Korut: Ambisi Nuklir Jepang Harus Dihentikan

Jakarta, IDN Times –Korea Utara (Korut) menyatakan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan dengan segala cara. Pernyataan ini merujuk pada respons setelah seorang pejabat tinggi Jepang di Kantor Perdana Menteri (PM), yang terlibat dalam penyusunan kebijakan keamanan di bawah pemerintahan yang dipimpin oleh PM Sanae Takaichi, mengatakan beberapa hari sebelumnya bahwa Jepang “seharusnya memiliki senjata nuklir”.

Bagi Pyongyang, pernyataan itu bukanlah pernyataan yang salah atau klaim yang tergesa-gesa. Namun, menunjukkan bahwa Tokyo secara terang-terangan mengungkapkan ambisi mereka untuk mempersenjatai diri dengan senjata nuklir. Hal ini melebihi batas yang ditentukan.

“Jika Jepang memiliki senjata nuklir, negara-negara Asia akan mengalami bencana nuklir yang mengerikan dan umat manusia akan menghadapi krisis besar,” ujar direktur Institut Studi Jepang di bawah Kementerian Luar Negeri Korut dalam pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Minggu (21/12/2025), dilaporkan dari The Straits Times.

1. Pernyataan yang memicu perdebatan dari seorang pejabat di kantor Perdana Menteri Jepang

Pada 18 Desember 2025, sumber dari kantor Perdana Menteri Jepang menyatakan bahwa negara tersebut memerlukan senjata nuklir. Pernyataan pejabat ini dianggap bertentangan dengan kebijakan yang selama ini diterapkan, serta berpotensi menimbulkan respons negatif baik di dalam maupun luar negeri.

“Saya merasa kita perlu memiliki senjata nuklir. Pada akhirnya, kita hanya bisa mengandalkan diri sendiri,” katanya selama sesi tanya jawab dengan jurnalis ketika ditanya mengenai gagasan memiliki senjata nuklir, dilaporkan dariKyodo News.

Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa tindakan tersebut bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan secara cepat. Pada waktu yang sama, ia menunjukkan bahwa langkah tersebut tidak realistis dan membantah pernah berdiskusi dengan Takaichi mengenai peninjauan prinsip-prinsip non-nuklir.

Pernyataan itu muncul saat Takaichi, yang terkenal dengan pendiriannya yang tegas dalam hal keamanan, sedang mempertimbangkan untuk meninjau kembali prinsip-prinsip non-nuklir Jepang. Meskipun negara ini menghargai Konstitusi pasifis sejak akhir Perang Dunia II, Tokyo bergantung pada perlindungan dari senjata nuklir Amerika Serikat. Namun, beberapa pengkritik berpendapat bahwa hal ini bertentangan dengan prinsip-prinsip non-nuklir.

2. Jepang tetap setia pada prinsip anti-nuklir

Merespons pernyataan seorang pejabat, Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah adalah menjaga tiga prinsip non-nuklir. Hal ini berarti melarang kepemilikan, pembuatan, atau penerimaan senjata nuklir.

“Sebagai satu-satunya negara yang pernah dibom atom selama konflik bersenjata, posisi Jepang adalah untuk melanjutkan tindakan yang realistis dan efektif, demi menciptakan dunia tanpa senjata nuklir. Tujuannya adalah menjaga serta memperkuat sistem pengurangan senjata nuklir global berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir,” kata Kihara.

“Sejak berakhirnya konflik, negara kita secara terus-menerus telah memberikan kontribusi terhadap perdamaian dan kesejahteraan komunitas global. Tidak ada perubahan dalam pendirian ini,” tambahnya.

3. Memicu protes dari para korban bom atom

Pernyataan seorang pejabat pemerintah mengenai Jepang yang seharusnya memiliki senjata nuklir, menimbulkan respons yang sangat keras.

Ketua bersama kelompok para korban bom atom Nihon Hidankyo, Toshiyuki Mimaki, menyatakan bahwa ia tidak pernah membayangkan akan ada pernyataan semacam itu. Ia menunjukkan rasa frustrasi, kemarahan, dan kekecewaan karena pemikiran para korban bom atom sama sekali tidak dipahami.

Mimaki mengajak pemerintah untuk menjadikan 3 Prinsip Non-Nuklir sebagai peraturan hukum dan memperkuat pandangan dunia bahwa senjata nuklir tidak boleh digunakan sama sekali, menurut laporan.NHK News.

Kelompok yang memperoleh Penghargaan Perdamaian Nobel tahun lalu juga menyatakan bahwa pernyataan tersebut mendukung perang nuklir dan sama sekali tidak bisa diampuni. Nihon Hidankyo telah lama melakukan kampanye untuk menghilangkan senjata nuklir dari dunia.

Rusia Dikabarkan Mengirimkan Anak-anak Ukraina ke Korea Utara, Untuk Tujuan Apa? Rusia Akan Membantu Korea Utara Menjelajahi Cadangan Minyak Bumi di Laut Jepang Hindari Perselisihan, Korea Selatan Mengajak Korea Utara Membahas Batas Wilayah