Jelajah Situ Kulong Minyak Belitung Timur, saksi bisu kejayaan timah Belitung yang kini menjelma menjadi nadi olahraga masyarakat

Selama ini, saya hanya setia pada dua rute lari di Belitung Timur yaitu : Kompleks Perkantoran Manggar dengan suasana yang  asri dan ada Stadion Rimba Plawan (GOR Damar) dengan kelengkapan fasilitas olahraganya . Tapi tahun ini, ada membawa suasana baru. Situ Kulong Minyak  hadir sebagai pilihan ketiga, melengkapi variasi tempat olahraga saya di Belitung Timur.

Situ Kulong Minyak sebagai bukti sukses revitalisasi lahan bekas tambang menjadi ruang publik berkelas. Di area seluas 6,5 hektar ini, tersedia jogging track sepanjang 1,2 km yang kini menjadi favorit warga untuk lari dan bersantai. Kabarnya, pembangunan kawasan ini menelan anggaran hingga 4 miliar rupiah. Namun, melihat hasil akhir yang terlihat ‘mewah’ dengan kualitas fasilitas yang mumpuni, angka tersebut terasa sangat sepadan.

Bacaan Lainnya

Kehadiran destinasi wisata baru  ini membawa angin segar bagi warga Kabupaten Belitung Timur. Kini, masyarakat memiliki alternatif wisata yang seru untuk mengisi waktu luang, berolahraga, belajar sejarah,  sekaligus menjadi ruang berkumpul yang hangat dengan teman dan keluarga.

Tak hanya sekadar mempercantik kota, keberadaan Situ Kulong Minyak telah menyuntikkan energi positif yang luar biasa bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Belitung Timur. Dari pengamatanku, setidaknya ada empat hal yang bisa dijumpai dari Situ Kulong Minyak diantaranya

1.Belajar Sejarah Kejayaan Timah

Saya pernah bertanya-tanya  dalam hati mengapa tempat ini dinamai Kulong Minyak? Ternyata, ada cerita unik di baliknya. Tempat ini merefleksikan sejarah kejayaan timah Belitung dimana dulunya adalah lokasi tambang timah yang sangat kaya, dioperasikan oleh perusahaan Belanda (sebelum PT Timah). Lokasi ini, awalnya bernama Tebat Bengkuang (atau Kulong Bengkuang), adalah bagian dari sejarah penambangan timah oleh NV Billiton Maatschappij dan kini telah ditransformasi menjadi destinasi wisata baru di kota Manggar, Belitung Timur.

Dahulu, kolong ini berfungsi ganda yaitu sebagai sumber air sekaligus tempat pembuangan limbah dari sentral listrik EC (Electric Centrale). Limbah tersebut membuat permukaan air selalu terlihat mengkilap karena lapisan minyak. Dari sanalah warga setempat secara turun-temurun menyebutnya ‘Kulong Minyak’. Jika pengunjung ingin mempelajarinya lebih lengkap, pemerintah menyediakan  papan informasi sejarah di area ini.

2. Wisata Olahraga Yang Kekinian

Magnet utama dari Situ Kulong Minyak terletak pada area larinya sepanjang 1,2 kilometer yang dirancang mengintari danau buatan yang terbentuk dari bekas tambang timah (Kulong).  Lintasan ini menawarkan harmoni sempurna dan memungkinkan masyarakat membakar kalori lewat olahraga, sambil menenangkan pikiran dengan suguhan pemandangan air. Sambil berlari, pelari bisa menyaksikan juga ada replika besar tugu kater, tugu 1001 Warung Kopi, ada payung besi dan juga bagi pelari malam, ada lampu yang dipasang sehingga tidak perlu terlalu takut jika jogging di malam hari. Oh ya disini juga ada skuter manual, skuter listrik, sepeda manual, sepeda listrik, mobil remot dan motor-motoran dengan harga sewa Rp. 20.000/ 15-30 menit.

3.Ruang Publik Yang Serbaguna

Tak ubahnya sebuah gedung serbaguna beratap langit, Situ Kulong Minyak kini bertransformasi menjadi panggung utama bagi berbagai helatan publik. Kawasan ini kerap hidup dan berdenyut oleh beragam agenda, mulai dari pertunjukan seni yang memukau, semarak bazaar UMKM, hingga hentakan kaki para peserta event  lari 5-10 KM.”

4. Sentra Ekonomi Baru Belitung Timur.

Kawasan Situ Kulong Minyak ini juga menjelma menjadi sentra ekonomi baru. Deretan usaha baru hadir disini mulai dari yang berkonsep warung kopi hingga tempat nongkrong milenial hadir di  sekitarnya.  Tak hanya memanjakan lidah pengunjung, tetapi juga menjadi ladang rezeki bagi pelaku UMKM. Ini adalah bukti nyata bahwa revitalisasi fisik mampu melahirkan sumber ekonomi baru bagi masyarakat  Belitung Timur

Penutup

Sebagai penutup, apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada pemerintah pusat dan pemerintah Daerah Belitung Timur yang telah menghadirkan Situ Kulong Minyak di tengah Kota Manggar. Langkah merevitalisasi kawasan bekas tambang menjadi ruang publik yang estetik adalah sebuah terobosan brilian. Kini, masyarakat memiliki sarana olahraga yang mumpuni sekaligus destinasi wisata keluarga yang nyaman untuk menghabiskan waktu berkualitas, terutama saat akhir pekan dan hari libur. Ini adalah kado indah bagi warga Belitung Timur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *