Isi Artikel
– Menjelang penayangan perdananya pada 8 Januari 2026, film Musuh Dalam Selimut menggelar special screening di Ramayana Garut XXI, Kabupaten Garut, Kamis (25/12/2025). Acara ini menjadi momentum penting bagi para pemeran untuk berinteraksi langsung dengan penonton, sekaligus mengukur respons publik terhadap karya terbaru sutradara Hadrah Daeng Ratu.
Sejumlah pemeran hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya Yasmin Napper, Megan Domani, Cakrawala Airawan, dan Fitria Rasyidi. Kehadiran mereka disambut meriah oleh penonton yang memenuhi studio. Antusiasme terlihat sejak awal acara, bahkan beberapa penonton berusaha mengintip dari luar ruangan untuk melihat para aktor secara langsung.
Respons Penonton
Dalam wawancara dengan media, Yasmin Napper mengaku terkejut sekaligus bahagia melihat reaksi penonton Garut. “Tadi waktu aku masuk ke studio pas film hampir selesai, aku dengar penonton sampai teriak-teriak dan marah-marah karena gemas dengan jalan cerita. Itu bikin aku excited banget,” ujarnya. Yasmin menambahkan bahwa karakter Gadis yang ia perankan memiliki kompleksitas tinggi, sehingga pendalaman emosi menjadi tantangan tersendiri.
Megan Domani, yang memerankan karakter Suzy, juga menyampaikan rasa tidak sabarnya menunggu film ini resmi tayang. “Respon penonton luar biasa. Ada yang sampai greget lihat aku. Bahkan di sosial media, teaser trailernya sudah bikin heboh. Tapi aku gak bisa spoiler, karena banyak banget plot twist yang bikin cerita ini berbeda dari film orang ketiga pada umumnya,” kata Megan.
Film dengan Plot Twist Tak Terduga
Musuh Dalam Selimut mengisahkan rumah tangga Gadis dan Dika yang harmonis, namun mulai retak akibat kehadiran Suzy. Meski sekilas tampak seperti kisah perselingkuhan, film ini sebenarnya menyajikan konflik psikologis yang lebih dalam, dengan manipulasi emosional dan permainan mental yang membuat penonton terus menebak-nebak arah cerita.
Para pemeran menegaskan bahwa film ini bukan sekadar drama tentang orang ketiga. “Ini lebih dari sekadar film pelakor. Ceritanya psikotik, gak masuk akal, dan itu yang bikin menarik. Penonton gak akan bisa menebak endingnya,” tambah Megan.
Antusiasme di Garut Jadi Tolak Ukur
Special screening di Garut menjadi kota kedua yang dikunjungi tim produksi. Antusiasme penonton di daerah ini memberikan semangat baru bagi para pemeran untuk melanjutkan rangkaian promosi ke kota-kota lain. Yasmin mengaku tidak menyangka sambutan penonton akan sebesar itu. “Ini baru satu kota bersama penonton, tapi antusiasnya luar biasa. Aku semakin excited untuk screening di kota-kota lainnya,” katanya.
Harapan ke Depan
Dengan sambutan hangat dari penonton Garut, film Musuh Dalam Selimut diprediksi akan mendapat perhatian luas ketika resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia. Para pemeran berharap film ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan pengalaman emosional yang intens bagi penonton. “Film ini cocok ditonton sendiri atau rame-rame. Penonton akan terus berusaha menebak endingnya, dan itu yang bikin seru,” tutup Yasmin.
Special screening di Garut membuktikan bahwa karya Hadrah Daeng Ratu berhasil mencuri perhatian publik sebelum resmi tayang. Dengan dukungan aktor muda berbakat dan cerita penuh kejutan, Musuh Dalam Selimut siap menjadi salah satu film Indonesia yang paling diperbincangkan di awal tahun 2026.







