Terungkap cara siswi SD di Medan bunuh ibu kandung terinspirasi game online

Ringkasan Berita:

  • Siswi SD di Medan ternyata terinspirasi game online membunuh ibu kandung.
  • Juga film anime yang mempertontonkan pembunuhan pakai pisau.
  • Siswi SD tersebut nekat membunuh ibu kandung karena sakit hati.
  • Dia sakit hati game online dihapus ibu, ayah diancam pisau, kakak dianiaya.

, Medan – Terungkap cara siswi SD di Medan, Sumatera Utara membunuh ibu kandungnya ternyata terinspirasai game online.

Bacaan Lainnya

Tak cuma game online yang menjadi inspirasi siswi SD tersebut, melainkan juga serial anime yang mempertontonkan adegan pembunuhan pakai pisau.

Inspirasi adalah ilham, dorongan mental atau perasaan kreatif yang merangsang pikiran untuk melakukan sesuatu yang baru, penting, atau artistik, seringkali terasa seperti ide datang tiba-tiba atau dari sumber eksternal seperti orang, pengalaman, atau bahkan pengaruh ilahi, yang membangkitkan semangat dan motivasi untuk mencipta atau bertindak.

Hal yang menjadi inspirasi siswi SD melakukan pembunuhan ibu kandung tersebut diungkap Kapolrestabes Medan Kombes Calvijn Simanjuntak, Senin (29/12/2025) di Polrestabes Medan.

Kombes Calvijn juga menyatakan bahawa siswi SD inisial AL (12) kini sebagai tersangka pembunuhan ibu kandung berinisial Faizah Soraya (42).

Faizah meninggal dengan 20 lebih luka tusukan setelah ditikam putrinya di rumah mereka di Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatra Utara pada Rabu (10/12/2025).

Motif pembunuhan, diungkap Calvijn, karena sakit hati. Ada tiga hal yang membuat pelaku sakit hati kepada ibu kandungnya.

Yaitu sang kakak dipukul, ayah diancam dengan pisau, dan game online dihapus. 

“Kedua, melihat kakak yang dipukuli korban menggunakan sapu dan tali pinggang,” kata Calvijn saat menggelar konferensi pers di Polrestabes Medan, Senin  (29/12/2025) dikutip dari Tribun-Medan.com.

“Ketiga, sakit hati game online dihapus,” tambahnya.

AL, menurut Calvijn, sering memainkan game yang menggunakan pisau serta menonton serial anime yang memperlihatkan adegan menggunakan pisau.

Selain pemicu di atas, obsesi AL melakukan aksinya lantaran sering melihat game Murder Mystery pada session kills others menggunakan pisau.

Kemudian, AL sering menonton serial anime DC episode 271 pada saat adegan pembunuhan menggunakan pisau.

Kronologi Awal

Kronologi Seorang ibu rumah tangga ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumah tepatnya di kamar tidurnya.

Korban saat itu ditemukan oleh anak pertamanya di dalam kamar tidur yang sudah tergeletak diatas kasur, sekitar pukul 05.00 WIB.

“Anaknya tersebut berteriak meminta pertolongan. Mendengar adanya suara tersebut, Suami korban pun segera turun dari kamar tidur dari lantai dua,” ucap  seorang warga yang ditemui Tribun Medan, Rabu (10/12/2025).

Suami korban melihat istrinya sudah terkapar di tempat tidur langsung menelepon pihak rumah sakit Colombia.

Setibanya dirumah korban, seorang dokter langsung mengecek kondisi korban, namun nyawa korban sudah tidak tertolong.

“Korban ditemukan dengan kondisi di sekujur tubuh ada beberapa tusukan dan darah berceceran di lantai,” ujarnya warga.

Hingga akhirnya suami korban menelepon petugas Polsek Medan Sunggal dan petugas Tim INAFIS Polrestabes Medan tiba di lokasi.

Petugas Tim INAFIS pun langsung membawa jenazah korban ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi lebih lanjut.

“Jenazah korban sudah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Ia mengatakan, penyebab kematian korban masih belum diketahui, terduga anak kedua korban menjadi pelaku pembunuhan.

“Diduga anak keduanya yang melakukan pembunuhan terhadap ibu kandungnya sendiri,” lanjutnya.

Hingga kini anak kedua korban didampingi ayah kandungnya dibawa ke Polsek Sunggal untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Fakta Singkat:

Korban: Faizah Soraya (42)

Terduga Pelaku: AL (12), anak bungsu korban, masih siswi SD.

Lokasi: Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal

Waktu kejadian: Rabu, 10 Desember 2025, pukul 05.00 WIB pagi.

Motif: Diduga karena kesal ibu memarahi kakaknya hingga game online dihapus

Kenapa Anak Bisa Nekat?

Dikutip dari aladokter.com, anak bisa nekat membunuh orangtuanya karena kombinasi tekanan psikologis, pola asuh yang salah, kekerasan, gangguan mental, dan hilangnya ikatan emosional.

Itu bukan sekadar “nakal” atau “jahat,” melainkan hasil dari kondisi yang gagal ditangani sejak awal.

Ada beberapa faktor-faktor yang bisa memicu kenenakatan anak tersebut, di antaranya:

Kekerasan dalam rumah tangga:

Anak yang terus-menerus mengalami kekerasan fisik, verbal, atau emosional bisa menyimpan dendam dan akhirnya meledak dalam bentuk ekstrem.

Gangguan mental:

Kondisi seperti depresi berat, psikosis, atau gangguan kepribadian bisa membuat anak kehilangan kontrol dan melakukan tindakan fatal.

Pola asuh otoriter atau salah:

Orangtua yang terlalu menekan, tidak memberi ruang dialog, atau mendidik dengan ancaman bisa menimbulkan kebencian mendalam.

Pengaruh lingkungan:

Pergaulan buruk, paparan kekerasan dari media, atau dorongan teman sebaya bisa memperkuat perilaku agresif.

Konflik ekonomi:

Ada kasus di mana anak merasa tertekan karena masalah uang, atau kebutuhan hidup yang tidak terpenuhi.

Kurangnya komunikasi dan kasih sayang:

Anak yang merasa tidak dicintai atau tidak dihargai bisa kehilangan ikatan emosional dengan orangtuanya.(*)

Berita Selanjutnya Nasib Ojol di Lampung Jadi Korban Tabrak Lari, Luka 10 Jahitan Motor Ringsek

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *