Juli 12, 2026

Rekap AC Milan di 2025: Momen terburuk, kemenangan terbaik hingga lahirnya bintang baru

0
jadwal-liga-italia-skuat-ac-milan.jpg

Ringkasan Berita:

  • AC Milan menutup 2025 dengan optimisme tinggi dalam perburuan Scudetto. 
  • Sejumlah momen menonjol mewarnai tahun ini, mulai dari kemenangan 3-0 di semifinal Coppa Italia, gol indah Adrien Rabiot, hingga assist brilian Christian Pulisic yang juga dinobatkan sebagai pemain terbaik. 
  • Kembalinya Massimiliano Allegri menjadi momen positif, sementara Davide Bartesaghi muncul sebagai bintang baru. 
  • Di sisi lain, final Coppa Italia dan konflik internal menjadi catatan terburuk.

– AC Milan menutup tahun 2025 dengan optimisme tinggi, Rossoneri berada di jalur perburuan gelar juara Liga Italia Serie A.

Di musim 2025/2026, AC Milan konsisten di papan atas, bahkan beberapa kali sempat bertengger di puncak klasemen sementara.

Tahun 2025 menjadi periode yang penuh warna bagi AC Milan.

Ada kemenangan terbaik, gol terbaik, kekalahan, kejadian buruk dan lainnya yang dialami penggawa AC Milan selama 2025.

Berikut sejumlah momen AC Milan di 2025, dilansir Tribun Kaltim dari Sempre AC Milan:

Kemenangan Terbaik

Untuk kemenangan terbaik AC Milan tahun ini, sulit mengabaikan kemenangan 3-0 di semifinal Coppa Italia.

Di tengah atmosfer negatif yang menyelimuti klub saat itu, laga tersebut memberi kesempatan langka bagi para pendukung untuk kembali menikmati sepak bola.

Secara realistis, kemenangan itu memang tidak membawa dampak besar.

Namun, mengalahkan rival di laga “tandang” pada salah satu musim terburuk AC Milan dalam beberapa tahun terakhir tetap terasa sangat memuaskan.

Gol Terbaik

AC Milan mencetak sejumlah gol indah sepanjang tahun, tetapi gol Adrien Rabiot ke gawang Torino berada di level yang berbeda.

Itu adalah jenis gol yang terlihat sama indahnya baik dalam tayangan lambat maupun pada kecepatan asli saat dilepaskan.

Sebuah tendangan yang nyaris sempurna.

Assist Terbaik

Assist terbaik tahun ini juga lahir pada musim yang sama.

Christian Pulisic melakukan aksi luar biasa dengan berlari di sisi lapangan, bahkan sempat keluar lapangan, sebelum mengirimkan umpan matang kepada Alexis Saelemaekers di kotak penalti untuk membawa AC Milan unggul atas Napoli.

Sebuah kontribusi brilian.

Pemain Terbaik

Untuk kategori pemain terbaik, rasanya sulit menunjuk nama lain selain Christian Pulisic.

Pemain asal Amerika Serikat itu berkali-kali menjadi penentu bagi Il Diavolo, baik untuk membuka kebuntuan maupun mengunci kemenangan.

Beban besar kerap berada di pundaknya, dan ia hampir selalu menjawabnya di momen-momen krusial.

Pulisic layak dinobatkan sebagai pemain terbaik AC Milan tahun ini.

Momen Terbaik

Menentukan momen terbaik bukan perkara mudah, karena di balik banyak hal buruk, ada pula beberapa kenangan positif.

Namun, pilihan kami jatuh pada kembalinya Massimiliano Allegri ke AC Milan.

Kepulangan Allegri menandai kembalinya AC Milan ke akar tradisinya, sesuatu yang telah lama dibutuhkan.

Lebih dari itu, ia membawa kembali pengalaman dan ambisi.

Enam bulan pertamanya di AC Milanello berjalan sangat positif.

Semoga 2026 bisa menghadirkan hal yang lebih baik lagi.

Bintang Baru Terbaik

Kategori ini juga cukup sulit, dengan dua kandidat kuat: Alexis Saelemaekers dan Davide Bartesaghi.

Namun, pilihan akhirnya jatuh pada Bartesaghi.

Meski Saelemaekers juga menjalani tahun yang bisa disebut sebagai terobosan, tak bisa disangkal bahwa ini adalah tahunnya Bartesaghi.

Bek muda Italia itu telah lama menunggu kesempatan, dan ketika momennya tiba, ia memanfaatkannya dengan maksimal.

Kini, posisinya terasa semakin kokoh.

Di usia 20 tahun, ia berpotensi membangun warisan jangka panjang di AC Milan.

Laga Terburuk

Memilih laga terburuk tahun ini terasa sangat mudah: final Coppa Italia.

Dalam beberapa pekan sebelumnya, ada tanda-tanda AC Milan mulai bangkit.

Harapan pun tumbuh, meski musim berjalan buruk, mungkin masih ada jalan keluar.

Namun kenyataan berkata lain.

AC Milan tampil jauh dari harapan, kalah telak, dan nyaris tidak menunjukkan semangat juang.

Jika satu pertandingan bisa merangkum buruknya satu tahun, maka laga itu adalah contohnya.

Momen Terburuk

Dengan nada serupa, momen terburuk juga mudah ditentukan: cekcok antara Sergio Conceição dan Davide Calabria di lapangan usai kemenangan atas Parma.

Melihat pelatih dan kapten tim terlibat adu mulut seperti itu bukanlah pemandangan yang menyenangkan.

Insiden tersebut justru mempertegas kesan adanya toksisitas di dalam klub.

Sebuah momen yang lebih baik dilupakan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *