Tidak Semua Pom Bensin di Kalsel Tampilkan Pertalite, Penjualan Belum Berhenti
Perubahan Tampilan Papan Totem di SPBU Banjarmasin
Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Banjarmasin kini menunjukkan perubahan signifikan pada tampilan papan penunjuk produk (totem). Salah satu perubahan yang terlihat adalah penghapusan tulisan Pertalite dari deretan nama-nama produk Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terpampang di totem tersebut.
Pantauan di SPBU Sabilal, Selasa (7/7), menunjukkan bahwa tulisan Pertalite yang sebelumnya berada di bawah Pertamax 92 kini sudah tidak terlihat. Totem Pertamina tersebut kini hanya menyisakan Pertamax Turbo, Pertamax 92, Pertamina Dex, dan Dexlite. Petugas SPBU Sabilal, Sudarjan, menjelaskan bahwa penghapusan tulisan tersebut dilakukan sesuai arahan dari Pertamina.
Menurut Sudarjan, penghapusan tulisan fisik bukan berarti penjualan Pertalite dihentikan. Ia mengatakan bahwa tulisan Pertalite kini diganti dengan layar digital atau running text. “Tulisan Pertalite diganti pakai running text. Tapi untuk pelayanannya tetap ada, masih dijual. Kecuali nanti kalau sudah ada keputusan resmi dihapus dari Pertamina,” jelasnya.
Proses renovasi dan digitalisasi papan totem ini berlangsung selama sepekan dan baru saja rampung hari ini. Perubahan menjadi running text dilakukan untuk mempermudah penyesuaian di masa depan, sehingga pihak SPBU tidak perlu membongkar papan totem secara manual jika terjadi perubahan kebijakan atau produk.
Dari pantauan, operasional pengisian BBM di SPBU tersebut tetap berjalan normal, dan masyarakat masih bisa membeli Pertalite seperti biasa. Di SPBU Jalan RK Ilir Banjarmasin, tulisan produk Pertalite juga dihapus. Kini menyisakan Pertamax Turbo, Pertamax 92, dan Dexlite.
Sementara itu, di SPBU Jalan Adhyaksa, Selasa (7/7) malam, menunjukkan tulisan Pertalite masih terpampang jelas pada papan totem bersama deretan produk lainnya, yakni Pertamax Turbo, Pertamax 92, Pertamina Dex, dan Dexlite. Di bawah pencahayaan lampu SPBU, papan penunjuk tersebut masih menggunakan desain lama tanpa layar digital (running text) sebagaimana yang mulai diterapkan di beberapa SPBU lain di Banjarmasin.
Petugas SPBU Jalan Adhyaksa, Isan, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima informasi maupun instruksi dari Pertamina terkait perubahan tampilan papan totem tersebut. “Belum ada informasi mengenai perubahan tulisan di totem. Dari Pertamina juga belum ada imbauan untuk mengubahnya,” ujarnya.
Kondisi serupa juga ditemui di SPBU Jalan Pulau Laut. Manager SPBU Pulau Laut, Aan, memastikan tulisan Pertalite masih dipertahankan karena belum ada pembaruan fasilitas penunjuk produk. “Masih ada, karena belum ada pembaruan totem lagi,” katanya.
Temuan serupa juga didapatkan dari pantauan di SPBU di Tanahbumbu. Di SPBU Batulicin dan SPBU Plajau Simpang Empat, tulisan Pertalite yang biasanya terpampang di bawah Pertamax 92 kini sudah tidak terlihat lagi. Totem Pertamina tersebut ternyata sengaja direnovasi untuk menghilangkan tulisan produk bersubsidi tersebut.
Meski tulisan pada totem telah dihapus, pihak SPBU memastikan bahwa pasokan dan penjualan Pertalite masih berjalan normal seperti biasa. Penghapusan tulisan tersebut bukan berarti operasional penjualan dihentikan. Namun, terkait adanya sejumlah SPBU di Kalsel yang menghapus tulisan Pertalite dari papan totem, Pertamina justru mengaku baru akan menurunkan timnya untuk cek ke lapangan.
“Kami akan melakukan crosscheck dengan tim di lapangan terkait informasi tersebut,” ujar pihak Pertamina setempat saat membalas konfirmasi dari reporter BPost, kemarin.

