Pernyataan Shin Tae-yong Terbukti, Timnas Indonesia Gagal Tanpa Sang Pelatih

https://mediahariini.comMasih ingatkah kisah ucapan ‘sakral’ anak Shin Tae-yong, yaitu Shin Jae-won, setelah ayahnya tiba-tiba dipecat oleh PSSI.

Akibatnya, Shin Tae-yong tidak lagi memperkuat Tim Nasional Indonesia.

Bacaan Lainnya

Berita ini sangat mengejutkan para pendukung Tim Nasional Indonesia.

Karena sebelumnya, Shin Tae-yong sebagai pelatih saat itu memberikan harapan besar melalui penampilan pemain yang tidak main-main.

Hasil yang diperoleh memuaskan. Bahkan beberapa kali menciptakan sejarah dalam perkembangan sepak bola negara Indonesia.

Pencapaian Timnas Indonesia di bawah kendali STY beberapa di antaranya:

1. Timnas Indonesia di tingkat senior berhasil melaju hingga putaran ketiga berkat arahan yang baik dari Shin Tae-yong.

2. Garuda berhasil meraih kemenangan pertamanya dalam babak ketiga setelah mengalahkan Arab Saudi pada 19 November 2024.

3. Tujuh bulan sebelumnya, Shin Tae-yong berhasil membawa Timnas U-23 Indonesia melaju ke babak semifinal Piala Asia U-23 2024 dan hampir meraih tiket ke ajang Olimpiade 2024.

Namun, hasilnya, PSSI seolah mendapat ‘karma negatif’ setelah memutus kontrak Shin Tae-yong.

Anak Shin Tae-yong pernah giat melindungi ayahnya ketika dipecat.

Ia bahkan memastikan Timnas Indonesia tidak akan mengalami hal yang sama seperti saat ayahnya melatih tim Garuda tersebut.

Dan memang benar, setelah meninggalkan posisi pelatih, Timnas Indonesia mengalami penurunan yang signifikan.

Awal tahun 2025 menjadi masa sulit bagi Tim Nasional Indonesia.

6 Januari 2025 mungkin menjadi awal dari masa kegelapan tersebut.

Dilansir dari Tribunnews.com, keputusan PSSI mengganti STY dari posisi pelatih Timnas Indonesia tanpa alasan jelas, justru mengejutkan banyak pihak.

Masyarakat kesal. Terlebih STY berhasil melewati keraguan banyak orang.

Namun berkat prestasinya, STY membawa burung garuda terbang tinggi.

Wajar jika hal ini memicu respons masyarakat.

Bahkan anak STY yang sangat mendukung Timnas Indonesia.

Penghapusan Shin Tae-yong tidak lepas dari respons dari pihak internal keluarga pelatih tersebut.

Anak Shin Tae-yong, Shin Jae-won memberikan peringatan kepada PSSI setelah ayahnya dipecat melalui kolom komentar di Instagram.

“Kita lihat sejauh apa Timnas Indonesia setelah ayah saya pergi,” kata Shin Jae-won.

Ternyata pernyataan putra Shin Tae-yong menjadi kenyataan bagi PSSI.

Tim nasional Indonesia mengalami kegagalan total dalam memperoleh tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah tersingkir di babak keempat kualifikasi pada Oktober 2025.

Tim Garuda pulang tanpa meraih satu pun poin dalam putaran keempat setelah kalah dari Arab Saudi dan Irak.

Masyarakat semakin marah terhadap sikap Patrick Kluivert yang ditunjuk sebagai pelatih pada masa itu yang menolak menyapa para pendukung setelah gagal membawa Tim Garuda melaju ke Piala Dunia 2026.

Sebulan sebelum timnas senior mengalami kegagalan, Timnas U-23 Indonesia juga tidak mampu melaju ke babak final Piala Asia U-23 2026.

Yang membuat pencapaian ini lebih memalukan adalah Timnas U-23 Indonesia tidak mampu mengalahkan Laos dalam pertandingan pembuka babak kualifikasi.

Puncak dari semua prestasi yang memalukan PSSI pada tahun 2025 terjadi dalam ajang SEA Games 2025.

Timnas U-22 Indonesia kembali diasuh oleh Indra Sjafri, yang merupakan arsitek di balik medali emas pada penyelenggaraan 2023.

PSSI yang ingin memperbaiki reputasinya juga mengundang pemain andalan timnas senior yang bermain di luar negeri seperti Mauro Zijlstra dan Ivar Jenner.

Namun, alih-alih mendapatkan hasil positif, Timnas U-22 Indonesia justru kehilangan medali emas yang sebelumnya berhasil diraih.

Yang memicu kemarahan publik adalah Timnas U-22 Indonesia gagal melaju setelah tersingkir di babak grup.

Warga negara Indonesia semakin marah setelah Timnas U-22 Indonesia kalah dalam pertandingan pembuka melawan Filipina yang sebagian besar pemainnya masih bermain untuk tim perguruan tinggi.

Sudah lengkap bencana yang diakibatkan oleh kesalahan PSSI sejak memecat Shin Tae-yong pada 2025.

Masyarakat semakin marah terhadap tindakan Erick Thohir yang menyatakan tidak akan mengangkat kembali Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Erick Thohir dengan tegas menyatakan tidak ada peluang Shin Tae-yong untuk melatih Tim Garuda dengan kata-kata 0 persen.

Selain itu, PSSI belum juga berhasil menemukan pelatih baru sejak memutus kontrak Patrick Kluivert pada Oktober 2025.

Belum ada kejelasan dari PSSI mengenai hasil rekrutmen pelatih baru Timnas Garuda setelah bekerja selama dua bulan.

Kemudian, apakah PSSI bersedia menyadari kesalahan setelah memecat Shin Tae-yong atau akan tetap mempertahankan kebanggaannya di atas segala sesuatu?

(BolaSport.com)(https://mediahariini.com/Desi Triana)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *