https://mediahariini.comVideo SAS, yang sebelumnya diperkirakan membunuh ibunya di Medan kini menjadi perhatian netizen.
Tidak hanya itu, netizen juga mengungkit perayaan ulang tahun terakhir SAS pada 3 November 2025.
Korban diketahui bernama Faizah Soraya, ditemukan dalam kondisi meninggal dengan darah mengalir di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara pada Rabu (10/11/2025).
Ia disangka ditusuk sebanyak 12 kali oleh SAS menjelang waktu pagi.
Faizah pertama kali ditemukan oleh putra pertamanya pada pukul 05.00 WIB.
Ia berteriak dengan panik ketika melihat ibunya dalam keadaan berlumuran darah.
Sebelum kejadian, korban beristirahat bersama dua anaknya di kamar lantai bawah.
Sementara itu, Alham Wumala Siagian tertidur di kamar lantai dua.
“Anak tersebut berteriak meminta bantuan. Mendengar suara itu, suami korban langsung turun dari kamar tidur di lantai dua,” kata seorang warga yang enggan menyebutkan identitasnya, dikutip dari Tribun Medan, Jumat (12/12/2025).
Suami itu segera menghubungi pihak Rumah Sakit Colombia.
Namun ketika dokter memeriksa kondisi korban, perempuan yang memiliki dua anak tersebut ternyata telah meninggal.
“Korban ditemukan dalam keadaan terluka di seluruh tubuh dengan beberapa luka tusuk dan darah menyebar di lantai,” ujar warga itu kembali.
Suami akhirnya menghubungi petugas dari Polsek Medan Sunggal.
Dikira korban dibunuh oleh putra keduanya, SAS.
Karena saat kejadian, diberitahu bahwa anak pertama melihat SAS memegang pisau.
SAS kemudian dibawa ke Polsek Sunggal bersama dengan ayahnya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto menyampaikan bahwa anak bungsu yang membawa pisau telah ditahan.
“Sudah dibawa ke Polrestabes Medan,” ujar Bayu Putro.
Ia menyampaikan bahwa perempuan dengan inisial SAS saat ini sedang menjalani pemeriksaan.
“Masih dalam proses pemeriksaan,” katanya.
Di sisi lain, diketahui pula bahwa Faizah dan suaminya Alham tidur terpisah.
Hal tersebut disampaikan Alham kepada Kepala Lingkungan V Tanjung Rejo, Suhartono.
Setelah peristiwa pembunuhan tersebut, Alham menceritakan bahwa terdapat kejadian yang diduga menyebabkan anak itu marah.
Hal tersebut terjadi karena korban pernah memarahi putrinya yang pertama.
Berdasarkan kisah Alham, Tono mengatakan bahwa adiknya merasa tidak terima ketika ibunya menegur kakaknya.
“Barusan saya tanya ayahnya, kemarin malam kakaknya ditegur oleh korban,” katanya.
Terhadap tindakan itu, SAS merasa terluka dan berusaha melindungi saudaranya.
“Adiknya merasa tersinggung atau apa, jadi diapain (dibunuh),” kata Tono.
Suhartono juga menyebutkan bahwa Alham dan Faizah Soraya tidak tidur di kamar yang sama.
Mereka beda ranjang.
“Orang tuanya di lantai dua,” katanya.
Di sisi lain, video pelaku yang pernah diunggah oleh ibunya kini menjadi perhatian.
Video tersebut diunggah sebelum SAS nekat membunuh ibunya.
Di dalam video tersebut, SAS yang kini berusia 12 tahun terlihat masih terlihat mungil.
Ia mengikuti tren tantangan video lathi.
Terlihat SAS dengan wajah menggemaskan mengenakan batik, kemudian berdandan hingga mengikat rambutnya.
Bahkan SAS juga menari jaipong menggunakan selimut merah.
Kemudian dalam video terakhir, SAS berpakaian dengan penampilan menakutkan.
Mata mereka berwarna hitam, memiliki rambut panjang, dan mengenakan pakaian berwarna putih.
Terlihat juga adanya bayangan SAS sedang memegang mainan di tangan kirinya.
Video tersebut diunggah oleh korban pada tahun 2020.
Kemudian, netizen juga memberikan perhatian khusus pada ulang tahun SAS yang ke-12 pada 3 November 2025 lalu.
Ternyata korban tidak mengunggah perayaan ulang tahun anak keduanya.
Meskipun ulang tahun anak pertamanya dirayakan seperti biasa.
Namun pada tanggal 3 November tidak ada ucapan dari ibu seperti tahun-tahun sebelumnya
Ikuti channel Tribunnews Bogor di WhatsApp:
