Tom Cruise, aktor ternama Hollywood, kembali menjadi sorotan setelah sebuah rekaman audio yang menunjukkan dia marah kepada para kru film “Mission: Impossible 7” karena melanggar protokol kesehatan selama pandemi. Rekaman tersebut memicu perdebatan di media sosial dan kalangan publik.
Pada Desember 2021, seorang kru film terlihat berkumpul di dekat komputer di lokasi syuting sambil melanggar aturan jarak sosial. Hal ini membuat Cruise naik pitam dan mengancam akan memberhentikan para kru jika kejadian serupa terulang. Dalam rekaman tersebut, ia menyampaikan keluhannya dengan kata-kata kasar dan emosional.
Cruise akhirnya merespons insiden ini dalam wawancara dengan majalah Empire. Ia mengakui bahwa emosinya sedang tinggi karena khawatir produksi film akan kembali tertunda. “Ada banyak hal yang dipertaruhkan pada saat itu,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa tidak semua kru hadir saat ia membentak beberapa orang. “Saya hanya berbicara dengan beberapa orang, bukan seluruh kru,” tambahnya.
Meski ada yang mendukung tindakan Cruise atas kepeduliannya terhadap keselamatan, banyak yang mengkritik cara dia menangani situasi tersebut. Beberapa orang menilai bahwa tindakan Cruise bisa dianggap sebagai penyalahgunaan kekuasaan. Namun, Cruise tetap bersikeras bahwa ia hanya ingin memastikan produksi film berjalan lancar tanpa gangguan.
Selain itu, Cruise juga diketahui telah mengembalikan tiga penghargaan Golden Globe yang pernah ia terima. Keputusan ini diambil setelah munculnya kritik terhadap Hollywood Foreign Press Association (HFPA), organisasi yang menggelar acara penghargaan tersebut. NBC, stasiun televisi yang biasanya menayangkan Golden Globe, juga menyatakan bahwa mereka tidak akan menayangkan acara tersebut pada 2022.
Di sisi lain, mantan anggota Gereja Scientology, Leah Remini, mengecam tindakan Cruise sebagai “psikotik” dan menyebutnya sebagai upaya promosi. Ia menulis surat yang diterbitkan oleh blog The Underground Bunker, menyatakan bahwa Cruise tidak peduli pada keluarga kru dan hanya mencari perhatian. “Tom Cruise adalah seorang diktator yang tidak percaya pada nilai keluarga,” tulisnya.
Namun, Gereja Scientology membela Cruise dengan menyatakan bahwa mereka telah melakukan banyak tindakan untuk mencegah penyebaran virus sebelum kebijakan “stay at home” dikeluarkan. Mereka juga menuduh Remini sebagai sumber informasi yang tidak dapat dipercaya.
Dalam wawancara dengan David Letterman pada 1999, Cruise bercerita tentang pengalaman penerbangannya ke Colorado. Saat itu, ia dan kru pesawat menggunakan alat bantu oksigen karena terbang di ketinggian. Tapi, Cruise memutuskan untuk menghentikan alat bantu oksigen untuk seorang penumpang agar mereka bisa terus terbang. Cerita ini membuat Letterman terkejut dan tertawa, meskipun ia awalnya menganggapnya sebagai tindakan yang berbahaya.





Tinggalkan Balasan