Penampilan Mencengangkan Liu Mengyang dalam ONE Friday Fights 137
Pada pertandingan ONE Friday Fights 137 yang berlangsung pada Jumat, 19 Desember, seorang petarung Tiongkok bernama Liu Mengyang atau dikenal dengan julukan “Spirit Dragon” tampil sangat mengesankan. Ia hadir dengan satu tujuan utama, yaitu membuktikan bahwa dirinya layak untuk masuk dalam percakapan terkait gelar juara dunia di kelas Featherweight Kickboxing.
Namun, apa yang ditampilkan oleh Liu Mengyang melampaui ekspektasi. Dalam waktu hanya 52 detik, ia berhasil mengalahkan Juara Dunia ONE Featherweight Muay Thai, Tawanchai PK Saenchai, dengan sebuah tendangan betis yang membuat sang atlet Thailand harus menyerah secara prematur.
Perjalanan Kemenangan yang Cepat dan Dramatis
Awalnya, Tawanchai tampil meyakinkan dengan serangannya yang terus-menerus menghambat langkah Liu Mengyang. Namun, Liu tidak mudah menyerah. Setiap kali ada kesempatan, ia terus mengirimkan tendangan rendah ke arah betis kanan Tawanchai.
Pada tendangan keempat, kaki Tawanchai tidak mampu lagi menahan tekanan. Ia langsung terjatuh dan tidak bisa bangun kembali. Akhirnya, pertandingan dihentikan dan kemenangan TKO resmi diberikan kepada Liu Mengyang.
Tanggapan Liu Mengyang atas Kemenangan yang Mengejutkan
Setelah pertandingan, Liu Mengyang mengungkapkan perasaannya. Ia mengatakan:
“Saya mendengar suara renyah saat tendangan saya mengenai betisnya. Kakinya terlalu tipis, atau mungkin kaki saya terlalu kuat.”
Ia juga menyampaikan rasa senang dan antusias, tetapi sedikit khawatir akan kondisi Tawanchai. Liu berharap sang atlet Thailand segera pulih dari cedera yang dialaminya.
Kemenangan ini bukanlah sekadar keberuntungan. Liu telah menjalani latihan intensif di Shunyuan Fight Club, yang menjadi dasar dari strategi yang digunakan dalam pertandingan tersebut. Ia dan pelatihnya mempelajari gaya tarung Tawanchai dan menemukan celah yang bisa dimanfaatkan.
Persiapan Teknik dan Mental yang Matang
Liu juga mempersiapkan mental yang kuat agar dapat meningkatkan rasa percaya dirinya. Ia menyebutkan bahwa sebelum laga, ia mempersiapkan tiga teknik utama: tendangan betis, tendangan ke perut, dan pukulan. Ia percaya salah satu dari teknik tersebut akan membuat Tawanchai kalah.
“Saya yakin akan meraih KO karena saya banyak berlatih psikologi dan latihan sebenarnya,” ujarnya.
Tujuan Berikutnya: Menantang Superbon
Setelah kemenangan spektakuler ini, Liu Mengyang kini berada di posisi terdepan menuju laga Kejuaraan Dunia. Dalam 12 bulan terakhir, ia telah mencatatkan kemenangan penting melawan dua nama besar, yaitu Masaaki Noiri dan Shadow Singha Mawynn.
Kini, setelah mengalahkan Tawanchai dalam waktu singkat, Liu menatap laga selanjutnya kontra Juara Dunia ONE Featherweight Kickboxing, Superbon. Faktanya, Tawanchai pernah dua kali mengalahkan Superbon dalam pertandingan Muay Thai, yang semakin memberi keyakinan bagi Liu.
Superbon baru saja menyatukan sabuk emasnya setelah mengalahkan Noiri di ONE 173. Meski belum ada pengumuman resmi siapa penantang berikutnya, kemenangan Liu semakin memperkuat persaingan di kelas ini.
Ambisi Liu Mengyang: Mendapatkan Sabuk Superbon
Liu Mengyang menyatakan bahwa mengalahkan Tawanchai adalah hal penting bagi karier dirinya. Ia berharap dapat mendekati mimpi menjadi juara dunia.
“Untuk laga selanjutnya, saya ingin sabuk Superbon. Ini saatnya menyandangkan sabukmu di pundakku!” katanya dengan antusias.

Tinggalkan Balasan