– Pergantian tahun bukan sekadar pergeseran angka di kalender, melainkan momentum sakral bagi setiap Muslim untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri.
Menyambut Tahun Baru 2026, umat Islam diajak untuk merefleksikan kedalaman interaksi mereka dengan Al-Qur’an sebagai sumber keberkahan dan peta jalan peradaban.
Dalam sebuah pemaparan mendalam bertajuk “Menggapai Keberkahan di Tahun Baru 2026 Bersama Al-Qur’an”, Ketua FHQ ( Forum Hufadzil Qur’an ) DPW Jabar, Ust. DR. Cand. Agus Yosep Abduloh, M.Pd.I, MBA, menegaskan bahwa keberkahan sejati bukanlah melulu soal limpahan materi, melainkan bertambahnya kebaikan, ketenangan, dan kemanfaatan dalam hidup yang bersumber dari wahyu Ilahi.
AL-QUR’AN: PETUNJUK PALING LURUS DAN FONDASI PERADABAN:
Mengutip Surah Al-Isra ayat 9, Ust. Agus Yosep atau lebih dikenal dengan panggilan Ustadz AYA menjelaskan bahwa Al-Qur’an memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus.
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ
“Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk ke ( jalan ) yang paling lurus,” ( QS. Al Isra : 9 )
“Keberkahan hidup hanya dapat diraih ketika Al-Qur’an dijadikan rujukan utama dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” kata Ustadz AYA yang juga Wakil Ketua III STAI Miftahul Ulum Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya ini.
“Sejarah mencatat bahwa peradaban Islam mencapai puncak kejayaannya ketika Al-Qur’an menjadi inspirasi ilmu pengetahuan, tata kelola sosial, dan kepemimpinan,” ujarnya sembari menekankan bahwa Al-Qur’an berfungsi sebagai fondasi etika dan moral publik.
Hal ini sejalan dengan janji Allah dalam QS. Al-A’raf ayat 96 mengenai keberkahan dari langit dan bumi bagi penduduk negeri yang beriman dan bertakwa.
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
” Dan sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi,” ( Q.S Al A-Raf : 96 )
MANIFESTASI KECERDASAN SPIRITUAL:
Ustadz AYA juga mengingatkan pesan Rasulullah SAW mengenai kriteria orang yang cerdas, yakni mereka yang mampu menghisab (muhasabah) dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.
Kecerdasan sejati menurut kacamata Islam adalah kesadaran spiritual yang melahirkan perencanaan amal berbasis nilai akhirat.
Untuk menggapai keberkahan di tahun 2026 kata Ustadz AYA terdapat tiga komitmen nyata yang harus dibangun oleh setiap Muslim yakni:
• Membaca Al-Qur’an secara rutin dengan tadabbur (perenungan).
• Mempelajari makna dan tafsirnya agar nilai-nilainya hidup dalam akal dan nurani.
• Mengamalkannya dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.
MENUJU HIJRAH RUHANI DAN INTELEKTUAL:
Sebagai penutup, Ust. Agus Yosep Abduloh mengajak seluruh umat untuk menjadikan Tahun Baru 2026 sebagai titik tolak hijrah ruhani dan intelektual.
Dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dan pedoman utama, diharapkan keberkahan akan terus mengalir dalam setiap detak waktu dan amal perbuatan.
“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya dalam kehidupan dunia dan sebagai syafaat di akhirat kelak,” pungkas penceramah muda yang juga Ketua IDMI DPW Jabar dan Pimpinan Ponpes Daarul Mu’miin Kota Tasikmalaya ini.***
