Serunya belajar matematika dasar bersama Dirjen GTKPG Kemendikdasmen, pecahkan mitos susahnya matematika

JURNAL SOREANG – Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, memeriahkan Hari Guru Nasional tahun ini, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG), Nunuk Suryani turun ke kelas untuk menjumpai para murid kelas 2 di SD Negeri Banyuagung 1, Surakarta.

Bukan sekadar beramah tamah dengan warga sekolah, Dirjen Nunuk juga mengajar Matematika dasar melalui pendekatan Matematika GEMBIRA.

Sungguh sebuah momen langka melihat seorang pejabat publik mempraktikkan sendiri bagaimana konsep Pembelajaran Mendalam yang mindful, meaningful_, dan joyful_.

Kesempatan ini selain sebagai sarana refleksi bagi pemerintah untuk berempati pada perjuangan guru mengajar di kelas, di sisi lain juga menjadi sarana belajar bagi para guru dalam mengkreasikan materi pembelajaran yang menyenangkan lagi efektif karena menggunakan media/peraga yang disukai anak.

“Kita ingin memecahkan mitos bahwa Matematika itu seram, menjadi Matematika Gembira. Tadi bisa dilihat sendiri bagaimana proses belajar di kelas (yang menyenangkan) membuat tidak ada satupun anak yang mengeluh tidak bisa,” ucap Nunuk Suryani di Surakarta, belum lama ini.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Nunuk mengajar dengan menerapkan praktik eksplorasi, aktivitas konkret, dan apresiasi terhadap proses berpikir murid. Guna meningkatkan kemampuan numerasi dasar murid tentang materi bangun ruang, ia menggunakan kue tradisional beragam bentuk dan warna.

Ketika menyapa para murid, Nunuk Suryani bertanya, “Siapa di sini yang tidak suka Matematika?” Lalu, ada satu orang anak yang menjawab alasannya tidak suka Matematika karena jika nilainya jelek, dia akan dimarahi ibunya.

Mendengar jawaban sang anak, Dirjen Nunuk mengajak anak tersebut ke depan kelas untuk mempraktikkan konsep Matematika Gembira. Nunuk Suryani bertanya, “Kue ini berbentuk bangun ruang apa?”

Selain itu, ia juga mengajak anak tersebut menggunakan kue sebagai media belajar untuk konsep penjumlahan. “Ini tambah ini jadinya berapa?” tanya Nunuk Suryani seraya menuliskan hasil penjumlahan yang disebutkan sang anak pada Papan Interaktif Digital yang sudah diterima sekolah sejak beberapa waktu lalu.

“Pembelajaran Matematika yang tadi saya ajarkan itu menerapkan prinsip Matematika GEMBIRA. Tadi saya menggunakan media pembelajaran kue-kue tradisional yang memiliki ragam bentuk seperti balok, bola dan prisma. Penggunaan media ini membantu murid agar memahami konsep bentuk secara konkret dan menarik,” ujarnya.

Selesai mengajar, Dirjen Nunuk menceritakan pengalamannya berinteraksi dengan anak-anak di kelas. Ia nampak senang karena berhasil mengubah pola pikir anak yang tadinya tidak suka Matematika menjadi lebih antusias belajar Matematika.

“Pembelajaran Matematika yang menyenangkan mendapat respons positif dari para murid. Murid-murid dikenalkan dengan konsep yang nyata dahulu, sehingga bisa mengenal konsep abstrak dengan baik. Hasilnya, anak-anak yang awalnya tidak suka dengan Matematika menjadi senang dan semangat saat belajar di kelas,” jelas Dirjen Nunuk.

Lebih lanjut, ia menerangkan penerapan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan tidak hanya memberikan pengalaman yang berkesan bagi murid, tapi juga bagi para guru.

Kehadiran Dirjen Nunuk mengajar langsung di ruang kelas menjadi inspirasi tersendiri bagi para guru di SDN Banyuagung 1 dalam memberi contoh nyata pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Kami sungguh senang sekali Bu Dirjen bisa mengajar di sini dengan anak-anak kelas 2 SD Banyuagung 1. Semoga guru-guru menjadi tambah semangat dengan adanya contoh pembelajaran dari Bu Dirjen. Kami akan terus semangat dan tidak akan putus asa untuk bisa memajukan dan mencerdaskan anak-anak penerus bangsa ini,” ujar Kepala SDN Banyuagung 1, Dwi Puji Rahayu.***