Meski Dihancurkan, Pemilik BMW i5 Memilih Damai dengan Ojol di Jakbar

Peristiwa Kecelakaan di Jakarta Barat Berakhir Damai



Sebuah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil listrik BMW i5 dan seorang pengemudi ojek online (ojol) di depan Universitas Mercu Buana, Kembangan, Jakarta Barat, akhirnya berakhir dengan penyelesaian damai. Meskipun mobil tersebut mengalami kerusakan parah akibat amukan massa, kedua belah pihak berhasil menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Kasus ini melibatkan Albert Satryo Wibowo atau ASW (26) sebagai pengemudi BMW i5 dan Sutiyo atau S (53) sebagai korban dari kecelakaan. Setelah proses mediasi yang difasilitasi oleh kepolisian, keduanya sepakat untuk menyelesaikan masalah tanpa perlu melalui jalur hukum formal.

Proses Mediasi yang Dilakukan Polisi

Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, kasus ini telah ditutup setelah kedua belah pihak sepakat menempuh jalur kekeluargaan. Ia menjelaskan bahwa pertemuan antara pengemudi BMW dan korban ojol dilakukan di Kantor Unit Laka Lantas Satlantas Polres Metro Jakarta Barat pada hari Selasa, 22 Juni 2026 malam.

“Pihak korban diwakili oleh anaknya, Alhamdulillah terselesaikan,” ujar Joko saat dihubungi melalui telepon. Dalam proses mediasi tersebut, kepolisian hanya bertindak sebagai fasilitator dan tidak mencampuri kesepakatan yang dibuat oleh kedua belah pihak.

Joko menegaskan bahwa prinsip restorative justice dikedepankan dalam penyelesaian kasus ini. “Intinya begini, dalam hal mediasi, kami memfasilitasi tempat di kantor untuk kedua belah pihak musyawarah untuk mufakat. Dalam hal mediasi tersebut, apa yang diminta, apa yang disepakati, kami tidak tahu,” jelasnya.

Penyebab Kecelakaan dan Tanggung Jawab Pengemudi

Dalam penyelidikan lebih lanjut, Joko menyebut bahwa pengemudi BMW melakukan kelalaian saat menyalip, yang berujung pada kecelakaan. Namun, ia menegaskan bahwa insiden tersebut murni musibah tanpa niat jahat untuk menabrak korban.

“Kami kedepankan kedua belah pihak untuk musyawarah,” tambahnya. Menurut Joko, pengemudi awalnya melarikan diri bukan karena enggan bertanggung jawab, melainkan karena merasa takut akan dihakimi massa.

Kondisi Korban Ojol

Sementara itu, Joko juga memberikan informasi terkait kondisi korban ojol. Meski sempat terpental dari motornya, korban hanya mengalami luka ringan seperti lecet-lecet. Ia memastikan bahwa korban tidak sampai menjalani rawat inap di rumah sakit dan bisa langsung pulang ke rumahnya.

“Kondisi ojolnya luka ringan kemarin. Luka ringan saja kok itu ya, lecet-lecet. Enggak (dirawat inap). Langsung balik, langsung pulang. Bisa cek saja ke RSUD Kembangan, langsung pulang kok itu,” jelas Joko.

Peristiwa Awal yang Menghebohkan

Sebelum penyelesaian damai, kejadian ini awalnya menghebohkan warga sekitar. Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @warga.jakbar, mobil listrik BMW i5 berwarna hitam tersebut dilempari batu dan dipukul bagian kaca serta bodinya oleh sejumlah warga.

Peristiwa itu terjadi di kawasan pinggir tol Kebon Jeruk atau Jalan Perjuangan arah menuju Jalan Arjuna Selatan. Meski diamuk warga, mobil tersebut tetap melaju meski dengan kecepatan rendah karena ban depan tersangkut cone pembatas jalan.

Dalam narasi unggahan media sosial, pengemudi mobil mewah itu diduga melakukan tabrak lari terhadap seorang pemotor di kawasan Meruya Selatan, lalu dikejar hingga ke kawasan Kebon Jeruk. Setelahnya, mobil pun akhirnya berhenti dan menepi tepat di area sebelum gerbang masuk Tol Kebon Jeruk.

Penutup

Kasus ini menunjukkan pentingnya penyelesaian konflik secara damai dan adil. Dengan bantuan polisi sebagai fasilitator, kedua belah pihak dapat menyelesaikan masalah tanpa perlu melalui proses hukum yang panjang. Ini juga menjadi contoh bagaimana masyarakat dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling menghormati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *