Juli 12, 2026

Api Dekat Permukiman, Kebakaran Lahan Sumare Memicu Kekhawatiran Warga

0
AA1JQYzl.jpg

Kebakaran Lahan di Desa Sumare, Mamuju Memicu Penanganan Darurat

Kebakaran lahan melanda empat dusun di Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, pada Selasa (7/7/2026). Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga setempat karena salah satu titik api berada hanya sekitar 50 meter dari permukiman. Dampaknya, masyarakat khawatir api bisa merambat ke rumah-rumah penduduk.

Untuk mengatasi situasi darurat ini, tim gabungan yang terdiri dari beberapa instansi pemerintah dan lembaga penanggulangan bencana dikerahkan ke lokasi kebakaran. Tim tersebut mencakup Polresta Mamuju, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mamuju, Damkar Provinsi Sulawesi Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulbar, serta Kementerian Pekerjaan Umum.

Upaya Pemadaman yang Dilakukan

Dalam upaya memadamkan api, Polresta Mamuju mengerahkan mobil Armoured Water Cannon (AWC), yang merupakan alat pemadam kebakaran khusus yang digunakan untuk mengendalikan api besar. Selain itu, suplai air diperkuat dengan menggunakan mobil tangki dari BPBD Provinsi Sulbar dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Kabid Pemadam Kebakaran Damkar Mamuju, Randi, menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan satu unit armada dengan tujuh hingga delapan personel. Sementara itu, Damkar Provinsi Sulbar juga menurunkan satu unit armada untuk membantu proses pemadaman. Selain itu, petugas dari Kepolisian juga turut serta dalam operasi pemadaman.

“Kalau dari Damkar Mamuju sekitar tujuh sampai delapan personel. Kami juga dibantu satu unit armada dari Damkar Provinsi. Selain itu ada personel gabungan dari Kepolisian yang ikut membantu di lokasi,” ujar Randi.

Peran Personel Polresta Mamuju

Personel Polresta Mamuju yang dipimpin oleh Kasat Samapta bersama Kanit Patroli Sat Samapta turut serta dalam pemadaman menggunakan mobil AWC. Alat ini digunakan untuk menyemprotkan air secara efektif ke area yang terbakar, sehingga dapat mengurangi risiko kebakaran meluas.

Selain itu, suplai air diperkuat menggunakan mobil tangki dari Kementerian Pekerjaan Umum dan BPBD Provinsi Sulawesi Barat. Hal ini dilakukan agar pasokan air cukup untuk memadamkan api yang terus berkobar.

Koordinasi dengan Pihak Terkait

Petugas juga melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Sumare untuk menyiagakan warga apabila kobaran api semakin mendekati permukiman. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi kerugian lebih besar.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Kehutanan serta instansi terkait lainnya dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan. Dengan adanya kolaborasi antar instansi, diharapkan kebakaran dapat segera dipadamkan dan tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk.

Tindakan Pencegahan dan Evaluasi

Setelah api berhasil dipadamkan, tim penanggulangan bencana akan melakukan evaluasi terhadap penyebab kebakaran. Hal ini penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan menjaga lingkungan agar tidak mudah terbakar.

Dengan tindakan cepat dan kolaborasi antar instansi, kebakaran lahan di Desa Sumare dapat segera dikendalikan. Namun, perlu adanya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran yang bisa merugikan banyak pihak.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *