Isi Artikel
Penangkapan Enam Remaja Anggota Geng Gaman Mbois Surabayans
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berhasil menangkap enam remaja di bawah umur yang tergabung dalam kelompok gangster bernama “Geng Gaman Mbois Surabayans”. Keenam remaja tersebut berusia antara 15 hingga 17 tahun. Mereka viral karena melakukan aksi penyerangan dan perampasan motor dengan senjata tajam jenis celurit di Jalan Bulak Kali Tinjang Baru, Surabaya.
Aksi kekerasan ini terjadi pada Sabtu (13/12/2025) malam. Para pelaku melakukan konvoi menggunakan motor sambil membawa celurit. Mereka menyerang pemuda yang sedang nongkrong dan merampas satu motor yang ditinggal korban. Motor hasil rampasan tersebut kemudian dijual kepada seorang penadah berinisial AD dengan harga sekitar Rp700 ribu.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat menjelaskan bahwa pihaknya langsung menyelidiki kasus ini setelah video CCTV kejadian tersebut viral di media sosial. Setelah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi serta rekaman CCTV, petugas berhasil mengidentifikasi para pelaku.
Selama tiga hari penyelidikan, para pelaku berhasil ditangkap di kediamannya masing-masing. Menurut pengakuan mereka, aksi penyerangan dan perampasan motor dilakukan untuk keperluan konten media sosial. Mereka membawa senjata tajam dan berkonvoi di kawasan Surabaya Utara.
Setelah sampai di kawasan Jalan Kyai Tambak Deres, mereka melihat beberapa pemuda yang sedang nongkrong di depan Jalan Bulak Kali Tinjang Baru. Menganggap mereka sebagai lawan sepadan, rombongan pelaku memutuskan berhenti dan memutar balik. Mereka lalu mengejar para pemuda yang sedang nongkrong dan menyerang menggunakan celurit.
Para pemuda yang menyadari adanya ancaman, berlarian kabur masuk ke dalam gang. Akibatnya, salah satu motor yang ditinggal korban oleh para pemuda itu dirampas oleh para tersangka.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan kasus untuk menangkap penadah motor hasil perampasan, yaitu AD yang sudah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Pengakuan Tersangka Terkait Narkoba
Berdasarkan pengamatan dari video dokumentasi yang direkam oleh Sie Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, lima dari enam tersangka mengaku memiliki kebiasaan mengonsumsi sabu-sabu. Mereka mencuri atau merampas motor agar dapat dijual dan uangnya digunakan untuk membeli narkotika.
Kapolres AKBP Wahyu Hidayat sempat menginterogasi keenam tersangka di ruang penyidikan. Saat diinterogasi, beberapa tersangka mengaku mengonsumsi sabu. Salah satu dari mereka mengatakan, “Uangnya buat (beli) narkoba.”
Lima orang dari keenam tersangka mengaku mengonsumsi sabu, sedangkan satu tersangka tidak memiliki kebiasaan mengonsumsi narkoba. Mereka juga mengakui bahwa aksi penyerangan dilakukan dengan membawa senjata celurit dan panah.
Video Aksi Gangster Viral di Media Sosial
Sebelumnya, video CCTV yang merekam momen belasan remaja bersenjata celurit menyerang warga di kawasan Jalan Kyai Tambak Deres, Bulak, Surabaya, viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak konvoi bermotor melintasi jalan yang lebar dan sepi. Namun, mereka tiba-tiba berbalik arah dan menuju ke gerbang gang permukiman yang baru saja dilewati.
Mereka mengacung-acungkan dan mengayunkan senjata tajam jenis celurit saat menuju ke gang tersebut. Tampak mereka berlarian mengejar orang-orang yang ada di gang tersebut. Tak lama kemudian, mereka kembali berlarian keluar gang dan melanjutkan perjalanan.
Unggahan akun Instagram @lovesuroboyo telah ditonton sebanyak 237 ribu kali dan mendapat 860 komentar. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa kejadian terjadi pada pukul 03.43 di JL Kyai Tambak Deres depan gudang J&T. Beberapa remaja yang sedang nongkrong di gang tersebut mencoba menutup pintu gerbang gang. Setelah melewati gang, komplotan gangster langsung berbalik arah untuk menyerang para remaja.
Di antara remaja yang ada di gang tersebut, ada yang lupa mengunci motornya. Setelah komplotan gangster menakuti dengan senjata tajam, sebagian dari mereka mengambil motor yang ditinggal korban. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun satu motor milik korban hilang.






