Isi Artikel
https://mediahariini.comSedang ramai dibicarakan mengenai tenda baru yang berdiri saat Presiden Prabowo Subianto tiba di Aceh Tamiang, Aceh.
Situasi Aceh Tamiang saat ini masih belum cukup stabil.
Warga masih berusaha mencari lokasi yang aman untuk mengungsi.
Sayangnya, keterbatasan berbagai aspek memaksa warga untuk menunggu sejenak.
Sementara itu, baru-baru ini tokoh utama di Indonesia mengunjungi Aceh Tamiang.
Kedatangan Prabowo di sambut antusias oleh masyarakat.
Sayangnya, ada satu hal yang menjadi perhatian hingga menyebar luas di media sosial.
Tenda yang baru dipasang saat Prabowo Subianto tiba.
Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tenda tersebut didirikan bukan karena kedatangan Presiden Prabowo.
Pihak BNPB membantah berita yang menyebutkan bahwa tenda pengungsi di Aceh Tamiang, Aceh, baru dipasang menjelang kedatangan Presiden Prabowo Subianto.
Dilansir dari Tribunnews.com, BNPB menyatakan pemasangan dilakukan segera setelah akses jalan tersedia pasca banjir besar yang membuat wilayah tersebut terisolasi.
Kondisi Aceh Tamiang setelah terjadinya banjir dan longsor pada 26 November 2025, mengacaukan jalur-jalur jalan.
Warga harus meninggalkan tempat tinggalnya dan mengungsi ke tenda darurat yang terbuat dari terpal.
Bahkan beberapa di antaranya menginap di rumah kerabat yang masih layak ditempati.
Hingga, Kamis (11/12/2025), secara perlahan jalur darat berhasil ditembus.
Sekarang, BNPB dapat mendirikan tenda pengungsian utama.
Tenda yang bertuliskan BNPB banyak berdiri rapi di jembatan sungai Tamiang, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.
Dibutuhkan lebih dari dua minggu untuk memasang tenda itu.
Tenda resmi BNPB akhirnya muncul pada momen tersebut.
Kondisi ini memperparah penderitaan penduduk yang kehilangan tempat tinggal, kesulitan mendapatkan air bersih, serta harus antri untuk mendapatkan makanan di tengah kondisi yang penuh dengan lumpur.
Kepala Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Brigjen M. Arief Hidayat, menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak akurat dan perlu diperbaiki agar masyarakat dapat memahami situasi di lapangan secara menyeluruh.
“Tenda BNPB segera dipasang setelah akses jalan ke Aceh Tamiang dibuka oleh petugas. Bukan karena kedatangan Presiden Prabowo Subianto. Secepatnya jalur terbuka, tim langsung bergerak membawa perlengkapan dan tenda untuk warga,” ujar Arief, Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, dibukanya akses memang berkaitan dengan jadwal kunjungan Presiden sehingga muncul kesalahpahaman.
Meskipun demikian, di setiap lokasi bencana, pendistribusian logistik termasuk pemasangan tenda selalu dilakukan setelah jalur distribusi dibuka.
Data Dampak Banjir
BNPB mencatat sampai sore Jumat (12/12/2025):
Jumlah korban jiwa: 995 orang
Warga hilang: 226 orang
Pengunjung yang terluka: ratusan orang masih mendapatkan perawatan di posko kesehatan
Angka pengungsi: 817.742 orang di seluruh Aceh, di antaranya lebih dari 449 ribu berada di Aceh Tamiang.
Rumah rusak: 157.800 unit
Fasilitas kesehatan yang rusak: 219 unit
Kerusakan infrastruktur: ratusan jembatan rusak, jalur utama terganggu parah
Jeritan Pengungsi
Di dalam tenda-tenda pengungsian Aceh Tamiang, kehidupan penduduk masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Air minum yang bersih sulit diperoleh, makanan harus dibagi-bagikan, dan antrian yang panjang menjadi kebiasaan sehari-hari.
“Kami terpaksa meminum air banjir, tidak ada bantuan yang diterima. Ini seperti bencana tsunami,” kata seorang pengungsi Aceh Tamiang, dilansir dari Serambinews.com (2/12/2025).
Kondisi masyarakat yang kehilangan barang-barang miliknya juga terlihat dalam laporan video terbaru.
“Kekayaan hilang terbawa banjir, warga penuh lumpur antre makan,” demikian pengakuan Nada, kreator konten asal Aceh Tamiang yang juga menjadi korban banjir, sebagaimana dilaporkan Serambinews.com (6/12/2025).
Bencana ini digambarkan sebanding dengan tsunami Aceh tahun 2004.
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, mengatakan bencana banjir bandang yang terjadi kali ini menimpa hampir seluruh kawasan kabupaten.
“Skalanya mirip dengan tsunami Aceh 2004,” katanya, dilaporkan oleh Serambinews.com (6/12/2025).
Prabowo Kunjungi Aceh Tamiang
Hari ini, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya mengunjungi Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu wilayah yang paling terparah terkena dampak banjir dan tanah longsor.
Di hadapan para korban bencana, Prabowo menyampaikan permintaan maaf jika ada pelayanan atau bantuan yang belum sepenuhnya terpenuhi, serta menekankan bahwa pemerintah sedang berupaya keras untuk memperbaiki situasi.
“Prioritas kami adalah keselamatan rakyat. Saya mohon maaf jika ada yang belum terpenuhi, pemerintah akan terus berupaya keras untuk memperbaiki kondisi,” kata Prabowo.
BNPB menegaskan bahwa prosedur kerja darurat berlaku di semua lokasi bencana: bantuan selalu diberikan secepat mungkin ketika akses tersedia, tanpa terkait dengan kepentingan pihak tertentu.
Penjelasan ini juga menyoroti pentingnya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Aceh Tamiang yang sempat hidup dua minggu tanpa tenda resmi, serta komitmen pemerintah pusat dalam proses pemulihan pasca-bencana.
(Tribunnews.com)(https://mediahariini.com/Desi Triana)







