaan. Menurutnya, lalu lintas komoditas menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), dari Pelabuhan Tanjungkalian Mentok-Tanjung Api-api maupun sebaliknya, cenderung mengalami peningkatan.

“Menyikapi hal tersebut, seluruh petugas gabungan meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan terhadap barang bawaan. Baik hewan, ikan, maupun tumbuhan, guna mencegah masuk dan menyebarnya hama serta penyakit,” ujar Pradana Aditya Nugraha.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mencegah penyebaran hama dan penyakit melalui komoditas yang dibawa. Apabila menemukan atau mencurigai barang bawaan tertentu, masyarakat diimbau segera melaporkannya ke Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan terdekat.

“Langkah awal yang paling tepat adalah melaporkan kepada petugas karantina agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur,” tambahnya.

Ia menegaskan, pentingnya kerja sama lintas instansi untuk menggagalkan segala bentuk upaya penyelundupan. Menurutnya, upaya penyelundupan kerap dilakukan dengan berbagai modus ilegal, baik untuk memasukkan maupun mengeluarkan barang dari wilayah Pulau Bangka.

“Yang paling penting adalah sinergi dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk mencegah dan menggagalkan segala bentuk percobaan penyelundupan,” tegasnya.

Layanan Kesehatan Gratis untuk Pemudik

Polres Bangka Barat menyiapkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di sudut Pelabuhan Tanjungkalian Mentok. Hal ini dalam rangka Operasi Lilin Menumbing 2025, untuk para pemudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Melalui Subsatgas Dokkes Operasi Lilin Menumbing 2025, Polres Bangka Barat menggelar pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para penumpang kapal, sopir kendaraan, serta masyarakat yang hendak melintas melalui Pelabuhan Tanjungkalian, Rabu (24/12). Kegiatan pemeriksaan kesehatan tersebut dilaksanakan di Pos Pelayanan Pelabuhan Tanjung Kalian oleh personel Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Bangka Barat.

Kasi Humas Polres Bangka Barat, Iptu Yos Sudarso menjelaskan, layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah (tensi), pemberian obat-obatan sesuai keluhan, serta pembagian vitamin guna menjaga kondisi fisik para pemudik dan pengemudi selama perjalanan.

“Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para sopir, penumpang kapal, serta masyarakat yang hendak menyeberang. Tujuannya agar mereka dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” jelas Yos Sudarso.

Selain pemeriksaan kesehatan, petugas Dokkes juga memberikan imbauan kesehatan kepada para pemudik, khususnya sopir dan penumpang kapal, agar cukup beristirahat, menjaga kondisi tubuh, serta tidak memaksakan diri apabila merasa kurang sehat.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *