Isi Artikel
— Media sosial dihebohkan oleh beredarnya sebuah video yang menampilkan aksi tak pantas seorang pria terhadap kasir swalayan di Kota Makassar.
Rekaman tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kemarahan warganet.
Belakangan diketahui, pria dalam video itu adalah Amal Said (AS), seorang dosen aktif di Universitas Islam Makassar (UIM).
Fakta ini membuat reaksi publik semakin keras, mengingat pelaku merupakan sosok akademisi yang seharusnya menjadi teladan.
Amal Said tercatat sebagai dosen di Universitas Islam Makassar yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Makassar.
Namanya mencuat ke ruang publik setelah aksinya meludahi kasir di sebuah swalayan pada Kamis (25/12/2025) terekam kamera dan viral di media sosial.
Insiden tersebut menjadi sorotan karena terjadi di ruang publik dan memperlihatkan tindakan yang dinilai merendahkan martabat orang lain.
Kronologi Singkat Kejadian
Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa itu bermula ketika Amal Said diduga memotong antrean di kasir.
Dalam video, ia tampak mengenakan kaos hitam dan kacamata, serta sempat membuka dompet untuk melakukan pembayaran.
Belum diketahui secara pasti percakapan yang terjadi antara pelaku dan kasir.
Namun suasana mendadak memanas ketika Amal Said tiba-tiba meludahi kasir perempuan yang mengenakan seragam biru dan kerudung putih. Aksi inilah yang kemudian memicu gelombang kecaman dari publik.
Profil Singkat Amal Said
Amal Said diketahui bernama lengkap Dr Ir Amal Said. Ia berjenis kelamin laki-laki dan tercatat sebagai dosen aktif di Universitas Islam Makassar.
Dalam aktivitas akademiknya, Amal Said mengajar di Program Studi Agribisnis.
Dari sisi pendidikan, ia telah menempuh jenjang tertinggi dengan latar belakang pendidikan S3, yang menegaskan posisinya sebagai tenaga pendidik di lingkungan perguruan tinggi.
Kasus ini terus menjadi perhatian publik, bukan hanya karena dugaan penghinaan yang terjadi, tetapi juga karena pelaku berstatus sebagai pendidik.
Proses hukum yang berjalan serta langkah tegas dari institusi pendidikan kini dinantikan masyarakat.
Rektor Universitas Islam Makassar, Prof Dr Muammar Bakry, membenarkan bahwa sosok dalam video tersebut merupakan dosen di kampusnya.
“Kalau yang di video itu memang (dosen UIM), dosen pertanian,” ujar Muammar Bakry saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Jumat (26/12/2025).
Muammar menegaskan pihak kampus akan mengambil sikap tegas atas peristiwa tersebut.
Ia menilai, tindakan yang terekam dalam video tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Meski demikian, pihak kampus tetap akan melakukan klarifikasi langsung kepada yang bersangkutan sebelum menjatuhkan sanksi.
“Kita harus tabayyun dulu sama yang bersangkutan toh. Yang pasti di video itu kan nda bagus lah, nda manusiawi kalau itu kejadian,” ungkap Muammar.
Muammar yang juga menjabat sebagai Sekretaris MUI Sulawesi Selatan mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut dan memastikan sanksi akan diberikan sesuai aturan akademik yang berlaku.
“Pasti akan kita berikan sanksi akademik sesuai aturan yang ada di kampus,” tegasnya.
Status Kepegawaian Jadi Perhatian
Lebih lanjut, Muammar menjelaskan bahwa Amal Said bukan dosen yayasan, melainkan aparatur negara yang diperbantukan ke UIM.
“AS itu dosen negara yang diperbantukan ke UIM,” jelasnya.
Dengan status tersebut, kampus akan terlebih dahulu mengkaji langkah administratif yang akan ditempuh, termasuk kemungkinan pengembalian yang bersangkutan ke instansi asal.
Korban Lapor Polisi
Sementara itu, kasir yang menjadi korban, berinisial N (21), telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tamalanrea. Laporan tersebut dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Sangkala.
“Sudah, melaporkan di Polsek Tamalanrea dengan laporan penghinaan dan dilakukan proses penyelidikan,” ujar Iptu Sangkala melalui pesan WhatsApp.
Kepolisian kini mulai memanggil saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian serta mengumpulkan barang bukti untuk mendalami kasus tersebut.
“Tindak lanjut mengundang saksi mencari info terhadap terlapor dan memanggil dan mengumpulkan barang bukti,” tegas Iptu Sangkala.
(Tribun Timur/Tribunnews/)







