Baru membaik di tahun ke-4 pernikahan, kondisi yang buat Dinda Hauw menjalani hipnoterapi terjawab

Baru membaik di tahun ke-4 pernikahan dengan Rey Mbayang, pemicu Dinda Hauw menjalani hipnoterapi terkuak.

Lima tahun sudah usia pernikahan pasangan artis Rey Mbayang dan Dinda Hauw.

Bacaan Lainnya

Keduanya dikenal sebagai pasangan artis yang kompak dan romantis.

Pernikahan Dinda dan Rey juga semakin lengkap dengan kehadiran dua buah hati.

Namun di balik itu, tak selamanya kondisi rumah tangga mereka berjalan mulus.

Dinda rupanya pernah dihantui rasa cemburu dan melalui fase posesif terhadap sang suami.

Situasi itu diakui Dinda dirasakan begitu kentara di awal pernikahannya.

“Mungkin kalau awal-awal nikah ada rasa takutnya, cuma makin kesini kaya yaudahlah serahin aja sama yang di atas,“ ujar Dinda dikutip dari Podcast YouTube MAIA ALELDUL TV, Minggu (4/1/2026).

“Kalau cemburu-cemburuan masih ada sedikit-sedikit tapi semakin kesini semakin dewasa dan percaya juga sama yang di atas. Karena kan yang ngebentuk dia dan kasih hatinya dia untuk bagaimana kan yang diatas jadi aku serahin aja apapun yang terjadi yaulah,“ ungkapnya.

Pasangan ini juga mengaku bahwa proses saling percaya baru mulai terbangun setelah empat atau lima tahun pernikahaan. 

“Mulai percaya tahun ini kayaknya. Tahun keempat kelima lah yang udah mulai agak enakan. Kalau awal-awal tuh masih yang cemburu posesif,” kata Dinda.

Sifat posesif Dinda sempat menjadi tantangan dalam pernikahannya, sampai akhirnya ia harus menjalani hipnoterapi. 

“Aku posesif sampai hipnoterapi, karena mungkin aku pernah punya trauma jadi ngerasa gak terlalu banyak percaya sama laki-laki,” ujarnya.

Ia menambahkan, rasa ketidak percayaannya hadir karena cerita ibunya tentang ayahnya, sehingga Dinda tumbuh dengan hati-hati terhadap laki-laki. “Bisa dibilang kaya gak percayalah sama laki-laki, apalagi aku juga kerja dari dulu jadi ngerasa kayak yaudah,” katanya.

Namun, setelah menikah, ibu dua anak ini ingin menjadi istri yang baik dan memperbaiki sifat-sifat buruk dalam dirinya. 

“Tapi pas aku menikah dan tujuannya ibadah serta jadi istri yang baik makanya aku ngerasa kayak sifat-sifat yang buruk dari dalam diriku gak boleh ada. Aku ngerasa harus dikurangin, bahkan kalau boleh dikontrol dan dihilangkan,“ jelasnya.

Untuk mengatasi hal itu, Dinda melakukan hipnoterapi agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. “Makanya aku sendiri yang mau harus coba buat hipnoterapi untuk mengurangi rasa-rasa ketidakpercayaan atau mungkin supaya jadi pribadi yang lebih baik lagi. Aku hipnoterapi 2 kali,“ ujarnya.

Rey Mbayang sendiri ternyata juga ikut dalam hipnoterapi bersama Dinda untuk memperkuat hubungan mereka. “Kita berdua bareng hipnoterapi. Jadi bagaimana cara Dinda ke aku dan bagaimana aku juga ke dia karena pastikan aku banyak salahnya juga, jadi selagi tujuannya baik kita hipno bareng,” ujarnya.

Hipnoterapi tersebut dilakukan dengan psikolog yang sama dan memberikan manfaat untuk rumah tangga mereka. “Jadi aku juga works banget karena justru bukan percaya ke pasangannya, lebih ke emosi yang negatif dan gak baik buat diri kita,” kata Rey.

Rey menekankan bahwa metode ini bukan aib, tapi cara mereka untuk saling mengenal dan memperbaiki diri. “Itu bukan aib kan ya, itu cara setiap orang aja buat bisa lebih mengenal satu sama lain. Makanya kita selalu bilang kalau ada yang buat kesalahan antara kita berdua tuh jangan ada yang denial dan tidak menerima. Jadi kalau bikin kesalahan ya mengakui dan memperbaiki,” tutupnya.

Dengan segala upaya dan komitmen yang mereka lakukan, Dinda Hauw dan Rey Mbayang menunjukkan bahwa pernikahan yang harmonis memang membutuhkan kerja sama dan kepercayaan. Kisah mereka menjadi inspirasi bahwa kesetiaan, komunikasi, dan usaha bersama bisa menjaga cinta tetap kuat meski menghadapi tantangan.

Sepakati Aturan Main tentang Adegan Mesra saat Akting

Berprofesi sebagai aktor, Dinda Hauw dan Rey Mbayang memiliki kesepakatan khusus jika harus berakting dengan lawan jenis. 

Rey Mbayang menegaskan bahwa aturan itu dibuat atas dasar kesadaran bersama. Bukan paksaan dari satu pihak.

“Bukan aku ke Dinda, Dinda ke aku sih. Lebih ke rules ke kita sama kitanya sendiri,” kata Rey Mbayang di kawasan Kemang, Jakarta Selatan dikutip dari Grid.id, Minggu (2/11/2025).

Senada dengan sang suami, Dinda Hauw pun membenarkan adanya batasan tersebut. Meski demikian, jika bisa memilih, tak menampik wanita 29 tahun itu memilih untuk terus bekerja bersama Rey Mbayang, terutama mengingat anak-anak mereka yang masih kecil.

“Iya, soalnya kan ya pengennya kan apalagi anak-anak masih pada kecil kan. Jadi ya pengennya kalau bisa ya berdua gitu,” ungkap Dinda Hauw.

“Tapi kalaupun enggak, ya kita tahulah batasan masing-masingnya tuh seperti apa,” lanjutnya.

Saat ditanya lebih jauh mengenai batasan yang dimaksud, Dinda Hauw tanpa ragu membeberkan aturan mainnya. Mengenai adegan yang hanya melibatkan sentuhan tangan, Dinda mengaku masih bisa memberikan toleransi.

“Ya, mungkin kalau masih kayak bersentuhan-sentuhan yang tangan gitu mungkin masih kayak masih aman lah,” terangnya.

Akan tetapi, ibu dua anak ini memasang garis merah yang jelas untuk adegan yang lebih intim. Batasan ketat ini bukanlah didasari oleh ketakutan akan cinta lokasi.

“Tapi ya kalau untuk yang udah cium, yang… itu udah… (Nggak),” tegasnya.

“Mereka (anak-anak) akan terus bertumbuh dan lama-lama kan mengerti ya bagaimana cara kerja mamanya, tempat bekerjanya seperti apa gitu. Jadi kita lebih menjaga buat anak-anak aja sih,” jelas bintang film Surat Kecil untuk Tuhan itu.

Lebih lanjut, keharmonisan rumah tangga Dinda Hauw dan Rey Mbayang juga ditopang oleh gaya hidup mereka. Keduanya mengaku lebih suka menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga, yang secara alami mengurangi potensi konflik.

“Karena kita tuh sebenarnya jarang, jarang juga sih, Kak. Soalnya memang anak rumahan, terus kedua tuh kita emang udah sama-sama kasih pengertian gitu loh,” beber Dinda Hauw.

Status sebagai orang tua juga membuat Dinda dan Rey lebih sadar akan tanggung jawab.

“Kalau misalnya kita kayak gini tuh kita udah punya anak nih, jadi kita tahu nih harus gimana-gimana gitu. Jadi emang kita udah mawas diri masing-masing,” pungkasnya.

(/Grid.id)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *