Refleksi Kinerja Selama Observasi Praktik

– Apa pendapat Anda mengenai kinerja Anda selama observasi praktik kerja? – Bagaimana penilaian Anda terhadap performa Anda selama masa observasi praktik kerja? – Apa tanggapan Anda mengenai kemampuan Anda dalam menjalani praktik kerja selama observasi? – Bagaimana evaluasi Anda terhadap kinerja Anda selama proses observasi praktik kerja?

Pertanyaan ini umumnya muncul ketika guru mengisi Dokumen Tindak Lanjut Pengelolaan Kinerja Guru melalui Platform Merdeka Mengajar (PMM) 2024.

Di dalam dokumen tersebut, guru diminta untuk menguraikan refleksi terhadap kegiatan praktik kerja yang telah dilakukan selama proses observasi praktik kerja, dengan batasan panjang jawaban tidak melebihi 1.000 karakter.

Sebagai referensi, guru dapat menggunakan contoh jawaban yang tersedia dalam artikel ini. Namun perlu diingat kembali bahwa jawaban tersebut hanya bersifat contoh.

Karena hanya berfungsi sebagai panduan jawaban, maka dilarang keras untuk meniru, menyalin, atau mengambil jawaban yang tersedia di sini secara langsung.

Soal

Apa pendapat Anda mengenai kinerja Anda selama masa observasi praktik kerja?

Referensi Contoh Jawaban

1. Perhatian pada Perilaku: Kegiatan yang Menyenangkan

Beberapa siswa belum memenuhi peran mereka secara maksimal dalam kegiatan kelompok. Hal ini terlihat dari masih adanya anggota kelompok yang belum mengetahui tugasnya dengan jelas.

Berdasarkan data pengamatan, hal ini terjadi karena motivasi yang diberikan belum sepenuhnya mendorong seluruh peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Selain itu, peserta didik juga belum diberi kesempatan penuh dalam menentukan peran yang mereka harapkan.

Perubahan yang akan dilakukan selanjutnya adalah memberikan dorongan, dukungan, dan kesempatan kepada siswa untuk menentukan peran sesuai dengan minat mereka agar partisipasi mereka dalam proses belajar meningkat.

2. Fokus pada Perilaku: Penerapan Disiplin yang Positif

Di dalam proses pembelajaran, partisipasi siswa dalam memberikan umpan balik masih tergolong rendah. Sebagian dari mereka menunjukkan sikap tidak peduli dan bahkan mengganggu teman sekelas.

Temuan refleksi menunjukkan bahwa kesepakatan kelas yang telah dibuat belum diterapkan secara konsisten, salah satunya disebabkan oleh kurangnya penguatan positif yang diberikan.

Berikut adalah beberapa variasi dari teks yang diberikan: 1. Selanjutnya, tindakan yang akan dilakukan adalah lebih memperhatikan partisipasi siswa dengan mendengarkan pendapat mereka dalam diskusi serta tetap konsisten dalam memberikan apresiasi positif, seperti pujian. 2. Langkah berikutnya adalah meningkatkan keterlibatan peserta didik dengan mengakui pandangan mereka dalam diskusi dan menjaga konsistensi dalam memberikan pujian sebagai bentuk penguatan positif. 3. Di masa depan, fokusnya adalah lebih melibatkan siswa dengan mendengarkan pendapat mereka selama diskusi serta tetap konsisten dalam memberikan pujian sebagai bentuk dukungan positif. 4. Berikutnya, upaya yang akan dilakukan adalah lebih melibatkan peserta didik dengan menghargai pendapat mereka dalam diskusi dan menjunjung tinggi pujian sebagai bentuk penguatan positif. 5. Masa depannya, langkah yang akan diambil adalah lebih melibatkan siswa dengan mendengarkan pandangan mereka dalam proses diskusi serta menjaga kekonsistenan dalam memberikan pujian sebagai bentuk penghargaan.

3. Fokus Perilaku: Kedisiplinan dalam Lingkungan Kelas

Beberapa siswa masih menunjukkan rendahnya rasa percaya diri. Hal ini terjadi karena komunikasi positif yang terjalin belum sepenuhnya mampu membentuk hubungan yang menyenangkan. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh pengelolaan kelas yang belum maksimal dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman.

Selanjutnya, fokus akan diberikan pada memastikan proses pembelajaran berjalan dengan teratur dan nyaman sehingga peserta didik merasa dihargai serta merasakan makna dalam setiap aktivitas pembelajaran.

4. Fokus Perilaku: Perhatian dan Kepedulian

Dalam kegiatan penyampaian pendapat, masih banyak peserta didik yang belum menunjukkan partisipasi aktif. Hal ini terjadi karena kurangnya respons positif terhadap pendapat yang disampaikan, sehingga membuat peserta didik enggan untuk berbicara.

Perbaikan yang akan dilakukan adalah memberikan ruang yang lebih besar kepada siswa untuk menyampaikan pendapat serta memberikan apresiasi terhadap mereka yang berani menyampaikan ide.

5. Fokus Perilaku: Harapan terhadap Siswa

Masih ada siswa yang belum mempunyai gambaran yang jelas mengenai impian dan harapan baik di masa depan.

Hal ini terjadi karena perhatian dan penyampaian harapan positif lebih sering diberikan kepada siswa yang aktif, sedangkan yang kurang aktif cenderung diabaikan.

Perubahan yang akan dilakukan adalah membangun komunikasi dengan seluruh siswa guna mengetahui impian dan harapan baik yang ingin mereka raih di masa depan.

6. Fokus Perilaku: Petunjuk yang Fleksibel

Siswa masih merasa bingung saat proses pembelajaran dimulai meskipun suasana kelas sudah nyaman.

Keadaan ini muncul akibat penyampaian materi belum sepenuhnya sesuai dengan respons peserta didik. Di masa depan, proses pembelajaran akan disesuaikan berdasarkan hasil asesmen awal dan tanggapan peserta didik agar karakteristik, kebutuhan, serta kondisi awal mereka dapat terpenuhi.

7. Fokus Perilaku: Panduan Pembelajaran

Saat proses pembelajaran berlangsung, siswa merasa bosan dan kesulitan memahami materi yang disampaikan. Hal ini terjadi karena penggunaan bahasa yang sulit dipahami serta penjelasan yang hanya mengarah pada alat bantu mengajar tanpa dikaitkan dengan situasi sehari-hari.

Perbaikan yang akan dilakukan yaitu menyajikan visualisasi dengan media yang sesuai serta menjelaskan konsep menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik agar pembelajaran menjadi lebih menarik.

8. Fokus pada Perilaku: Umpan Balik yang Konstruktif

Motivasi belajar internal siswa masih tergolong rendah, tampak dari kecenderungan untuk bermain dan mengganggu teman selama proses pembelajaran. Hal ini terjadi karena umpan balik yang lebih fokus pada hasil akhir tanpa memberikan kesempatan untuk perbaikan.

Selanjutnya, umpan balik akan berfokus pada proses dan usaha siswa, serta diberikan waktu khusus untuk membahas umpan balik selama atau setelah kegiatan pembelajaran dilaksanakan.