Peningkatan Jumlah Penumpang Whoosh Selama Momen Nataru
Peningkatan jumlah wisatawan yang masuk ke wilayah Bandung selama momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) mulai terlihat. Hal ini terbukti dari peningkatan jumlah penumpang yang menggunakan layanan Whoosh, yang telah mencapai angka 22.500 penumpang per hari. Angka ini menunjukkan tren positif dibandingkan biasanya yang berada di kisaran 16 ribu hingga 18 ribu penumpang per hari.
Berdasarkan data yang dirilis pada Jumat (19/12/2025), angkutan Whoosh dari Stasiun Halim Jakarta mencatatkan jumlah penumpang tertinggi dengan 11.966 penumpang. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memanfaatkan layanan transportasi cepat ini untuk bepergian selama liburan.
Emir Monti, Manajer Komunikasi Korporat Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), mengatakan bahwa prediksi peningkatan jumlah penumpang akan terus berlanjut hingga mencapai 26.000 penumpang per hari. Untuk menghadapi lonjakan tersebut, KCIC telah meningkatkan jumlah perjalanan Whoosh hingga 62 kali per hari.
“Kami menyiapkan 62 perjalanan, meningkat 26 persen jika dibandingkan Nataru sebelumnya, saat itu ada 48 perjalanan per hari. Kemudian kapasitasnya kami tingkatkan jadi 37 ribu tempat duduk per hari, dari sebelumnya 28 ribu,” ujar Emir.
Selain itu, KCIC juga melakukan antisipasi terhadap cuaca ekstrem yang bisa memengaruhi operasional Whoosh. Sistem pengamanan yang canggih telah dipasang untuk mengatasi berbagai risiko, seperti gempa bumi, curah hujan tinggi, angin kencang, dan benda asing. Di daerah dengan intensitas hujan tinggi, kecepatan kereta akan dibatasi oleh pusat kendali untuk menjaga keselamatan penumpang.
Pemantauan Jalur dan Ketersediaan Petugas Pengaman
Untuk memastikan kelancaran operasional, pemeriksaan ketat terhadap jalur-jalur Whoosh dilakukan secara berkala setiap hari. Pemeriksaan ini diperkuat di setiap akhir pekan agar tidak ada gangguan yang mengganggu perjalanan.
Selain itu, KCIC telah menyiapkan 530 petugas pengaman gabungan, termasuk dari internal KCI, TNI, dan Polri, untuk mengawasi seluruh stasiun serta jalur kereta. Pemeriksaan rutin dilakukan setiap malam, dengan adanya “window time” khusus pada hari Minggu untuk memastikan jalur dalam kondisi aman.
“Pemeriksaan dilakukan rutin, setiap malam kamu ada window time, momen kami memeriksa jalur dari potensi bahaya, hari Minggu ada long window time, sehingga jadwal Halim dan Tegalluar berubah, berkurang dua jadwal biasanya,” tambah Emir.
Rekomendasi untuk Wisatawan
Emir berharap wisatawan atau calon penumpang Whoosh dapat merencanakan perjalanan dengan baik. Untuk menghindari kemacetan, ia mengimbau para penumpang untuk menggunakan kereta api feeder dari Stasiun Bandung dan Cimahi. Layanan ini gratis bagi penumpang Whoosh yang akan naik dari Padalarang, dengan waktu tempuh hanya 18 menit dari Bandung ke Padalarang.
Dengan rencana dan persiapan yang matang, KCIC berupaya memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman dan aman bagi semua penumpang selama momen Nataru.

Tinggalkan Balasan