Dua petani di Haurgeulis meninggal dunia diduga tersambar petir saat hujan lebat

– Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Indramayu kembali memakan korban jiwa. Hujan deras disertai petir yang terjadi pada Minggu 21 Desember 2025 menyebabkan dua orang petani di Kecamatan Haurgeulis meninggal dunia di lokasi yang berbeda.

Peristiwa ini menambah daftar risiko aktivitas di area terbuka saat cuaca buruk, khususnya di wilayah persawahan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pertama diketahui berinisial A (35), seorang petani perempuan asal Desa Karang Tumaritis Blok VIII, Kecamatan Haurgeulis.

Korban ditemukan oleh warga dalam kondisi tidak bernyawa di area persawahan Desa Kertanegara. Diduga kuat, korban tersambar petir saat sedang beraktivitas di sawah ketika hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.

Sementara itu, korban kedua berinisial M (55), warga Desa Wanakaya Blok VI, Kecamatan Haurgeulis. Korban ditemukan tergeletak di sekitar area Embung Wanakaya oleh warga setempat. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Peristiwa tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat dan langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian setempat.

Mendapatkan informasi dari warga, Kapolsek Haurgeulis AKP Maman Kusmanto bersama sejumlah anggota segera mendatangi dua lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.

“Begitu menerima laporan dari warga, kami langsung menuju ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan,” ujar AKP Maman Kusmanto saat dikonfirmasi.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. Aparat kepolisian menduga kuat penyebab meninggalnya kedua petani tersebut adalah akibat sambaran petir, mengingat pada saat kejadian wilayah Haurgeulis diguyur hujan deras disertai kilat dan petir dengan intensitas tinggi.

Kapolres Indramayu AKBP Mohammad Fajar Gemilang melalui Kapolsek Haurgeulis AKP Maman Kusmanto membenarkan adanya dua korban meninggal dunia akibat tersambar petir di wilayah Kecamatan Haurgeulis.

Ia menyampaikan bahwa kejadian tersebut murni merupakan musibah dan tidak berkaitan dengan unsur tindak pidana.

“Benar, telah terjadi peristiwa dua orang petani meninggal dunia yang diduga kuat akibat tersambar petir. Saat kejadian, kondisi cuaca memang hujan deras disertai petir,” jelas AKP Maman Kusmanto mewakili Kapolres Indramayu.

Setelah dilakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), pihak kepolisian bersama warga setempat melakukan proses evakuasi terhadap kedua korban.

Jenazah masing-masing korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan dilakukan prosesi pemakaman.

Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban serta warga sekitar. Sejumlah warga mengaku terkejut dan tidak menyangka musibah tersebut terjadi, mengingat aktivitas bertani merupakan kegiatan rutin yang biasa dilakukan meskipun dalam kondisi cuaca kurang bersahabat.

Pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat, khususnya para petani dan pekerja lapangan, agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang belakangan ini sering terjadi.

Masyarakat diminta untuk segera mencari tempat aman dan menghindari area terbuka seperti sawah, ladang, atau perairan ketika hujan disertai petir.

“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi cuaca. Jika hujan deras disertai petir, sebaiknya segera menghentikan aktivitas di luar ruangan dan mencari tempat yang lebih aman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” imbau Kapolsek Haurgeulis.

Musibah ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya alam, terutama di musim penghujan.

Dengan meningkatnya intensitas hujan dan cuaca ekstrem, peran serta semua pihak sangat dibutuhkan untuk saling mengingatkan demi keselamatan bersama.***


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *