Manfaatkan Teknologi Digital, Dosen dan Mahasiswa Polindra Peta Potensi Desa Leuwigede

– Kemajuan era digital mengharuskan adanya sistem informasi yang mampu mengelola data secara efisien, terutama dalam mendukung pembangunan desa.

Penggunaan Sistem Informasi Publik Pemetaan Potensi dan Perencanaan Pembangunan Desa yang berbasis digital dianggap sebagai cara inovatif untuk meningkatkan kejelasan, akurasi, serta efisiensi dalam perencanaan pembangunan desa.

Bacaan Lainnya

Oleh karena itu, tim dosen dan mahasiswa dari Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Leuwigede, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Dosen sekaligus ketua tim pengabdian, Dita Rizki Amalia mengungkapkan, sistem informasi publik ini dibuat guna mempermudah pemerintah desa dan masyarakat dalam mengakses, memperbaharui, serta menganalisis data potensi desa secara langsung.

Dengan menggunakan sistem informasi publik yang berbasis digital, data mengenai potensi desa dapat diatur secara terpadu, sehingga keputusan pembangunan yang dibuat lebih tepat dan didasarkan pada data yang andal.

“Kami berharap sistem informasi masyarakat ini bisa memperkuat kemampuan desa dalam mengelola dan memaksimalkan potensinya,” kata Dita, Selasa (16/12/2025).

Berdasarkan pendapat Dita, pemetaan kemampuan desa merupakan langkah krusial dalam menyusun rencana pembangunan yang berkelanjutan.

Menggunakan sistem informasi digital, data terkait sumber daya alam, ekonomi, sosial, serta infrastruktur desa dapat didokumentasikan secara lengkap dan disajikan dalam bentuk visual yang mudah dipahami.

Ini memudahkan pemerintah desa dalam merancang strategi pembangunan yang lebih tepat sasaran serta memberikan akses informasi kepada masyarakat dan para investor.

Riyan Farismana, seorang dosen sekaligus anggota tim mengungkapkan, bahwa Desa Leuwigede memiliki potensi yang besar yang selama ini belum sepenuhnya diidentifikasi secara maksimal.

“Desa Leuwigede memiliki potensi di bidang pertanian, layanan kesehatan, hingga industri rumah tangga. Namun hingga saat ini data potensi masih dikelola secara manual sehingga sulit digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan jangka panjang,” ujar Riyan.

Selain membantu dalam perencanaan, sistem informasi publik ini juga berperan dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat.

Melalui platform digital yang terbuka, warga dapat menyampaikan masukan, mengajukan usulan, serta memantau perkembangan program pembangunan desa.

“Dengan adanya program ini, diharapkan desa Leuwigede dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan Pembangunan desa,” kata dia.

Sementara itu, Dian Pramadhana, dosen sekaligus anggota tim lainnya menilai, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa yang berkelanjutan.

“Transparansi data dan akses informasi yang terbuka akan mendorong partisipasi aktif masyarakat, menciptakan rasa memiliki, serta memperkuat akuntabilitas pemerintah desa,” ujarnya.

Desa Leuwigede diketahui memiliki luas wilayah sekitar 278,07 km⊃2; dengan jumlah penduduk 4.067 jiwa. 

Mayoritas masyarakat bermata pencaharian di sektor pertanian, terutama persawahan dan perkebunan. 

Dengan penerapan sistem informasi publik berbasis digital, desa ini diharapkan mampu mengelola dan mengembangkan potensi sumber daya alam serta manusia secara mandiri.

“Penerapan teknologi digital tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan Desa Leuwigede menjadi lebih maju, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung visi pemerintah dalam mewujudkan pembangunan desa yang efektif, efisien, dan berkelanjutan,” tutup Dian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *