Isi Artikel
PR SURABAYA– Kota Batu kembali memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan pariwisata kreatif di Jawa Timur. – Kota Batu mempertahankan statusnya sebagai laboratorium pariwisata kreatif Jawa Timur. – Kota Batu kembali menunjukkan perannya sebagai tempat inovasi pariwisata kreatif di Jawa Timur. – Kota Batu kembali mengukuhkan diri sebagai laboratorium wisata kreatif yang terletak di Jawa Timur.
Di tengah persaingan ketat antara destinasi alam dan buatan, Dusun Kuliner yang terletak di Jalan Raya Cangar, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji menonjol dengan perubahan berani: berubah menjadi “negeri dongeng” yang kini menjadi viral di media sosial.
Bukan hanya sekadar tempat makan, Dusun Kuliner menyajikan pengalaman wisata yang lengkap, memuaskan rasa, mata, dan jiwa, di satu area yang sejuk dan nyaman untuk keluarga.
Perubahan yang Tersembunyi Kini Meledak
Destinasi ini bukanlah sesuatu yang baru. Menurut Padmavati Darma Putri Tanuwijaya, Manajer Pemasaran Dusun Kuliner, lokasi ini telah berjalan selama empat tahun terakhir.
“Awalnya kami memprioritaskan wisata kuliner dengan nuansa kebun apel. Setelah tiga tahun berjalan dengan konsep tersebut, di akhir 2024 kami mulai serius mengembangkan area taman,” jelas Vava, panggilan akrabnya.
Tindakan pengembangan tersebut menjadi titik perubahan. Taman berkonsep yang dibangun secara bertahap justru menjadi daya tarik utama, khususnya bagi para wisatawan muda dan keluarga yang mencari tempat yang menarik secara visual.
Taman Hortensia dan Hutan Tropis, Rasa Cerita di Kaki Pegunungan
Ikon yang paling menarik perhatian adalah Taman Hortensia, area berupa bunga berwarna-warni yang bersatu dengan kolam ikan, aliran sungai kecil, dan pepohonan yang rindang.
Lanskap ini menghadirkan suasana ajaib yang sering dianggap oleh pengunjung sebagai “dunia dongeng kota Batu”.
Salah satu tempat favorit yang dikenal dengan nama Alas Tropis dikabarkan memiliki suasana mirip dengan tujuan wisata di Vietnam.
“Banyak pengunjung mengatakan atmosfernya mirip dengan luar negeri,” kata Vava.
Tidak heran, wilayah ini hampir selalu ramai dengan kamera ponsel dan para kreator konten.
Keluarga Surga: Mainan Tradisional hingga Aktivitas Memancing yang Santai
Warung Kuliner tidak hanya menawarkan keindahan. Konsepnya dirancang untuk semua kalangan. Anak-anak dapat bermain di Omah Dolen, area permainan tradisional yang kini semakin langka akibat maraknya gadget.
Untuk pengunjung yang sudah dewasa, terdapat kolam ikan yang memberikan ketenangan, sebuah fasilitas mewah namun sederhana di tengah kesibukan kota.
Masakan Tradisional Berpadu dengan Gaya Modern
Soal masakan, Dusun Kuliner tidak main-main. Pengunjung dapat menikmati:
Masakan tradisional Jawa dan Yogyakarta
Susu segar dari Brau
Kafe modern bagi penggemar kopi
Kombinasi cita rasa tradisional dan modern membuat pengunjung senang berlama-lama.
Tiket Murah, Konsep Mahal
Harga tiket masuk hanya Rp20 ribu per orang membuat Dusun Kuliner menjadi tempat yang terjangkau bagi banyak orang.
Biaya tambahan hanya berlaku untuk parkir, makanan, serta kegiatan opsional seperti memetik buah dan glamping.
Tempat ini beroperasi setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB. Di masa depan, pengelola rencananya akan menambahkan tenant UMKM lokal, memperkuat fungsi Dusun Kuliner sebagai motor penggerak perekonomian masyarakat sekitar.
Lebih dari Sekadar Wisata
Warung Kuliner merupakan contoh bahwa inovasi tidak selalu memerlukan biaya tinggi atau tampilan mewah. Dengan sentuhan kreatif dan keberanian untuk berubah, sebuah tempat dapat meningkatkan kualitasnya hingga menjadi viral.
Bagi para pengunjung yang mencari liburan singkat, instagenik, sejuk, dan terjangkau, Dusun Kuliner Kota Batu patut masuk dalam daftar tempat yang wajib dikunjungi.







