Telinga berdenging saat naik pesawat? Cek kelompok paling rentan terkena ear barotrauma!

Mengenal Ear Barotrauma atau Aerotitis

Pesawat terbang menjadi pilihan utama transportasi untuk perjalanan jarak jauh, baik untuk liburan maupun mudik. Alasannya karena lebih aman dan cepat dibandingkan transportasi darat. Namun, perjalanan udara juga memiliki tantangan yang perlu diperhatikan. Selain biaya yang lebih mahal, tubuh manusia yang biasa berada di permukaan bumi sering kali merasa tidak nyaman saat berada di ketinggian.

Salah satu masalah umum yang sering dialami adalah telinga yang terasa berdenging atau tersumbat akibat perubahan tekanan udara secara tiba-tiba. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah ear barotrauma atau aerotitis. Kondisi ini terjadi ketika telinga tengah mengalami dampak dari perubahan tekanan udara atau air yang signifikan.

Ketika pesawat lepas landas atau mendarat, terjadi ketidakseimbangan antara tekanan udara di lingkungan dengan tekanan di dalam telinga. Akibatnya, gendang telinga (membran timpani) tidak dapat bergetar secara normal. Meski umumnya bersifat sementara, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman yang mengganggu.

Gejala yang Sering Terjadi

Beberapa gejala yang sering dirasakan oleh penderita ear barotrauma meliputi:

  • Rasa tidak nyaman di telinga
  • Telinga terasa tersumbat
  • Pendengaran terganggu hingga hilang

Dalam kasus yang lebih berat, penderita mungkin mengalami:

  • Rasa nyeri tinggi
  • Terasa tekanan di telinga
  • Hilangnya pendengaran
  • Telinga mendenging
  • Vertigo
  • Pendarahan di telinga

Jika gejala-gejala tersebut bertahan selama beberapa hari, sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Faktor Risiko yang Meningkatkan Kemungkinan Terkena

Selain dipicu oleh perubahan ketinggian, risiko ear barotrauma meningkat apabila Anda sedang mengalami demam, flu, atau alergi yang menyebabkan hidung tersumbat. Kondisi ini memicu peradangan pada saluran eustachius—saluran penghubung telinga tengah dan tenggorokan, sehingga telinga sulit menyeimbangkan tekanan.

Bayi dan anak-anak kecil cenderung lebih mudah atau sering mengalami kondisi ini karena saluran eustachius yang lebih kecil. Orang-orang yang memiliki bentuk atau keabnormalan pada tubuh, seperti polip hidung, septum hidung bengkok, dan lain-lain, juga lebih rentan terhadap aerotitis.

Di sisi lain, mereka yang memiliki infeksi atau penyakit pada pendengaran juga lebih rentan terhadap kondisi ini.

Cara Menghindari atau Mengobati Aerotitis

Ada berbagai cara untuk mencegah dan mengobati aerotitis, antara lain:

  • Saat hendak terbang atau mendarat, sebaiknya kita masih terjaga.
  • Lakukan gerakan menelan, mengunyah atau menguap, terutama saat hendak terbang atau mendarat.
  • Hindari terbang saat mengalami infeksi pada pernapasan atau pendengaran.
  • Minum obat alergi sekitar satu jam sebelum lepas landas.
  • Lakukan Gerakan Valsalva: cubit hidung agar menutup, lalu tiup melalui hidung perlahan-lahan. Pastikan mulut menutup. Lakukan beberapa kali, terutama saat mendarat.
  • Gunakan semprotan hidung untuk mengurangi hidung tersumbat.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, risiko terkena aerotitis dapat diminimalisir. Jika gejala tetap terasa, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *