– Pada hari Rabu (18/2), umat Katolik akan berkumpul untuk melakukan ibadah Rabu Abu, yang juga menjadi tanggal pertama mereka memasuki Masa Prapaskah.
Perayaan ibadah, atau misa, akan dilaksanakan sesuai dengan tata cara yang biasa, hanya saja ditambahkan acara pembagian abu di dahi setiap jemaat.
Setiap kali berlangsung misa, paling sedikit terdapat tiga bacaan dari Kitab Suci yang kemudian digunakan sebagai dasar untuk merenungkan makna ajaran. Bacaan-bacaan tersebut dikenal dengan nama Bacaan Pertama, Bacaan Kedua, dan Bacaan Injil.
Bacaan Pertama
Yoel 2:12-18
“Sekarang,” demikianlah firman Tuhan, “kembalilah kepada-Ku dengan segenap hati, dengan berpuasa, dengan menangis dan meratap.” Robeklah hatimu, bukan pakaianmu, kembalilah kepada Tuhan, Allahmu, karena Ia penuh kasih dan belas, sabar, serta penuh kasih setia, dan Ia menyesal atas hukuman-Nya. Siapa tahu, mungkin Ia akan kembali dan menyesal, lalu meninggalkan berkat sebagai persembahan api dan korban curahan bagi Tuhan, Allahmu.
Tiuplah trompet di Sion, adakanlah puasa yang suci, umumkanlah pertemuan besar; kumpulkanlah orang-orang ini, sucikanlah jemaat,
Kumpulkanlah para lansia, kumpulkanlah anak-anak, bahkan bayi yang masih menyusu; biarkan pengantin pria keluar dari kamarnya, dan pengantin wanita dari kamar tidurnya. Biarkan para imam dan pelayan Tuhan menangis di depan pelataran mezbah, serta berkata, “Sayangilah, ya Tuhan, umat-Mu, dan jangan biarkan milik-Mu menjadi ejekan, sehingga bangsa-bangsa mengolok-olok mereka. Mengapa orang-orang berkata di antara bangsa-bangsa: Di manakah Allah mereka?” Maka Tuhan merasa iri terhadap tanah-Nya, dan mengasihi umat-Nya.
Bacaan Kedua
2 Korintus 5:20-6:2
Saudara-saudara, kami adalah utusan-utusan Yesus; seolah-olah Tuhan berbicara kepada kamu melalui kami. Dengan nama Yesus, kami memohon kepada kamu: Bertaubatlah kepada Tuhan. Kristus yang tidak pernah berdosa telah dijadikan-Nya sebagai dosa bagi kita, agar melalui Dia kita diperhitungkan benar di hadapan Allah. Sebagai rekan-rekan kerja, kami menasihati kamu, janganlah menghancurkan kasih karunia yang telah kamu terima dari Allah. Karena Tuhan berkata, “Pada saat Aku berkenan, Aku akan mendengarkan kamu, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan membantu kamu.” Perhatikanlah, saat ini adalah waktu yang berkenan; hari ini adalah hari keselamatan.
Bacaan Injil
Matius 6:1-6, 16-18
Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Perhatikanlah, jangan sampai kamu melakukan perbuatan agama di depan orang agar mereka melihatnya. Karena jika begitu, kamu tidak akan mendapatkan balasan dari Bapa-Mu yang ada di surga. Jadi, ketika kamu memberi sedekah, janganlah kamu memperdengarkan hal itu, seperti yang dilakukan orang-orang munafik di rumah ibadat dan di jalanan, agar mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: ‘Mereka telah menerima imbalannya.’ Namun, jika kamu memberi sedekah, biarkan tangan kirimu tidak mengetahui apa yang dilakukan tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu diberikan secara rahasia. Maka Bapa-Mu yang melihat hal-hal yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan ketika kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya sambil berdiri di rumah-rumah ibadat dan di sudut-sudut jalan raya, agar mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah menerima upahnya.’ Tapi jika kamu berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, lalu berdoalah kepada Bapa-Mu yang berada di tempat tersembunyi. Maka Bapa-Mu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Dan jika kamu berpuasa, janganlah membuat wajahmu sedih seperti orang-orang yang tidak jujur. Mereka mengubah ekspresi wajahnya agar orang lain mengetahui bahwa mereka sedang berpuasa. Aku katakan kepadamu, “Mereka telah menerima imbalannya.” Namun, jika kamu berpuasa, oleslah kepalamu dengan minyak dan bersihkan wajahmu, agar tidak terlihat oleh orang bahwa kamu sedang berpuasa, tetapi hanya oleh Allah yang berada di tempat tersembunyi. Maka Allah yang melihat hal-hal yang tersembunyi akan memberimu balasan.

Tinggalkan Balasan