Sopir MBG yang Tabrak Siswa SD Ternyata Baru Dua Hari Antar Makanan

Sopir Cadangan MBG yang Menabrak Siswa SD Diperiksa dan Dianggap Kelalaian

Adi Irawan, atau yang dikenal dengan panggilan AI (34), adalah sopir mobil Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak kerumunan siswa dan guru di SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12/2025) pagi. Saat kejadian, AI bertugas sebagai sopir cadangan karena sopir utama sedang sakit. Ia baru bertugas selama dua hari sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi.

AI mengaku panik saat mobil maju sehingga tidak menggunakan rem tangan. Ia juga mengatakan bahwa ia sudah berusaha menginjak rem, tetapi mobil tetap tidak berhenti. Akibat kejadian ini, 19 siswa dan 1 guru terluka. Salah satu korban paling parah adalah MP (11), yang kehilangan 18 gigi hingga tulang rahang patah. Saat ini, MP dirawat di ruang PICU RSUD Koja.

Adanya Unsur Kelalaian dalam Kecelakaan Ini

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyatakan bahwa AI memiliki SIM dan pernah melakukan back-up pengiriman sebelumnya. Namun, ia mengakui adanya unsur kelalaian dari sopir tersebut. “Dugaan sementara karena jalan naik, kemudian mau pindah gigi, lupa injak rem karena kurang pengalaman,” ujar Dadan.

Ia menegaskan bahwa BGN akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasional, khususnya terkait pengecekan kondisi kendaraan dan kualitas sopir. Meski demikian, ia memastikan bahwa proses rekrutmen sebelumnya sudah sesuai aturan karena seluruh sopir memiliki SIM dan telah melalui pemeriksaan.

Gestur Sopir yang Mencurigakan

Pengakuan AI saat diinterogasi polisi menjadi sorotan. Dalam video yang viral, AI duduk di tempat tidur sambil menundukkan kepalanya. Sesekali ia menggosok hidungnya saat diinterogasi. Gerakan ini membuat banyak orang curiga, terlebih dengan penjelasannya bagaimana kronologis mobil bisa menabrak.

AI menjelaskan bahwa ia sempat memutar balik mobil setelah melihat para siswa sedang berkumpul di halaman sekolah. Ia menyebutnya anak-anak yang dilihatnya sedang upacara, sehingga ia berbelok ke arah Masjid di dekat sekolah. Usai berbelok, ia kembali ke depan sekolah dengan maksud memarkirkan kendaraan sebelum masuk ke sekolah.

Namun, AI mengatakan mobilnya seperti melaju sendiri (ngegas). “Nah, di situ kan saya biasanya nunggu di bawah turunan tuh. Abis itu enggak tahu kenapa mobilnya kegas dikit-dikit tuh,” katanya. Saat mengucapkan itu, beberapa kali AI terlihat menunduk dan posisi badannya membungkuk saat menjelaskan kejadian dari sudut pandangnya.

Penjelasan Polisi tentang Kesalahan Sopir

Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subarsi mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, AI diduga salah menginjak pedal saat kendaraan menanjak menuju area sekolah. “Dia mau naik ke atas itu, mau ngerem, katanya remnya enggak pakem kan, karena takut mau menabrak, dia injek yang dalem. Nah, kirain itu (yang diinjek rem), ternyata gas,” ujar Bobi.

Bobi menyatakan bahwa berdasarkan hasil tes urine dari AI, urine yang bersangkutan negatif mengandung alkohol atau narkotika. “Cek urine negatif,” kata Bobi saat dikonfirmasi.

Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz menyampaikan bahwa kasus ini telah naik ke tahap penyidikan. AI disidik dengan Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan luka berat, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa 10 saksi, mulai dari pelapor, pihak sekolah, korban, hingga saksi mata di lokasi kejadian. Total ada 22 orang yang mengalami luka dan mendapat perawatan medis akibat kecelakaan tragis tersebut.

Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan alat bukti, termasuk kondisi kendaraan, untuk menentukan apakah besok AI akan ditetapkan sebagai tersangka. “Status sopir masih saksi. Jika besok alat bukti sudah cukup, akan kami tetapkan tersangka,” ujarnya.

Pos terkait