– Janji Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memasang layanan internet satelit Starlink saat mengunjungi lokasi bencana di Aceh mendapat kritikan tajam dari Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Menyampaikan janji seperti ini dinilai tidak tepat waktu.
Susi mengkritik pernyataan tersebut dan menilai bahwa bantuan seharusnya langsung disampaikan, bukan hanya dijanjikan di lokasi.
“Seharusnya Anda bisa datang dengan pesawat Anda membawa Starlink 10, genset kecil 10 dan semuanya bisa langsung dipasang. Tidak perlu bertanya-tanya. Bawa lebih banyak saja,” tulis Susi Pudjiastuti melalui akun X miliknya, dikutip Kamis (18/12).
Kritik Susi direspon oleh sejumlah tokoh masyarakat. Jurnalis investigasi Dandhy Laksono juga memberikan tanggapan dengan nada yang sama.
“Tujuannya memang untuk konten kampanye,” tulis Dandhy.
Bahkan, Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi juga turut memberikan komentar. Ia menganggap jumlah Starlink yang disebut Susi justru terlalu sedikit jika dibandingkan dengan kemampuan seorang wakil presiden.
“Jika 10 itu kelas Drone Emprit, Bu. Kelas wapres bisa jadi 100 Starlink,” kata Ismail Fahmi.
Sebelumnya, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada hari Rabu (17/12), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berjanji untuk memasang layanan internet satelit Starlink agar warga yang terkena dampak bencana dapat tetap berkomunikasi dengan keluarga mereka.
Saat berbicara dengan para pengungsi di Posko Pengungsian BLK Blangkejeren, Gibran sempat bertanya mengenai kondisi sinyal ponsel.
“Kakak, apakah sinyalnya sudah bagus?” tanya Gibran kepada warga, dilansir dari Antara.
Pertanyaan tersebut dijawab serentak oleh penduduk dengan ucapan “Belum”.
Merespons jawaban tersebut, Gibran berjanji untuk memberikan solusi.
“Nanti kita segera memasang Starlink agar bisa segera berkomunikasi dengan teman-teman dan keluarga di tempat lain. Internetnya belum menyala ya? Kita segera lakukan,” kata Gibran di hadapan warga.
Di hadapan ribuan pengungsi, Gibran menuntut percepatan perbaikan infrastruktur, mulai dari jembatan yang rusak, pasokan bahan bakar minyak, hingga listrik dan jaringan internet.
“Tunggu sebentar. Internet, BBM, listrik. Tadi beberapa lokasi sudah terhubung listrik ya? Nanti kita segera lakukan juga untuk listrik,” kata Gibran.
Selain infrastruktur, Gibran juga menyampaikan pesan kepada Bupati Gayo Lues agar kebutuhan pokok warga pengungsi menjadi prioritas utama, khususnya bagi lansia, anak-anak, balita, dan ibu hamil. Ia menekankan perlunya ketersediaan makanan paling sedikit tiga kali sehari serta fasilitas kesehatan yang memadai.
“Jangan sampai ada yang tidak mendapatkan pengobatan ketika sakit. Atau jangan sampai ada yang tidak mendapat makanan atau bantuan apa pun. Kami dari pemerintah pusat berdasarkan perintah Presiden ingin memastikan kelancaran logistik dan kebutuhan pokok, semuanya dapat tersalurkan,” tutup Gibran.

Tinggalkan Balasan