Pengacara Purwokerto Dibunuh, Jenazah Dibuang ke Hutan, Polisi Ungkap Motif

Penyidikan Kasus Pembunuhan Pengacara Aris Munadi Terus Berjalan

Kapolresta Cilacap Kombes Pol Budi Adhy Buwono menjelaskan bahwa pihaknya telah memulai proses penyidikan lanjutan untuk mengungkap peran para pelaku dalam kasus pembunuhan pengacara asal Purwokerto, Aris Munadi. Menurutnya, penyidik sudah melakukan rangkaian penyidikan dan akan menyampaikan update terkait hilangnya nyawa korban.

Selama proses penyidikan, penyidik resmi menaikkan status dua orang dari saksi menjadi tersangka. Mereka adalah S (43) dan J (36). Kapolresta menjelaskan bahwa peran kedua tersangka berbeda dalam peristiwa tersebut. Tersangka berinisial S bertindak sebagai eksekutor, sedangkan tersangka berinisial J diduga membantu pelaku utama memindahkan tubuh korban ke dalam mobil.

Para tersangka telah menyiapkan sejumlah lokasi sebelum dan sesudah eksekusi. Ada tujuh lokasi di wilayah Jeruklegi dan Kawunganten. Lokasi eksekusi ada di Jeruklegi, di suatu area pemakaman, sedangkan tempat membuang jasad korban ada di Kawunganten, yaitu di alas Kubangkangkung.

Kapolresta juga mengungkap detail sementara mengenai cara tersangka menghabisi nyawa korban. Tersangka S sebagai eksekutor melakukan pemukulan di bagian leher korban menggunakan kayu. Namun, motif pembunuhan masih dalam penyelidikan. Pemeriksaan saksi dilakukan secara maraton untuk menentukan motif dan hal-hal terbaru.

19 Hari Tanpa Kabar

Kematian Aris Munadi masih menyisakan banyak misteri. Apa yang terjadi padanya selama menghilang selama 19 hari sejak 22 November 2025? Diketahui, Aris Munadi terakhir kali berkontak dengan keluarga pada tanggal 22 November tersebut. Setelahnya, tak ada kabar dari Aris hingga keluarga membuat laporan kehilangan ke polisi.

Aris ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Rabu (10/12/2025) malam. Lokasi penemuan jenazah berjarak cukup jauh dari tempat ditemukannya mobil Aris di Kutowinangun, Kebumen, pada Jumat (28/11/2025).

Aris Munadi, anggota DPC Peradi Purwokerto, dilaporkan hilang sejak Sabtu (22/11/2025). Ia berpamitan dari rumahnya di Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, untuk menuju Jeruklegi, Cilacap, diduga terkait sebuah perkara hukum yang sedang ia tangani.

Kabar menghilangnya Aris menggemparkan dunia advokat di Banyumas. Laporan resmi ke Polresta Banyumas dibuat pada Selasa (25/11/2025). Perkembangan besar muncul saat mobil yang dikendarainya ditemukan terparkir tanpa pengemudi di Desa Mekarsari, Kutowinangun, Kebumen. Namun keberadaan Aris tetap menjadi teka-teki hingga akhirnya kabar penemuannya dalam kondisi tak bernyawa hari ini menjadi pukulan berat bagi keluarga dan rekan sejawat.

Kasus yang Ditangani

Aris Munadi merupakan Anggota DPC Peradi Purwokerto. Ketua DPC Peradi Purwokerto, Happy Sunaryanto, sebelumnya mengatakan keluarga telah melaporkan kehilangan Aris pada Senin (24/11/2025). Laporan resmi ke Polresta Banyumas kemudian dibuat sehari setelahnya, Selasa (25/11/2025).

“Awalnya istri Pak Aris yang menghubungi pengurus Peradi. Kami langsung menyarankan melapor ke polisi,” kata Happy. Menurut Happy, sebelum hilang Aris berpamitan dari rumah di Desa Tambaksogra, Kecamatan Sumbang, Banyumas, untuk pergi ke Jeruklegi, Cilacap. Diduga ia tengah menangani sebuah perkara di daerah tersebut.

“Pamitnya dia ke Jeruklegi, Cilacap, tapi tidak merinci sedang menangani kasus apa. Ini yang juga masih kita telusuri,” ujar Happy. Namun kontak terakhir dengan keluarga terjadi Sabtu (22/11/2025), dua hari sebelum laporan dibuat.

Perkembangan besar terjadi Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 13.30 WIB. Keluarga menerima kabar mobil yang dikendarai Aris ditemukan warga di Desa Mekarsari, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen. Lokasi tersebut jauh dari tujuan awal Aris ke Jeruklegi, Cilacap, memunculkan dugaan baru dan teka-teki mengenai hilangnya sang pengacara.

“Polsek sana hanya memberitahu begitu, lalu kita koordinasikan dengan Polresta Banyumas. Mobilnya ketemu, tapi orangnya (Aris Munadi) masih belum ada,” tegas Happy.

Sementara itu Kasatreskrim Polresta Banyumas, Andryansah Rithas Hasibuan, saat dikonfirmasi menyebut sudah ada lima saksi yang diperiksa terkait hilangnya Aris. “Ada lima saksi, dari Kutowinangun dan pihak keluarga,” ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (1/12/2025).

Keluarga dan rekan sejawat Aris di Peradi Purwokerto berharap proses penyelidikan segera menemukan titik terang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *