Isi Artikel
- 1 Ringkasan Ibadah Sabda Minggu Adven III Tahun A
- 2 Persiapan Ibadah
- 3 Perayaan Ibadah
- 3.1 Tanda Salib dan Salam
- 3.2 Kata Pembuka
- 3.3 Tobat dan Permohonan Ampun
- 3.4 Doa Pembuka
- 3.5 Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan
- 3.6 Bacaan Pertama (Yes. 35:1-6a.10)
- 3.7 Mendaraskan Mazmur Tanggapan
- 3.8 Bacaan Kedua (Yak. 5:7-10)
- 3.9 Alleluia (Yes. 61:1)
- 3.10 Injil [Mat. 11:2-11]
- 3.11 Renungan Singkat
- 3.12 Hening Sejenak
- 3.13 Syahadat
- 3.14 Doa Umat
- 3.15 Kolekte
- 3.16 Doa Pujian
- 3.17 Ritus Komuni
- 3.18 Doa Penutup
- 3.19 Mohon Berkat Tuhan
- 3.20 Pengutusan
- 3.21 Lagu Penutup
- 3.22 Artikel Terkait:
Ringkasan Ibadah Sabda Minggu Adven III Tahun A
Ibadah sabda minggu ini menghadirkan tema kegembiraan dan pengharapan akan kedatangan Tuhan. Dengan warna liturgi ungu, ibadah ini dirancang untuk memperkuat iman dan kesabaran umat Katolik dalam menantikan Natal. Teks ibadah sabda disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD, yang memberikan panduan lengkap untuk pelaksanaan ibadah.
Persiapan Ibadah
Sebelum memulai, para petugas liturgi berkumpul di sakristi. Di meja perayaan, lilin bernyala yang mengapiti salib ditempatkan. Alkitab dan buku nyanyian siap disiapkan. Untuk menjaga suasana khusuk, alat komunikasi dimatikan.
Perayaan Ibadah
Pemimpin ibadah membuka dengan doa: “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”. Lagu pembuka untuk masa Adven dinyanyikan dengan nuansa ungu.
Tanda Salib dan Salam
- P: Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
- U: Amin.
- P: Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
- U: Sekarang dan selama-lamanya.
Kata Pembuka
Minggu ini disebut sebagai Minggu Gaudete, yang berarti hari gembira. Kegembiraan ini disimbolkan dengan penyalaan lilin adven berwarna merah muda. Bacaan pertama menggemakan tema sukacita ini dengan menyatakan bahwa semua ciptaan bergembira. Orang Israel juga diminta untuk bersukacita karena Tuhan datang dalam kemuliaan-Nya.
Tobat dan Permohonan Ampun
Para jemaat menyesali dosa-dosa mereka dan memohon ampun atas segala kekurangan agar pantas bertemu dengan Tuhan. Doa permohonan diucapkan dengan penuh rasa penyesalan.
Doa Pembuka
Doa dibacakan untuk memohon kepada Allah yang mahakuasa agar umat-Nya dapat bersukacita dan merayakan Sabda penyelamatan-Nya.
Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan
Pemimpin mengajak jemaat untuk hening sejenak dan mendengarkan Sabda Tuhan dalam bacaan-bacaan berikutnya.
Bacaan Pertama (Yes. 35:1-6a.10)
Bacaan dari Kitab Yesaya menggambarkan kegembiraan yang akan terjadi ketika Tuhan datang. Mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka.
Mendaraskan Mazmur Tanggapan
Mazmur dipandu dengan refren “Mari kita pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita”. Mazmur ini mengingatkan kita akan kebaikan Tuhan yang memberi roti kepada orang-orang lapar dan membebaskan orang-orang yang terkurung.
Bacaan Kedua (Yak. 5:7-10)
Surat Rasul Yakobus mengajarkan pentingnya kesabaran dalam menantikan kedatangan Tuhan. Petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
Alleluia (Yes. 61:1)
- P: Alleluia
- U: Alleluia
- P: Roh Tuhan ada padaku. * Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara.
- U: Alleluia
Injil [Mat. 11:2-11]
Dalam injil ini, Yohanes Pembaptis mengutus murid-muridnya untuk bertanya kepada Yesus apakah Dia adalah Mesias yang dinanti-nantikan. Yesus menjawab dengan menunjukkan tanda-tanda kekuasaan-Nya.
Renungan Singkat
Renungan ini menekankan dua hal: pengenalan pribadi akan Tuhan dan relasi antara Yohanes Pembaptis dan Yesus. Kita belajar untuk dekat dengan Tuhan melalui doa, membaca Kitab Suci, dan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan.
Hening Sejenak
Jemaat diajak untuk hening sejenak untuk merenungkan kehadiran Tuhan dalam hidup mereka.
Syahadat
Jemaat mengucapkan Syahadat untuk menunjukkan keyakinan mereka kepada Tuhan.
Doa Umat
Doa-doa permohonan diajukan untuk berbagai pihak seperti Sri Paus, para pemimpin masyarakat, para pengungsi, dan jemaat sendiri.
Kolekte
Kolekte dikumpulkan sebagai bentuk cinta kepada Sang Sabda dan sesama yang berkekurangan.
Doa Pujian
Doa pujian dibacakan untuk memuji dan meluhurkan Tuhan dengan berseru: “Sungguh agung Kristus, Raja Pembawa Damai.”
Ritus Komuni
Ada dua kemungkinan dalam ritus komuni: (1) menyambut komuni atau (2) menghayati komuni batin/rindu.
Doa Penutup
Doa penutup diajukan untuk memohon berkat dan perlindungan Tuhan.
Mohon Berkat Tuhan
Jemaat memohon berkat Tuhan dengan membuat Tanda Salib pada diri sendiri.
Pengutusan
Ibadah ditutup dengan ajakan untuk pergi dan diutus dalam pelayanan.
Lagu Penutup
Lagu penutup dinyanyikan sebagai penutup dari ibadah sabda.







