Prabowo Tolak Bantuan Asing, Bos Minyak Malaysia Donasikan Rp777 Juta ke Gubernur Aceh

Penolakan Bantuan Asing oleh Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pihaknya menolak bantuan dari luar negeri dalam menangani bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia menyatakan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi tersebut secara mandiri. Meskipun ada beberapa negara yang menawarkan bantuan, Prabowo memilih untuk menolak tawaran tersebut.

Dalam penyampaian terbarunya di sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (15/12/2025), Prabowo mengungkapkan bahwa ia menerima telepon dari sejumlah pemimpin negara sahabat yang ingin memberikan bantuan. Namun, ia menegaskan bahwa Indonesia mampu mengatasi bencana yang telah merenggut ribuan nyawa.

Bacaan Lainnya

“Saya bilang terima kasih atas perhatian Anda. Kami mampu, Indonesia mampu mengatasi ini,” tegasnya.

Sikap berbeda ditunjukkan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem. Ia justru menerima bantuan dari pihak asing, termasuk dari Cina dan Malaysia. Terbaru, Mualem menerima bantuan dari seorang bos minyak asal Malaysia.

Bantuan Logistik dari Blue Sky Rescue (BSR) Malaysia

Gubernur Aceh juga menerima bantuan logistik dari Blue Sky Rescue (BSR) Malaysia. BSR merupakan tim penyelamat asal China yang sudah memiliki cabang di berbagai negara. BSR telah beroperasi sejak 2007 dan memiliki cabang di Malaysia sejak Desember 2017. Fokus BSR adalah operasi penyelamatan darurat kesejahteraan publik non-pemerintah yang profesional dan independen.

BSR Malaysia telah mengirimkan dua kali bantuan ke Aceh. Logistik pertama tiba pada Sabtu (29/11/2025) pukul 19.00 WIB. Sebanyak 2 juta pieces obat dan alat kesehatan seberat 2 ton tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, menggunakan pesawat kargo khusus dari Kuala Lumpur. Bantuan ini menjadi pengiriman medis internasional pertama yang masuk ke Aceh pasca-bencana Siklon Senyar, yang menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah Aceh.

Logistik tahap kedua tiba pada Rabu (10/12/2025). Mereka membawa bantuan total 3 ton yang terdiri dari 2 ton obat-obatan dan 1 ton makanan. Bantuan ini akan disalurkan ke daerah terdampak banjir, terutama ke posko pengungsian.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengucapkan terima kasih kepada BSR. “Terima kasih banyak kepada BSR dari Kuala Lumpur yang sudah membantu, ini sudah kali kedua (mengirim bantuan),” katanya.

Donasi dari Bos Minyak Malaysia

Mualem kembali menerima bantuan asing untuk korban banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh. Bantuan kali ini datang dari bos minyak asal Malaysia, Bolhassan. Ia menyerahkan donasi korban banjir Aceh sebesar Rp777 juta. Hasilnya kemudian dibelikan berbagai kebutuhan pokok.

Penyerahan secara simbolis digelar di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Senin (15/12/2025) malam. Bolhassan menjelaskan bahwa donasi ini berasal dari penggalangan dana di internal perusahaan minyak miliknya, Upland Resources.

“Alhamdulillah, PT kita Upland di UK, Indonesia, dan Malaysia dapat mengumpulkan dana sebesar Rp 777 juta,” katanya. Bolhassan melanjutkan bahwa pihaknya ikut membantu menyebarkannya ke lokasi-lokasi yang diarahkan langsung oleh Mualem.

Profil Bolhassan

Upland Resources merupakan perusahaan minyak dan gas asal Malaysia yang sudah ada sejak Maret 2012. Perusahaan ini terdaftar di bursa Inggris dan bermitra dengan Petroleum Sarawak Berhad (PETROS), perusahaan minyak milik negara Sarawak.

Bolhassan memiliki pengalaman politik selama bertahun-tahun. Ia terpilih sebagai Dewan Legislatif Negara Bagian Sarawak dari tahun 1987 hingga 2011. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai Ketua Komite Akuntabilitas Publik, Asisten Menteri di Departemen Kepala Menteri Sarawak, serta Asisten Menteri di Kementerian Pembangunan Infrastruktur dan Komunikasi Malaysia.

Sebagai lulusan Teknik di Universitas Sheffield, Inggris Raya, Bolhassan memiliki pengalaman di bidang bisnis perminyakan sejak tahun 1979 di Sarawak Shell Bhd, anak perusahaan Royal Dutch Shell plc. Ia memiliki pengalaman dalam perencanaan proyek, desain, konstruksi, pengoperasian, dan pengaktifan proyek lepas pantai.


Pos terkait