Gempa 2,3 Magnitudo Guncang Bantul, Ini Informasi BMKG

Ringkasan Berita:

  • Gempa bumi dengan kekuatan 2,3 skala Richter menggoyang wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
  • BMKG memberikan panduan langkah-langkah yang perlu diambil ketika terjadi gempa bumi.

 

https://mediahariini.comGempa bumi dengan kekuatan 2,3 skala Richter menggoyang wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Jumat (12/12/2025).

BMKG mengumumkan bahwa gempa bumi yang terjadi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta terjadi pada pukul 20.10.46 WIB.

Episentrum gempa berada di 8.30 LS – 110.29 BT. Gempa tersebut terjadi 44 km barat daya Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan kedalaman 20 Km.

Berikut informasi gempa terbaru yang diambil dari Twitter @infobmkg melalui https://mediahariini.com:

#Gempa Mag:2.0, 12-Dec-2025 20:10:46WIB, Lok:8.30LS, 110.29BT (44 km BaratDaya BANTUL-DIY), Kedlmn:20 Km #BMKG Pernyataan: Informasi ini berfokus pada kecepatan penyampaian, sehingga hasil pemrosesan data belum sepenuhnya stabil dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data

Berikut langkah yang harus kamu lakukan ketika gempa terjadi:

1. Tetap tenang

Saat gempa terjadi, usahakan untuk tidak takut dan tetap tenang!

Tarik napas perlahan, kemudian amati lingkungan sekitar dan carilah lokasi yang aman untuk berlindung.

2. Di dalam rumah

Jika sedang berada di dalam penginapan saat gempa terjadi, usahakan untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar kamu.

Berlindung di bawah meja merupakan lokasi paling aman untuk melindungi diri dari benda-benda yang jatuh akibat gempa bumi.

Kemudian, lindungi kepala menggunakan benda yang lembut.

Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling efisien kamu dapat menggunakan kedua tangan dengan posisi terbuka.

3. Di luar ruangan

Jika sedang berada di luar ruangan saat gempa terjadi, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah segera menjauhi bangunan dan tiang serta berpindah ke area terbuka.

Tenanglah diri dengan menghirup napas perlahan dan jangan melakukan apa pun.

Karena, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa lanjutan.

4. Di kerumunan

Jika pada saat itu kamu berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kekacauan.

Untuk mencegah hal tersebut, kamu dapat mengikuti petunjuk dari petugas penyelamat dan berusaha segera menuju tangga darurat agar sampai ke area terbuka.

5. Di pegunungan atau daerah dataran tinggi

Jika terjadi gempa saat kamu sedang berada di pegunungan, segeralah berpindah ke area terbuka untuk mencari perlindungan.

Hindari wilayah yang berdekatan dengan lereng karena terdapat risiko terjadinya tanah longsor yang dapat membahayakan nyawa.

6. Di laut

Gempa bumi di dasar laut dapat mengakibatkan terjadinya gelombang tsunami.

Jika terjadi gempa, segeralah berpindah ke area yang lebih tinggi.

7. Di dalam kendaraan

Bagi yang sedang melakukan perjalanan ketika gempa terjadi, peganglah dengan kuat agar tidak jatuh.

Berhenti di tempat yang terbuka dan tinggalkan di sana.

Selanjutnya diketahui bahwa gempa bumi diukur menggunakan skala MMI.

Berdasarkan skala MMI yang dirujuk dari situs BMKG, berikut informasi MMI yang bisa dipelajari.

I MMI

Gempa bumi tidak terasa kecuali dalam kondisi yang sangat luar biasa oleh sejumlah orang.

II MMI

Gempa bumi terasa oleh sejumlah orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung tampak berayun.

III MMI

Gempa bumi terasa jelas di dalam rumah.

Gempa terasa seperti sedang berada di dalam truk yang sedang melaju.

IV MMI

Pada siang hari, terasa oleh banyak orang di dalam rumah, sedangkan beberapa orang di luar rumah merasakan hal yang sama, keramik retak, jendela/pintu bergetar hingga berbunyi, dan dinding terdengar suara.

V MMI

Gempa bumi dapat dirasakan oleh sebagian besar orang, orang-orang berlarian, peralatan rumah tangga retak, benda-benda terlempar, tiang dan objek besar tampak berayun, serta lonceng bisa berhenti berayun.

VI MMI

Gempa bumi terasa oleh seluruh masyarakat.

Banyak orang kaget dan berlari keluar, plester dinding mengelupas dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan yang tidak terlalu parah.

VII MMI

Semua orang di dalam rumah pergi keluar.

Kerusakan kecil pada rumah yang memiliki struktur dan konstruksi yang baik.

Sementara itu, pada bangunan yang memiliki konstruksi tidak memadai terjadi retakan bahkan kerusakan, cerobong asap mengalami pecah.

Dan getaran bisa dirasakan oleh seseorang yang sedang mengendarai kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan kecil pada struktur bangunan yang kokoh.

Keretakan pada bangunan yang memiliki struktur tidak memadai, dinding terlepas dari kerangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan yang terjadi pada bangunan yang memiliki konstruksi kokoh, menyebabkan kerangka rumah menjadi melengkung dan banyak ditemukan retakan.

Rumah terlihat berpindah dari fondasi awalnya. Pipa-pipa di dalam rumah rusak.

X MMI

Bangunan yang terbuat dari kayu kuat mengalami kerusakan, kerangka rumah terlepas dari fondasinya, tanah retak dan rel melengkung, serta longsoran tanah terjadi di setiap sungai dan daerah dengan kemiringan curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit saja yang masih berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa yang berada di bawah tanah sudah tidak bisa digunakan lagi, tanah retak, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur sama sekali, gelombang terlihat di permukaan tanah.

Lanskap menjadi gelap, benda-benda terlempar ke langit-langit

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *