Ringkasan Berita:
- Sosok dosen DM saat ini sedang jadi sorotan publik.
- DM adalah oknum dosen Unima.
- Ia disorot usai seorang mahasiswi ditemukan meninggal dunia, Selasa (30/12/2025).
Salah satu oknum dosen di Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (Unima) Tondano, Sulawesi Utara (Sulut) berinisial DM disorot publik.
DM jadi sorotan setelah seorang mahasiswi berinisial EMM ditemukan meninggal dengan kondisi tak wajar.
EMM ditemukan tak beryawa di sebuah indekost di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulut pada Selasa (30/12/2025).
Meninggalnya EMM membuat warga Sulut heboh.
Terlebih ditemukannya surat yang ditujukan kepada Dekan FIPP Unima.
Dalam surat itu, ada penjelasan kronologi diduga EMM mendapat perlakuan tak menyenangkan dari oknum dosen DM itu.
Kasus tersebut pun kini viral di media sosial.
Para mahasiswa dan alumni ramai membagikan foto korban dan oknum dosen tersebut.
Kebanyakan mereka prihatin dengan hal itu.
Ada juga yang mengungkap sifat oknum dosen tersebut.
N, alumni FIP Unima, mengatakan bahwa dia dan teman-temannya pernah disuruh oleh oknum dosen tersebut untuk mencuci baju.
“Waktu itu saya pilih bagian menyetrika baju,” katanya, Rabu (31/12/2025).
Dia juga mengungkap bahwa oknum dosen tersebut sering membahas hal tak wajar saat masuk ruang kuliah.
“Dia selalu bahas soal hal intim saat masuk. Pernah juga suruh kumpul uang,” ungkapnya.
Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Minahasa Rian Salu, mengatakan kasus tersebut harus diusut tuntas.
“Kasus tersebut bukan peristiwa tunggal, oknum dosen tersebut telah melakukan hal itu selama bertahun-tahun,” kata Riand Salu, Rabu (31/12/2025).
Riand mengatakan tak ada sanksi tegas yang diberikan oleh pihak kampus selama ini.
“Ini adalah kegagalan serius institusi. Ketika kekerasan seksual dibiarkan dan sanksi dijatuhkan setengah hati, korbanlah yang menanggung dampak paling tragis,” tegas Riand.
GMNI Minahasa mendesak penanganan kasus secara transparan, penjatuhan sanksi tegas terhadap pelaku sesuai hukum, serta evaluasi menyeluruh sistem penanganan kekerasan seksual di UNIMA.
“Kampus harus bertanggung jawab, memastikan ruang pendidikan yang aman dan manusiawi,” lanjutnya.
Riand Salu berharap agar tragedi serupa tidak kembali terulang.
“Tidak boleh ada lagi pembiaran. Kampus harus berpihak pada korban dan keadilan,” tutupnya.
Kronologi Seorang Mahasiswi Ditemukan Meninggal di Indekost Matani Satu Tomohon
Dari informasi dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 Wita.
Penemuan berawal saat pemilik kost berinisial YR, yang tinggal di Kelurahan Matani Satu, menerima panggilan dari salah satu penghuni kost.
Dalam panggilan tersebut, YR diberitahu bahwa ada seorang penghuni yang ditemukan meninggal.
Mendengar hal itu, YR langsung bergegas menuju lokasi indekost.
Setibanya di tempat kejadian, YR melihat korban berada di depan pintu masuk kost dengan kondisi sudah meninggal.
Selanjutnya, YR menghubungi pihak kelurahan untuk melaporkan kejadian tersebut.
Tak berselang lama, personel Polsek Tomohon Tengah langsung mendatangi lokasi kejadian.
Kapolsek Tomohon Tengah IPTU Stenly Tawalujan, bersama tim identifikasi dari Polres Tomohon kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sebelumnya, saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Tomohon, IPTU Royke Mantiri, menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan di lokasi, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian sebenarnya akan melakukan penyelidikan lanjutan melalui proses otopsi.
Namun, rencana tersebut tidak dilanjutkan karena pihak keluarga korban menolak dilakukan otopsi.
DISCLAIMER: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Di Manado anda bisa menghubungi pihak RSJ PROF. DR. V. L. Ratumbuysang. (Ico/Pet)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Trheads Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya

Tinggalkan Balasan