Juli 12, 2026

DPRD Babel Minta Kapal Mahakam dan Cisadane Kembali Beroperasi ke Belitung

0
AA1SdSwn.jpg

Audiensi Strategis DPRD Bangka Belitung dengan ASDP

Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan audiensi strategis dengan jajaran Direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk membahas peluang pengoperasian kembali kapal cepat sebagai solusi konektivitas dan penguatan sektor pariwisata. Layanan kapal cepat tersebut akan melayani rute Jakarta-Belitung (PP).

Pertemuan berlangsung di Ruang Jatra Lantai 2 itu, dipimpin oleh jajaran PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta mengatakan kebutuhan transportasi laut cepat saat ini jauh lebih mendesak dibandingkan beberapa tahun lalu. Dengan melihat berbagai aspek, mulai dari kebutuhan masyarakat, peluang pasar hingga kajian teknis dan bisnis pengoperasian kapal cepat.

“Hari ini masyarakat Bangka Belitung mengalami kesulitan transportasi karena harga tiket pesawat relatif tinggi. Sementara konektivitas laut belum mampu memberikan pelayanan yang cepat dan stabil,” kata Edi Nasapta, Rabu (8/7/2026).

Khususnya di Belitung, kata Edi tidak lagi terlalu membutuhkan pelayaran perintis, tetapi membutuhkan layanan komersial yang profesional.

“Kami berharap ASDP dapat menghitung kemungkinan menghadirkan kembali kapal cepat. Seperti Mahakam dan Cisadane yang dahulu melayani Belitung dengan kecepatan sekitar 35 knot. Jika harga tiket berada di kisaran Rp500 ribu per penumpang, kami optimistis layanan ini akan diminati masyarakat,” ujar politisi Nasdem ini.

Edi yang berasal dari Dapil Belitung ini, mengatakan kapal cepat tidak hanya menjadi solusi transportasi masyarakat. Tetapi juga bakal menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Melalui peningkatan kunjungan wisatawan, kelancaran mobilitas, serta tumbuhnya aktivitas perdagangan dan investasi,” katanya.

Lebih jauh, Edi Nasapta menilai kondisi saat ini sangat berbeda dengan masa lalu. Terutama dengan tingginya harga tiket.

“Insya Allah kondisi tersebut tidak akan terulang kembali. Sekarang harga tiket pesawat relatif tinggi sehingga masyarakat membutuhkan alternatif transportasi yang cepat, nyaman, dan terjangkau,” katanya.

Selain itu, pariwisata Belitung juga, kata Edi, mulai bergeliat kembali pasca pandemi Covid-19.

“Pemerintah pusat juga telah berkomitmen menjadikan Belitung kembali sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan nasional. Karena itu kami meyakini apabila ASDP kembali menghadirkan kapal cepat seperti dulu. Maka secara komersial peluangnya sangat baik dan berpotensi memberikan keuntungan,” lanjutnya.

ASDP Minta Waktu

Dalam pertemuan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kata Edi, menyampaikan komitmennya untuk segera menindaklanjuti hasil audiensi.

“Pihak ASDP meminta waktu dua bulan sejak pertemuan berlangsung untuk menyelesaikan kajian internal dan menyampaikan jawaban resmi beserta langkah tindak lanjut atas usulan pengoperasian kembali layanan kapal cepat Jakarta-Belitung,” ujar Edi.

Edi memastikan, komitmen tersebut disambut positif oleh DPRD Provinsi Bangka Belitung sebagai bentuk keseriusan ASDP dalam merespons aspirasi masyarakat Bangka Belitung.

Sementara, perwakilan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), menyampaikan, perusahaan bakal melakukan kajian secara komprehensif terhadap usulan tersebut.

Kajian akan mencakup aspek teknis, operasional, kelayakan bisnis, hingga pencarian kapal cepat yang memiliki spesifikasi serupa dengan kapal Mahakam dan Cisadane yang pernah melayani rute Belitung.

Dalam penjelasannya diungkapkan, pada akhir masa operasionalnya, kapal Mahakam dan Cisadane kemudian dihibahkan kepada Kementerian Pertahanan.

Saat itu, minat masyarakat terhadap kapal cepat sebenarnya cukup baik. Tetapi harga tiket pesawat yang turun drastis hingga hampir setara dengan tarif kapal cepat membuat tingkat keterisian penumpang menurun sehingga operasional kapal akhirnya dihentikan.

Audiensi dihadiri, Direktur Keuangan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Bunga Herlina Oktaviyanti, Group Head Operasional Pelayaran Krista Barus, Group Head Bisnis Pelayaran Komersial Rizki Dwianda, Group Head Perencanaan Organisasi dan Pembelajaran Yasirwan, serta Group Head Teknologi Informasi Khoirush Sholih.

Sementara dari anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung hadir, Wakil Ketua DPRD Edi Nasapta, Wakil Ketua Komisi III Imelda, Anggota Komisi III Levian, serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangka M. Taufik Koriyanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *