Juli 12, 2026

Anjing Pelacak Bantu Temukan Orang Hilang di Hutan Purbalingga

0

Upaya Pencarian Lansia yang Hilang di Hutan Purbalingga Terus Dilakukan

Pencarian terhadap seorang lansia yang hilang selama sepekan di kawasan hutan Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga, terus dilakukan dengan berbagai upaya. Tim SAR gabungan dan pihak kepolisian telah mengerahkan sumber daya untuk menemukan korban yang diperkirakan tersesat di area hutan.

Lansia yang dicari adalah Museni (72), warga Desa Tunjungmuli. Ia dilaporkan hilang pada Rabu (1/7/2026) setelah terakhir kali terlihat berjalan menuju area perkebunan di sebelah utara lapangan desa. Menurut keterangan keluarga, Museni mengalami kepikunan sehingga diduga tersesat hingga masuk ke kawasan hutan.

Tim SAR Gabungan dan Unit K9 Dikerahkan

Polres Purbalingga menerjunkan Unit Satwa (K9) dengan anjing pelacak untuk membantu proses pencarian. Kasat Samapta Polres Purbalingga, AKP Tri Haryanto, menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng anjing pelacak guna memperkuat upaya pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan.

“Kami menerjunkan Unit K9 untuk mendukung pencarian menggunakan anjing pelacak, untuk menyisir pemukiman dan hutan desa setempat guna mendeteksi jejak keberadaan lansia yang dilaporkan hilang,” ujarnya.

Unit K9 Polres Purbalingga bergabung dengan tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD Purbalingga, Basarnas Cilacap, Polsek Karangmoncol, Koramil Karangmoncol, relawan, serta masyarakat setempat. Tim gabungan melakukan penyisiran di berbagai titik yang diduga dilalui korban, mulai dari area permukiman hingga kawasan hutan dengan vegetasi yang cukup lebat.

Namun, hingga saat ini, keberadaan Museni masih belum berhasil ditemukan. AKP Tri Haryanto menyatakan bahwa pencarian akan terus dilakukan secara maksimal.

“Hasil pencarian hingga hari ini, lansia yang dilaporkan hilang belum ditemukan. Kami memastikan pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh potensi yang ada,” katanya.

Kendala dalam Operasi Pencarian

Proses pencarian menghadapi beberapa kendala di lapangan. Vegetasi hutan yang rapat membuat sulitnya penelusuran jalur. Selain itu, tim juga harus melewati jalur yang terjal dan minim petunjuk karena sedikitnya saksi mata yang mengetahui keberadaan korban.

Untuk memperluas area pencarian, tim bahkan telah menerbangkan drone guna memantau jalur-jalur yang sulit dijangkau dari darat. Meskipun demikian, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Pencarian masih akan dilakukan tim gabungan dengan harapan lansia tersebut bisa segera ditemukan,” tambahnya.

Proses Pencarian Berlangsung Terus Menerus

Tim gabungan tetap berkomitmen untuk melanjutkan pencarian hingga korban ditemukan. Mereka terus berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan memanfaatkan teknologi seperti drone untuk mempercepat proses pencarian.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memberikan informasi jika mengetahui keberadaan korban. Semua pihak berharap agar Museni dapat segera ditemukan dalam waktu dekat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *