Tangis Keluarga Pecah,Camat Liukang Tupabiring Itti Mubarak Dimakamkan di Bungoro

Ringkasan Berita:

  • Suasana duka menyelimuti rumah Camat Liukang Tupabiring Muhammad Fitri “Itti” Mubarak di Pangkep, Minggu (28/12/2025). 
  • Itti meninggal dunia akibat kecelakaan kapal KM Fitri Jaya di perairan Tupabiring bersama dua korban lainnya.
  • Jenazah dilepas oleh Bupati Pangkep dan dimakamkan di Kecamatan Bungoro.

   

Bacaan Lainnya

 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKEP – Suasana duka menyelimuti kediaman Camat Liukang Tupabiring, Muhammad Fitri “Itti” Mubarak (53), di Perumahan Haji Rako, Minggu (28/12/2025).

Itti meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kapal KM Fitri Jaya di perairan utara Tupabiring, Sabtu (27/12/2025).

Almarhum tenggelam dan wafat bersama dua penumpang lainnya.

Ialah M Imran, SKep, Ners (Koordinator KLC Dompet Dhuafa Pangkep), serta Darmawati, bidan Pusat Kesehatan Masyarakat Pulau Sarappo.

Pantauan langsung Tribun Timur di lokasi, sepanjang jalan menuju rumah duka dipenuhi karangan bunga dari kerabat, kenalan, hingga rekan sejawat almarhum.

Kursi berwarna biru disediakan pihak keluarga untuk menyambut para pelayat.

Tenda berwarna senada tampak berdiri di depan pagar rumah duka.

Jenazah almarhum dilepas dari rumah duka sekitar pukul 09.00 Wita.

Tandu jenazah ditutup kain Merah Putih.

Tangis keluarga pecah saat jenazah dibawa keluar dari rumah duka.

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, bertindak sebagai inspektur upacara pelepasan jenazah, didampingi Wakil Bupati Pangkep Abd Rahman Assagaf.

Usai prosesi pelepasan, jenazah bersama rombongan pengantar diberangkatkan ke tempat pemakaman di Kecamatan Bungoro.

Salah seorang pelayat, Bahtiar Kudus, mengaku sangat kehilangan sosok almarhum yang dikenal murah hati dan peduli terhadap sesama.

“Beliau orangnya sangat baik, ramah, tidak pernah menyombongkan diri, dan sangat peduli,” ujar Bahtiar saat ditemui di rumah duka.

Ia juga mengenang momen kebersamaan dengan almarhum saat berkunjung ke pulau.

“Kalau kita diajak ke pulau, pasti sangat diperhatikan dengan baik,” katanya.

Bahtiar sempat bertemu dengan almarhum pada malam sebelum kejadian.

Ia tidak merasakan firasat apa pun, meski melihat almarhum tampak murung.

“Saat itu beliau terlihat murung, tidak seperti biasanya. Tapi tidak ada pesan khusus yang disampaikan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Pangkep menyebutkan, terdapat tiga korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Ketiganya adalah Camat Liukang Tupabiring Muhammad Fitri Mubarak, pengurus Dompet Dhuafa Pangkep M Imran, serta bidan Puskesmas Pulau Sarappo, Darmawati.

Ia menjelaskan, kapal tersebut ditumpangi 11 orang.

Delapan penumpang berhasil selamat, sementara tiga lainnya meninggal dunia.

“Delapan orang selamat, tiga meninggal dunia, termasuk Pak Camat,” ujarnya.

Rombongan diketahui hendak membawa bantuan pangan bagi warga Pulau Sarappo saat insiden tragis itu terjadi.

“Saya sempat diajak Pak Camat, tapi saya sampaikan Senin baru menyusul ke sana,” imbuhnya.

Fitri bersama rombongan bertolak dari Dermaga Pangkajene sekitar pukul 09.30 Wita dengan membawa bantuan sembako dari Dompet Dhuafa untuk warga terdampak bencana angin kencang di Pulau Sarappo.

Namun dalam perjalanan, kapal yang mereka tumpangi dilaporkan tenggelam di tengah laut. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *