Agustus 26, 2026

Duit Warga Kalsel Rp112 Miliar Hilang Ditipu Online

0

Penanganan Kejahatan Online di Kalimantan Selatan

Kejahatan online yang berupa scam atau penipuan serius kini menjadi perhatian serius bagi pemerintah, khususnya melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuan utamanya adalah agar korban tidak terus-menerus bertambah. Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah uang yang hilang akibat kejahatan ini sangat besar.

Scam adalah bentuk penipuan yang dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu melalui berbagai media seperti panggilan telepon, pesan singkat, maupun media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan semakin canggih dalam melakukan aksinya.

Menurut Kepala OJK Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, sejumlah uang sebesar Rp112 miliar telah raib akibat scam. Angka ini berasal dari laporan yang diterima mulai November 2024 hingga 2026. Namun, Agus mengungkapkan bahwa angka kerugian bisa jauh lebih besar karena banyak korban yang belum melaporkannya.

Kemajuan teknologi, kata Agus, memiliki dua sisi mata uang. Di satu sisi, teknologi memudahkan transaksi masyarakat, tetapi di sisi lain juga bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melakukan aksi mereka. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk waspada dan meningkatkan kesadaran akan risiko kejahatan online.

Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), yang berpusat di Jakarta, rencananya akan meluncurkan layanan pelaporan di setiap kecamatan. Layanan ini disebut sebagai help desk, yang akan memudahkan masyarakat dalam melaporkan kejadian scam.

“Adanya help desk akan semakin memudahkan pelaporan. Help desk ini akan dimulai dari Banjarmasin dan berlanjut nantinya ke daerah-daerah lain,” jelas Agus.

Secara teknis, aksi scam memiliki waktu emas selama satu jam. Artinya, jika korban segera melapor sebelum satu jam kejadian, maka upaya penyelematan uang bisa berhasil. Dengan demikian, kecepatan dan ketepatan dalam melaporkan kejadian tersebut sangat penting.

“Sebelum satu jam dapat dilakukan penelusuran dengan cepat dan pemblokiran. Jadi diperlukan kecepatan dan ketepatan,” katanya.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, Muhammad Ikhsan Alhak, menyambut baik kerjasama antara OJK dan Bank Indonesia. Ia menyatakan bahwa pihaknya siap bekerja sama dalam memfasilitasi pengoperasian help desk.

“Apa saja yang diperlukan untuk help desk mari kita koordinasikan agar bisa terlaksana di lima kecamatan yang membawahi 52 kelurahan,” tegasnya.

Dengan adanya inisiatif seperti help desk dan kesadaran masyarakat yang meningkat, diharapkan kejahatan online dapat diminimalisir dan korban tidak lagi terus bertambah. Pemerintah dan lembaga terkait terus berupaya keras untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat dalam bertransaksi secara digital.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *